DETEKTIF RYAN

DETEKTIF RYAN
DETEKTIF RYAN PART 36


__ADS_3

Pagi itu, DETEKTIF Ryan sedang duduk di kantornya sambil menyesap kopi. Dia merenungkan pekerjaannya selama beberapa minggu terakhir dan merasa puas dengan hasilnya. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering dan Ryan melihat nama yang muncul di layar: Andi, salah satu temannya.


Ryan: "Halo, Andi. Ada apa?"


Andi: "Hai, Ryan. Aku butuh bantuanmu. Ada teman kita, Ibu Sri, yang kehilangan anaknya dan dia meminta bantuan kita untuk mencari anaknya."


Ryan: "Tentu saja, Andi. Apa yang terjadi? Kapan anaknya terakhir kali terlihat?"


Andi: "Anaknya, Dodi, menghilang sejak semalam. Ibu Sri tidak bisa menemukannya di mana pun. Dia khawatir bahwa Dodi mungkin diculik atau terlibat dalam masalah yang berbahaya."


Ryan: "Baiklah, Andi. Saya akan segera menuju ke sana. Apa kamu sudah menghubungi pihak berwenang?"


Andi: "Ya, kami sudah melapor ke polisi, tapi mereka belum menemukan petunjuk apa pun. Kami butuh bantuanmu untuk mencari Dodi dan membawa dia pulang ke ibunya."


Ryan: "Tidak masalah, Andi. Saya akan berangkat sekarang. Tolong beri tahu saya alamatnya."


Andi memberikan alamat tempat tinggal Ibu Sri dan Ryan segera bergegas ke sana. Setelah tiba di sana, Ryan bertemu dengan Ibu Sri dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Dodi dan kondisi hilangnya.


Ryan: "Ibu Sri, saya DETEKTIF Ryan. Tolong beri tahu saya apa yang terjadi dengan Dodi dan kapan dia terakhir kali terlihat."


Ibu Sri: "Hai, Pak Ryan. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Dodi. Dia pergi tidur semalam dan ketika saya bangun pagi-pagi ini, dia sudah tidak ada di kamarnya. Saya mencarinya di mana-mana dan melaporkannya ke polisi, tapi belum ada kabar tentang dia."


Ryan: "Baiklah, Ibu Sri. Tolong beri tahu saya lebih banyak tentang Dodi. Apa hobinya? Dia punya teman dekat?"


Ibu Sri: "Dodi suka bermain game dan bermain dengan teman-temannya di taman bermain dekat rumah kami. Dia punya teman-teman yang baik dan selalu pulang tepat waktu setiap malam."


Ryan: "Baiklah, Ibu. Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang Dodi dan memeriksa tempat-tempat yang sering dia kunjungi. Tolong beri tahu saya nomor telepon Anda jika ada kabar dari saya."


Ibu Sri memberikan nomor teleponnya kepada Ryan dan dia segera meninggalkan rumah itu


Untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Dodi. Dia mencari informasi tentang kebiasaan dan aktivitas Dodi,


Ryan: Halo, Ibu Sri. Ini Ryan. Saya ingin mencari tahu tentang anak Anda, Dodi. Apa Anda bisa memberikan informasi tentang kebiasaannya dan aktivitasnya?


Ibu Sri: Tentu saja, Ryan. Dodi sekarang kuliah di Universitas Indonesia dan dia sangat aktif dalam kegiatan kampus. Dia juga senang bermain gitar dan sering tampil di acara musik di kafe-kafe


Ryan: Baik, terima kasih banyak, Ibu Sri. Apakah Anda tahu orang-orang yang sering berinteraksi dengan Dodi di kampus atau di kafe?


Ibu Sri: Saya tidak tahu siapa teman-temannya yang sekarang, Ryan. Tapi saya tahu bahwa dia dekat dengan beberapa temannya yang juga senang bermain musik.


Ryan: Baik, saya akan mencari tahu lebih lanjut. Terima kasih atas informasinya, Ibu Sri.


Ibu Sri: Sama-sama, Ryan. Semoga bisa membantu.


Ryan mulai mencari informasi tentang Dodi di kampus dan di kafe-kafe di sekitar daerah itu. Dia bertemu dengan beberapa teman Dodi dan menanyakan kebiasaan dan aktivitas Dodi di kampus dan di tempat-tempat itu. Dari informasi yang diperolehnya, Ryan mengetahui bahwa Dodi sering terlibat dalam aktivitas sosial dan relawan di kampus serta sering tampil di acara musik di kafe-kafe.


Ryan terus mengumpulkan informasi dan mencari tahu lebih lanjut tentang Dodi. Dia memiliki firasat bahwa informasi ini akan membantunya menyelesaikan kasus yang sedang dihadapinya.


Setelah beberapa jam melakukan riset, Ryan akhirnya menemukan nomor telepon seseorang yang mungkin bisa memberikan informasi tentang Dodi.


Ryan: Halo, saya mencari informasi tentang seorang pria bernama Dodi. Apakah Anda mengenalnya?


Orang tersebut: Ya, saya mengenal Dodi. Dia adalah teman saya.


Ryan: Baik, saya sedang menyelidiki kasus yang melibatkan dia. Apakah Anda bisa memberi tahu saya lebih banyak tentang kebiasaan atau aktivitasnya?


Orang tersebut: Hmm, sebenarnya saya tidak terlalu dekat dengan Dodi. Tapi saya tahu dia suka bermain sepak bola dan sering mengunjungi klub malam.


Ryan: Menarik. Apakah Anda tahu klub malam mana yang sering dia kunjungi?


Orang tersebut: Saya tidak yakin, tapi saya bisa menanyakan pada teman-teman yang lebih dekat dengan dia. Apa nomor teleponmu? Saya akan menghubungi kamu lagi setelah saya mendapat informasi.


Ryan: Ya, tentu saja. Terima kasih banyak atas bantuanmu.

__ADS_1


Ryan memberikan nomor teleponnya kepada orang tersebut dan berharap informasi yang dia dapatkan bisa membantu menyelesaikan kasus ini


Ryan: Permisi, maaf mengganggu. Saya mencari informasi tentang seseorang, Dodi namanya. Apakah kamu mengenalnya?


Orang: Oh, ya. Saya kenal dia. Dia adalah teman saya dari kampus.


Ryan: Baiklah. Bisakah kamu memberi tahu saya tentang kebiasaan dan aktivitasnya sehari-hari?


Orang: Hmm, dia adalah orang yang cukup tertutup, jadi saya tidak terlalu tahu tentang kehidupan pribadinya. Tapi dia cukup aktif di organisasi kampus dan sering terlibat dalam kegiatan amal.


Ryan: Apakah kamu tahu apakah dia punya musuh atau konflik dengan seseorang?


Orang: Tidak, sejauh yang saya tahu dia cukup ramah dengan semua orang. Tapi saya dengar dia pernah memiliki persaingan dengan seorang mahasiswa dalam sebuah lomba presentasi.


Ryan: Baiklah, terima kasih atas informasinya. Oh ya, bolehkah saya meminta nomor teleponmu jika nanti saya butuh informasi tambahan?


Orang: Ya, tentu saja. Terima kasih banyak atas bantuanmu.


Ryan: Terima kasih banyak. Semoga kamu juga bisa membantu kasus ini.


Ryan memberikan nomor teleponnya kepada orang tersebut dan berharap informasi yang dia dapatkan bisa membantu menyelesaikan kasus ini


Orang tersebut: Tentu, saya akan berusaha membantu sebisa saya. Saya akan menghubungi kamu jika ada informasi lebih lanjut.


Ryan: Baiklah, saya sangat menghargai bantuannya. Saya akan menunggu kabar dari kamu.


Setelah percakapan singkat itu, Ryan melanjutkan penelitiannya dan mencari tahu lebih banyak tentang Dodi. Dia juga meminta bantuan dari beberapa koleganya di kepolisian untuk membantu memeriksa rekam jejak Dodi. Setelah beberapa hari, Ryan akhirnya menemukan sebuah petunjuk yang sangat berharga


Ryan: Hai teman-teman, saya butuh bantuan kalian untuk memeriksa rekam jejak Dodi. Apa kalian bisa membantu saya?


Kolega 1: Tentu saja, Ryan. Saya bisa membantu kamu memeriksa basis data kami untuk melihat apakah ada catatan atau laporan tentang Dodi.


Kolega 2: Saya juga bisa membantu. Saya memiliki beberapa kenalan di daerah tempat tinggal Dodi, mungkin mereka bisa memberikan informasi yang berguna.


Setelah beberapa hari, Ryan menerima telepon dari Kolega 2.


Kolega 2: Ryan, saya mendapatkan informasi tentang Dodi dari kenalanku. Dia memiliki kebiasaan pergi ke sebuah kafe di daerah itu setiap akhir pekan. Mungkin kamu bisa mencoba mencarinya di sana


Ryan: Terima kasih banyak, itu sangat membantu. Saya akan segera pergi ke sana dan melihat apakah bisa menemukan Dodi.


Ryan kemudian pergi ke kafe yang disebutkan oleh Kolega 2 dan berhasil menemukan Dodi di sana. Dia kemudian memintanya untuk menjelaskan keberadaannya pada saat kejadian, dan dengan informasi baru yang diperolehnya, Ryan berhasil menyelesaikan kasus ini.


Ryan: Dodi, saya dari kepolisian. Bolehkah saya berbicara denganmu sebentar?


Dodi: Ya, tentu saja. Ada apa?


Ryan: Saya ingin tahu keberadaanmu pada saat kejadian beberapa hari yang lalu.


Dodi: Saya sedang di kafe ini bersama beberapa teman.


Ryan: Oh begitu. Terima kasih sudah memberi tahu saya. Bisakah kamu memberikan nama teman-temanmu?


Dodi: Ya, tentu saja. Mereka bernama Andi, Rudi, dan Joko.


Ryan: Baiklah, terima kasih. Itu sangat membantu. Ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?


Dodi: Tidak, saya tidak tahu apa-apa tentang kejadian itu.


Ryan: Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Jika kamu ingat hal lain yang bisa membantu kasus ini, silakan hubungi saya.


Dodi: Baik, akan saya lakukan.


Setelah berbicara dengan Dodi, Ryan memeriksa rekam jejaknya dan menemukan beberapa

__ADS_1


Ryan: Dodi, apakah kamu bisa menjelaskan keberadaanmu pada saat kejadian?


Dodi: Saya sedang di kafe di dekat sana pada saat kejadian. Saya sedang makan malam bersama teman-teman.


Ryan: Bisa kamu sebutkan nama teman-temanmu dan kafe mana yang kamu kunjungi?


Dodi: Ya, teman-teman saya adalah Andi, Rina, dan Maya. Kami makan malam di kafe yang bernama Kedai Rasa.


Ryan: Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Jika kamu ingat hal lain yang bisa membantu kasus ini, silakan hubungi saya.


Dodi: Baik, akan saya lakukan.


Setelah berbicara dengan Dodi, Ryan memeriksa rekam jejaknya dan menemukan beberapa bukti yang menguatkan alibi Dodi. Ryan lalu menghubungi Kolega 2 dan meminta bantuan untuk menemukan beberapa bukti yang menguatkan alibi Dodi. Ryan lalu menghubungi Kolega 2 dan meminta bantuan untuk menemukan keberadaan kafe Kedai Rasa. Setelah menemukan kafe tersebut, Ryan melakukan interogasi kepada pemilik kafe dan karyawan di sana, serta meminta rekaman CCTV saat kejadian terjadi.


Ryan berhasil menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan Dodi sedang berada di kafe bersama teman-temannya pada saat kejadian. Ryan kemudian menangkap pelaku sebenarnya dan menyelesaikan kasus ini dengan sukses.


Ryan: Terima kasih banyak atas kerjasamanya, Dodi. Kamu sudah membantu kami menyelesaikan kasus ini. Kami akan memeriksa rekaman CCTV dari kafe dan jika alibimu terbukti benar, kamu bisa dinyatakan bebas dari tuduhan.


Dodi: Terima kasih banyak, Pak. Saya senang bisa membantu.


Ryan: Kamu bebas untuk pulang, tapi tolong jangan meninggalkan kota ini sampai kasus ini selesai ditangani sepenuhnya.


Dodi: Baik, saya akan menunggu kabar dari Anda.


Ryan kemudian memeriksa rekaman CCTV dan menemukan bukti yang menguatkan alibi Dodi. Ryan kemudian menghubungi Dodi dan memberitahu bahwa alibinya terbukti benar dan dia tidak lagi menjadi tersangka dalam kasus ini. Ryan berhasil menyelesaikan kasus ini dan mendapatkan pujian dari atasannya dan masyarakat.


Ryan: Halo Dodi, saya punya kabar baik untukmu. Setelah memeriksa rekaman CCTV dan menelusuri informasi lain, alibimu terbukti benar. Kamu tidak lagi menjadi tersangka dalam kasus ini.


Dodi: Wah, benarkah? Terima kasih banyak, Pak Ryan. Saya sangat lega mendengarnya.


Ryan: Sama-sama, Dodi. Saya senang bisa membantu. Apakah ada yang bisa saya bantu lagi untukmu?


Ryan: Sama-sama, Dodi. Saya senang bisa membantu. Apakah ada yang bisa saya bantu lagi untukmu?


Dodi: Tidak, Pak Ryan. Terima kasih banyak atas bantuannya. Saya hanya ingin fokus kembali pada pekerjaan saya.


Ryan: Baiklah, Dodi. Jangan ragu untuk menghubungi saya jika kamu membutuhkan bantuan di masa depan.


Dodi: Tentu saja, Pak Ryan. Terima kasih sekali lagi.


Setelah berbicara dengan Dodi, Ryan memberitahu atasannya bahwa kasus ini telah selesai dan pelakunya telah ditangkap. Atasannya memberikan pujian kepada Ryan dan masyarakat pun merasa lega karena kasus ini telah ditangani dengan baik oleh polisi.


Ryan merasa senang bisa membantu dan menyelesaikan kasus ini dengan sukses, dan dia siap untuk menangani kasus-kasus lain yang mungkin muncul di masa depan.


Ryan: Saya senang bisa membantu menyelesaikan kasus ini dengan sukses. Tapi ini bukan hanya kemenangan saya, tapi kemenangan tim kami.


Atasan Ryan: Ya, kamu dan timmu bekerja dengan baik dalam menyelesaikan kasus ini. Kita akan terus membutuhkan orang-orang seperti kamu dalam menangani kasus-kasus sulit lainnya di masa depan.


Ryan: Saya siap untuk menangani kasus lainnya yang mungkin muncul. Saya berharap bisa membantu lebih banyak lagi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kota ini.


Atasan Ryan: Terima kasih, Ryan. Kita akan terus mengandalkanmu.


Ryan merasa bangga dan terhormat bisa menjadi bagian dari kepolisian dan membantu masyarakat. Dia siap untuk terus bekerja keras dan menangani kasus-kasus yang menantang dengan tekad dan dedikasi yang tinggi.


Ryan: Saya siap untuk menangani kasus lainnya yang mungkin muncul. Saya berharap bisa membantu lebih banyak lagi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kota ini.


Atasan Ryan: Terima kasih, Ryan. Kita akan terus mengandalkanmu. Kamu telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa dalam menangani kasus ini. Kami sangat mengapresiasi kontribusimu.


Ryan: Terima kasih, pak. Saya hanya melakukan tugas saya sebagai


Atasan Ryan: Tetapi itu lebih dari sekedar "hanya" tugas. Kamu telah menunjukkan kemampuanmu dalam menyelesaikan kasus yang sulit dan membawa keadilan kepada masyarakat. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau nasihat dari kolega jika dibutuhkan, dan jangan lupa untuk selalu berpegang pada etika dan standar yang tinggi dalam bekerja.


Ryan: Saya akan mengingat itu, pak. Terima kasih atas semangat dan dukungan Anda.

__ADS_1


Ryan merasa termotivasi dan termotivasi untuk terus berkontribusi dan membantu masyarakat melalui tugasnya sebagai polisi. Dia tahu bahwa dia dapat mengandalkan dukungan dan bantuan dari koleganya dan akan terus bekerja dengan tekad yang tinggi untuk memenuhi tugasnya dengan baik.


__ADS_2