
Detektif Ryan duduk di meja kerjanya sambil menatap layar laptopnya. Ia sedang membaca laporan dari kasus terbaru yang belum terselesaikan. Ponselnya tiba-tiba berdering, ia mengangkatnya.
"Detektif Ryan di sini," sapanya.
"Permisi Pak Ryan, ini Saleh dari Jalan Mawar," suara pria parau terdengar di seberang sana.
"Ya, ada yang bisa saya bantu Pak Saleh?"
"Kemarin malam ada perampokan di toko saya dan uang tunai yang cukup besar diambil. Saya ingin Anda menangani kasus ini."
"Baik, saya akan segera menuju ke sana untuk melakukan penyelidikan. Apakah ada bukti atau keterangan yang bisa membantu?"
"Iya, saya punya rekaman CCTV, saya akan kirimkan ke alamat email Anda."
"Baik, terima kasih. Saya akan segera berangkat ke sana."
Ryan menutup telepon dan segera mengambil tasnya. Ia berjalan ke pintu sambil mengambil jaketnya yang tergantung di belakang pintu. Dia keluar dari kantor dan menuju ke mobilnya.
Setelah tiba di Jalan Mawar, Ryan berbicara dengan Saleh dan mendapatkan bukti CCTV yang mencakup waktu kejadian. Ryan mengambil beberapa foto dari video dan mencatat keterangan dari Saleh.
"Saya akan segera melakukan penyelidikan dan berusaha untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin," kata Ryan.
Kemudian, Ryan pergi ke toko Rozi, yang merupakan toko perhiasan terkenal di daerah itu. Ia ingin mencari informasi tentang perampokan tersebut.
"Sudah lama sekali tidak melihatmu, Ryan," sapa Rozi saat Ryan memasuki toko.
"Saya juga merindukanmu, Rozi," jawab Ryan sambil tersenyum.
Rozi dan Ryan adalah teman lama dan mereka selalu bersikap akrab satu sama lain. Ryan memperkenalkan kasus perampokan yang ia tangani kepada Rozi dan Rozi menawarkan bantuan.
"Mungkin saya bisa membantu kamu dengan informasi tentang jaringan perampokan," kata Rozi.
Makasih, Rozi. Itu akan sangat membantu saya," ujar Ryan.
Setelah berbincang-bincang dengan Rozi, Ryan pergi ke markas polisi setempat untuk memeriksa database kejahatan terbaru. Setelah mencari informasi selama beberapa jam, Ryan menemukan beberapa kemiripan antara kasus perampokan Saleh dan beberapa kasus perampokan di daerah lain.
Ryan kembali ke kantornya dan mulai menghubungi informan-informannya. Setelah beberapa percakapan panjang dengan informannya, Ryan mendapatkan informasi yang berguna tentang jaringan perampokan yang mungkin terlibat dalam kasus ini.
Dengan informasi yang ia dapatkan, Ryan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya menemukan lokasi persembunyian para perampok. Ia menangkap mereka dan mengembalikan uang tunai yang dicuri dari toko Saleh.
__ADS_1
"Terima kasih, Pak Ryan.
Ryan: Selamat pagi, Pak Saleh. Saya ingin berbicara dengan Anda tentang kasus perampokan di toko Anda.
Saleh: Oh ya, tentu saja. Apa yang ingin Anda tanyakan?
Ryan: Saya ingin meminta keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut. Apa yang terjadi saat perampokan terjadi?
Saleh: Saat itu, saya sedang berada di belakang toko. Saya mendengar suara ribut di depan toko, lalu ketika saya keluar, saya melihat dua orang laki-laki yang sedang mencoba membuka pintu toko dengan kekerasan. Saya mencoba menghalangi mereka, tapi mereka malah mengancam saya dengan senjata tajam.
Ryan: Saya mengerti. Apa yang dilakukan oleh para perampok setelah itu?
Saleh: Mereka masuk ke dalam toko dan mencuri uang tunai sekitar dua juta rupiah. Kemudian, mereka kabur dengan sepeda motor yang sudah menunggu di luar toko.
Ryan: Apakah Anda punya deskripsi fisik dari para perampok?
Saleh: Ya, mereka berdua kurang lebih tinggi 170 cm, berambut pendek, dan memakai topi.
Ryan: Baik, saya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terima kasih atas kerjasamanya, Pak Saleh.
Setelah melakukan penyelidikan, Ryan akhirnya menemukan lokasi persembunyian para perampok. Ia melakukan penangkapan dan mengembalikan uang tunai yang dicuri dari toko Saleh.
Ryan: Selamat siang, Pak Saleh. Saya punya kabar baik. Kami berhasil menangkap para perampok dan mengembalikan uang tunai yang dicuri.
Ryan: Sama-sama, Pak. Kami selalu siap membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah keamanan. Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?
Saleh: Tidak, Pak Ryan. Sekali lagi, terima kasih banyak atas bantuannya.
Ryan: Baik, kalau begitu saya pamit. Jangan ragu untuk menghubungi saya jika Anda membutuhkan bantuan di masa depan.
Dengan senyum puas di wajahnya, Ryan meninggalkan toko Saleh dengan perasaan lega karena kasus perampokan telah berhasil ia selesaikan dengan sukses
Namun, setelah beberapa jam meninggalkan toko Saleh, Ryan menerima telepon dari Rozi yang meminta bantuan dalam sebuah kasus.
Rozi: Halo Pak Ryan, ini Rozi. Saya membutuhkan bantuan Anda dalam sebuah kasus pencurian di toko saya.
Ryan: Baik, Rozi. Saya akan datang secepat mungkin. Bisa Anda memberi saya detail kasusnya?
Rozi: Ya, toko saya tadi malam dirampok. Pencuri berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan dan elektronik.
__ADS_1
Ryan: Sudah melaporkan ke polisi?
Rozi: Sudah, tapi mereka tidak bisa memberikan banyak bantuan. Saya merasa sangat terbebani dan tidak tahu harus berbuat apa.
Ryan: Tenang saja, Rozi. Saya akan membantu Anda menyelesaikan kasus ini. Saya akan datang ke toko Anda secepat mungkin.
Setelah mengakhiri percakapan
Dengan Rozi, Ryan segera bergegas ke toko Rozi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menyelesaikan kasus pencurian tersebut..
Ketika tiba di toko Rozi, Ryan mulai memeriksa tempat kejadian perkara dan mencari petunjuk yang dapat membantunya menemukan si pelaku. Setelah beberapa saat mencari, Ryan menemukan bekas jejak kaki yang mencurigakan di lantai toko.
Ryan: (berbisik) Hmm, ini mencurigakan. Sepertinya saya harus mengikuti jejak kaki ini.
Ryan mengikuti bekas jejak kaki tersebut hingga akhirnya sampai di sebuah gudang kosong yang berada tidak jauh dari toko Rozi. Dengan berhati-hati, Ryan masuk ke dalam gudang dan segera menyadari bahwa gudang tersebut merupakan tempat persembunyian para pelaku pencurian.
Ryan: (berbisik) Aha, jadi inilah tempat persembunyian mereka.
Namun, saat Ryan hendak keluar dari gudang, ia tiba-tiba disergap oleh para pelaku yang berjumlah tiga orang.
Pelaku 1: Hei, kau apa urusanmu di sini? Apa kau mengikuti kami?
Ryan: Saya seorang detektif dan saya datang untuk menangkap kalian atas kasus pencurian di toko Rozi.
Pelaku 2: Hah, jangan bermimpi! Kami tidak akan menyerah begitu saja.
Pelaku 3: Kami akan menghabisimu!
Ryan: Cobalah kalau kalian berani.
Terjadilah perkelahian antara Ryan dan para pelaku, yang berlangsung cukup sengit dan memakan waktu yang cukup lama. Namun, akhirnya Ryan berhasil mengalahkan para pelaku dan menyerahkan mereka ke polisi.
Ryan: (menghubungi Rozi) Rozi, saya berhasil menangkap para pelaku dan uang tunai milikmu sudah kembali. Kamu tidak perlu khawatir lagi.
Rozi: (dengan suara gemetar) Terima kasih banyak, Pak Ryan. Saya tidak tahu bagaimana cara mengucapkan rasa terima kasih saya kepada Anda.
Ryan: Tidak perlu terima kasih. Ini tugas saya sebagai seorang detektif untuk membantu orang yang membutuhkan bantuan. Apakah kamu baik-baik saja?
Rozi: Ya, saya baik-baik saja. Terima kasih sekali lagi, Pak Ryan.
__ADS_1
Ryan: Baiklah, kalau begitu saya pamit. Jangan ragu untuk menghubungi saya lagi jika kamu membutuhkan bantuan di masa depan.
Setelah melepas telepon, Ryan meninggalkan toko Rozi dengan perasaan lega karena kasus pencurian tersebut berhasil ia selesaikan dengan sukses.