DETEKTIF RYAN

DETEKTIF RYAN
DETEKTIF RYAN PART 1


__ADS_3

Ryan menatap layar komputernya dengan cemas, menggigil ketika ia memeriksa kembali email terakhir dari salah satu klien terbaiknya. Sudah seminggu sejak mereka mengirimkan pesan terakhir, dan Ryan tidak dapat menahan diri untuk tidak merasa khawatir. Akhir-akhir ini, ia sering menerima email dari orang yang tidak diketahui yang mengancam untuk menghancurkan bisnisnya jika ia tidak memberikan uang tebusan. Ryan merasa kewalahan dengan tekanan dan tidak tahu harus berbuat apa.


Tolong sampaikan padaku bahwa Anda baik-baik saja," Ryan mengirimkan pesan ke klien tersebut, berharap akan menerima jawaban positif. Dia berpikir bahwa itu akan membuatnya merasa lebih tenang.


Namun, saat itu juga, Ryan menerima telepon darurat dari klien yang sama. "Ryan, ada orang yang sedang mengikuti saya! Saya takut!" teriak klien tersebut melalui telepon. Ryan merasa ngeri, namun ia tidak kehilangan kepalanya. Ia menenangkan klien tersebut dan meminta untuk memberikan detail lengkap tentang keadaan di sekitarnya.


"Di mana Anda sekarang?" tanya Ryan dengan suara tenang.


"Saya di sebuah hotel di pusat kota. Seseorang telah mengikuti saya sejak kemarin, dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan!" jawab klien tersebut, masih terdengar sangat ketakutan.


Ryan dengan cepat berpikir dan memutuskan untuk segera pergi ke hotel tersebut untuk bertemu dengan klien tersebut. Ia tidak ingin mengambil risiko bahwa sesuatu terjadi pada klien tersebut. Ia meraih tasnya dan keluar dari kantor.

__ADS_1


"Saya akan segera tiba di sana. Tetap di dalam kamar Anda, dan jangan biarkan siapa pun masuk!" kata Ryan, mencoba memberikan sedikit kepercayaan diri pada klien tersebut.


Ketika Ryan sampai di hotel, ia melihat klien tersebut sedang menunggunya di depan pintu. "Terima kasih Tuhan, Anda datang!" ucap klien tersebut, berterima kasih pada Ryan.


Ryan membuka koper yang ia bawa dan mengeluarkan beberapa alat untuk memeriksa keamanan


termasuk sebuah kamera tersembunyi dan alat pendeteksi logam. Ia tidak ingin mengambil risiko bahwa klien tersebut sedang dalam bahaya.


Namun, ketika mereka sedang bersiap-siap untuk keluar dari kamar, mereka mendengar suara kaca yang pecah. Ryan dan klien tersebut melihat ke luar jendela dan melihat seseorang yang sedang mencoba untuk masuk melalui jendela. "Kita harus keluar dari sini sekarang!" ujar Ryan, membantu klien tersebut untuk bergerak cepat keluar dari kamar.


Ketika mereka keluar dari hotel, Ryan memeriksa keadaan sekitar dan menemukan seorang pria yang mencurigakan berdiri di dekat hotel. Pria tersebut berusaha untuk melarikan diri ketika melihat Ryan, tetapi Ryan berhasil mengejarnya dan menangkapnya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kamu mengikuti klien saya?" tanya Ryan pada pria tersebut.


"Pokoknya saya hanya menjalankan perintah bos saya untuk mengawasi Anda dan klien Anda," jawab pria tersebut dengan agak gugup.


Ryan mulai mencurigai bahwa ada sesuatu yang lebih besar di balik kasus yang dihadapinya. Ia memutuskan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu siapa bos dari pria yang ia tangkap tersebut dan apa motif sebenarnya.


Setelah melakukan beberapa investigasi dan wawancara, Ryan menemukan bukti bahwa bos dari pria yang ia tangkap tersebut adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki konflik bisnis dengan klien Ryan. Bos tersebut mencoba untuk memata-matai dan mengintimidasi klien Ryan agar ia menarik diri dari persaingan bisnis.


Ryan menghadapi bos tersebut dan berhasil membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah dan bahwa bos tersebut telah melakukan tindakan ilegal. Bos tersebut akhirnya dihukum dan klien Ryan dapat melanjutkan bisnisnya tanpa gangguan.


Dengan berhasil menyelesaikan kasusnya, Ryan semakin diakui sebagai seorang detektif handal

__ADS_1


__ADS_2