
.......
.......
.......
...β’...
...β’...
...β’...
...πͺβ οΈπͺ...
...β’...
...β’...
...β’...
.......
.......
.......
Assalamualaikum Teman teman, Haii! Gimana kabar kalian semua. Pasti sehat kan, Alhamdulillah.
.
.
Oya di sini aku bawa in cerita buat kalian yang didalam-Nya ada teka teki, konspirasi, sedih, baper, baik, jahat, kejam, sedikit psikopat, pokonya semua ada deh. Oya Ini cerita kedua aku, dan jangan lupakan kalau ada typo pasti juga bertebaran. Oke gausah panjang lebar kali tinggi cusss kita ke prolog.πΌπ»
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang dulunya hangat penyayang perhatian kini bertolak belakang. Seolah Anaya tak pernah ada di keluarga ini, menjadi orang yang tak dianggap siapa yang merasa tak sakit? pasti sakit kan? Itulah yang dialami Anaya, tak hanya perubahan kedua orang tuanya Anaya juga ikut berubah yang dulunya ia selalu senyum selalu ceria, bahagia, baik hati dan tak pendiam kini juga berubah drastis dia kini menjadi Devil, kejam, dingin, tidak suka basa basi, tak ingin diusik, dan tak punya belas kasihan kepada musuhnya.
Itulah dia sekarang dari seorang gadis cantik yang selalu ceria bahagia kini berubah menjadi Devil in sorrow.
sekian detik, menit , jam, hari, bulan berlalu Anaya masih sama. ia hanya memakai topeng bahagia didepan orang tuanya. Senyum, dan ceria itu sudah sangat menyakitkan bagi Anaya. Tapi jika di luar rumahnya ia akan sama seperti mayat hidup, diam.
Dengan segala kelebihannya bahkan dengan kepintaran yang melebihi rata rata, anaya perlahan mengumpulkan bukti dan berharap bukti itu adalah jalan menuju pelaku sebenarnya.
Anaya yang masih butuh kasih sayang orang tua ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk membesarkan Malika, ehh salah untuk mendapatkan kepercayaan dari kedua orang tuanya, mati matian ia harus melengkungkan senyuman walau hanya untuk kedua orang tuanya saja. Mustahil jika Anaya tersenyum didepan banyak orang.
Sekian lama Anaya mencoba memperbaiki hubungannya dengan kedua orang tuanya ia masih tak bisa mendapatkan kepercayaan dari papahnya. Namun mamahnya sudah ia dapatkan, Anaya tak hanya diam dia mengumpulkan semua bukti walau hanya secuil tapi ia kini sudah memiliki inisial pelaku sebenarnya.
Hari hari berlalu hubungan Anaya dan mamanya makin membaik, lagi pula siapa yang tega mengabaikan anak sendiri?.
Tapi ia tak berhenti! ia mencari seluk beluknya hingga mendapat sebuah kebenaran besar bahwa bukan ia lah pelakunya, namun ini adalah konspirasi orang yang membenci David ayah Anaya. Dan tak sedikitpun ia ikut andil dalam pembunuhan itu, semua ini telah dimanipulasi oleh musuh David yang tak lain tak bukan adalah orang terdekat David yang menjadi musuh dalam selimut.
Konspirasi besar! Yang perlahan pasti terungkap cepat atau lambat!
__ADS_1
Pintar pintar lah menyimpan bangkai, baunya pasti akan terendus hidung.
Terkadang orang yang terlihat sayang, dekat bisa menjadi orang yang bahaya bisa menikam kita kapan saja karena iri dan dengki nya.
Seperti apa kisah Anaya?
Yukk telusuri dan langsung baca tambah ke perpustakaan kalian!!
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Anaya turun dengan secepat kilat namun dengan sangat terlatih Anaya turun tanpa suara, Alfa melihat kedatangan Anaya dari atas. Tanpa Alfa duga Anaya melompat dan langsung menyayat leher masing masing satu biar tidak iri.
Alfa terdiam, namun ia kemudian membantu sang istri bertarung dengan mereka semua.
Terhitung tidak sampai empat menit mereka meringkus orang orang itu. Alfa menatap Zalin istrinya seperti bukan Zalin yang ia kenal.
Mata elang Anaya melihat ada seorang penjahat yang belum benar benar mati, niatnya Anaya ingin menghabisi Alfa juga tapi entah kenapa berat sekali ingin mengkat pisaunya membunuh Alfa.
Mungkin beberapa detik kemudian peluru dalam pistol orang itu akan mampir di tubuh Alfa, namun dengan sigap Anaya menarik lengan Alfa dan memeluknya.
Dorr!!!!
Mata Alfa membulat sempurna, melihat tembakan yang mengenai Zalin. Dengan secepat kilat Alfa membalas tembakan itu tepat dikepala orang tersebut.
"Za.." tangan berlumur darah itu menepuk nepuk pipi Zalin, mata Zalin memang masing terbuka namun ekspresinya datar.
"Zalin gue ada disini. Seharusnya lo gak lindungi gue."
Punggung Anaya semakin mengeluarkan banyak darah, masih dengan ekspresi wajah datar Anaya menggerakkan bibirnya.
Zalin tersenyum melihat wajah Alfa, "Kak Alfa pemberani. Makasi kak udah datang untuk zalin."
Nafasnya semakin tersenggal senggal. "Anaya ingin bunuh kak alfa, tapi Zalin Z-zalin yang menang."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Anaya menutup matanya, namun tidak pingsan.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??? yukk guyss + ke library kalian.