
Setelah selesai berbelanja pakaian, Xu Yuan dan Wu Mei menghabiskan waktu berjalan-jalan di kota.
"Sampai kapan kau akan membawaku jalan-jalan di kota?!" ucap Xu Yuan mengeluh.
"Jangan terus mengeluh, sesekali bersantailah dan jangan latihan terus!" balas Wu Mei.
"Tapi kekuatan adalah yang menentukan hal yang benar dan salah di dunia ini jadi aku harus menjadi lebih kuat!!" ucap Xu Yuan.
"Setelah itu apa, setelah kau menjadi sangat kuat kau tak akan bisa menikmati hal semacam ini dan malah menjadi penyesalan!" balas Wu Mei.
Perkataan Wu Mei menjadi pukulan keras kepada Xu Yuan.
"Benar, apa tujuan ku setelah menjadi yang di atas semuanya jika aku tak dapat lagi merasakan perasaan seperti ini!" batin Xu Yuan sambil memandangi Wu Mei yang asik melihat-lihat sekitar.
Xu Yuan kemudian tersenyum kepada Wu Mei.
"Terima kasih!!" ucap Xu Yuan tersenyum.
"Hehe tak masalah, maka belikan aku manisan itu saja!!" balas Wu Mei sambil menunjuk manisan apel diolesi madu.
"Baiklah!!" balas Xu Yuan.
Mereka berdua pun akhirnya berjalan-jalan dan membeli makanan hingga sore.
Di Akademi Tianxu.
Xu Yuan dan Wu Mei akhirnya kembali ke Akademi Tianxu saat sore hari.
Wu Mei berjalan didepan sambil makan permen kapas sedangkanXu Yuan berjalan dibelakang sambil membawa tas penuh dengan belanjaan dari Wu Mei.
"Aku memang bersenang-senang tapi kenapa malah juga jadi budak yang membawa barang!!" ucap Xu Yuan mengeluh.
"Hehehe, aku kan perempuan jadi tak sanggup membawa banyak belanjaan!" balas Wu Mei.
"Tapi kan kau itu Spirit Master, masa mengangkat belanjaan ini sendiri tak bisa!!" ucap Xu Yuan mengeluh lagi.
"Apa kau yakin meminta seorang gadis cantik dan imut sepertiku membawa banyak belanjaan sendirian!?" ucap Wu Mei menunjukkan wajah imutnya.
"Berhenti melakukan hal itu!!" ucap Xu Yuan.
Mereka berdua akhirnya sampai di Akademi Tianxu dan disana sudah ada Long Yan, Dong Wu, dan Feng Lin yang telah keluar dari kultivasinya.
"Hei hei apa kalian habis kencan?" ucap Long Yan menggoda.
"Kencan apaan, aku malah jadi babu begini!!" balas Xu Yuan mengeluh.
__ADS_1
"Hei jangan seperti itu, kita berdua kan sudah bersenang-senang bersama, makan bersama, belanja bersama, bukanya itu dapat disebut kencan!!" ucap Wu Mei menggoda Xu Yuan.
"Yang benar saja, jadi babu begini kau sebut kencan, yang paling bersenang-senang disini adalah kau yang membeli segala hal yang kau lihat!!" ucap Xu Yuan.
"Hehehe!!" balas Wu Mei.
"JANGAN MALAH HEHEHE!!" Teriak Xu Yuan.
"Kalian terlihat seperti pasangan, apa kalian pacaran?" ucap Dong Wu.
"Aku pacaran dengannya, jangan harap!!" balas Xu Yuan.
Mereka semua yang ada disana tertawa melihat tingkah Xu Yuan dan Wu Mei.
"Kalian terlihat senang ya!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin yang muncul disamping mereka semua.
Mereka semua terkejut melihat kepala sekolah Fang Xin yang muncul tiba-tiba.
"Apa kalian bertiga sudah naik ke level 20?" ucap Kepala Sekolah Fang Xin.
"Sudah kepala sekolah!" ucap Dong Wu, Feng Lin dan Long Yan bersamaan.
"Bagus, jadi besok kalian berlima akan pergi bersama senior kalian dan tetua Luo untuk pergi berburu Spirit Beast untuk Tato Spirit kalian!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin.
"Jadi sekarang, kalian semua kembali ke asrama kalian dan istirahat untuk berburu besok!!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin.
"Entah mengapa kalian ini kompak ya saat berbicara!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin yang langsung berjalan pergi dari sana.
Xu Yuan dan yang lainnya kemudian kembali ke asrama mereka.
Keesokan harinya, Xu Yuan dan yang lainnya sudah berkumpul di lapangan untuk persiapan.
"Jadi apa kalian sudah siap?!" ucap Tetua Luo.
"Kami Siap!" ucap mereka semua yang ada di sana.
"Kalau begitu mari kita berangkat!!" ucap Tetua Luo.
Mereka semua pergi ke Hutan Spirit Light dan tujuan utama mereka adalah area awal hutan bagian dalam.
Perjalanan mereka memakan waktu berjam-jam dengan berlari dan sampai di pintu masuk area luar Hutan Spirit Light saat malam hari.
"Karena hari sudah malam, mari berkemah disini!" ucap Tetua Luo.
Tetua Luo pergi memeriksa sekitar untuk memastikan tidak ada Spirit Beast yang mendekati mereka saat sedang tidur.
__ADS_1
"Kurasa tidak ada Spirit Beast di 1 km dari sini jadi mungkin akan aman berkemah di sini!" ucap Tetua Luo bicara sendiri.
Saat hendak pergi setelah memeriksa area sekitar, Tetua Luo menemukan bekas api unggun yang sudah padam.
"kupikir ada orang yang pernah kemah disini dan dilihat dari kondisi arang dari api unggun ini, mereka baru pergi pagi ini!" ucap Tetua Luo bicara sendiri.
"Jadi disini masih aman karena ada orang yang berkemah di area ini!" ucap Tetua Luo bicara sendiri.
Di tempat Xu Yuan dan yang lainnya, mereka bersembilan telah selesai mendirikan tenda.
(Sembilan orang itu Xu Yuan, Wu Mei, Long Yan, Feng Lin, Dong Wu, Xi Ma, Xiao Bai, Hua Mei dan Lin Lin.)
"Sekarang mari berburu beberapa hewan atau Spirit Beast terdekat!" ucap Xiao Bai.
"Senior Bai, kita tak perlu pergi!" ucap Xu Yuan yang langsung mengeluarkan Daging Spirit Beast yang masih ia sisakan di Penyimpanan System.
"Woah, ternyata kau memiliki daging Spirit Beast di cincin spatial mu!" ucap Xiao Bai.
"Apa itu Cincin Spatial?" tanya Xu Yuan yang membuat semua orang disana terkejut.
"Tunggu sebentar, kau tak tau apa itu Cincin Spatial!" ucap Xi Ma.
"Aku tidak tau!" balas Xu Yuan.
"Cincin Spatial itu adalah cincin yang memiliki sihir ruang yang dapat membantu menyimpan benda mati dalam batas tertentu dan membuat pemiliknya menjadi lebih mudah membawa banyak barang, seperti yang dijarimu itu!" balas Xi Ma sambil mengangkat kedua telapak tangan Xu Yuan.
Mereka semua yang ada di sana terkejut karena di jari Xu Yuan tidak ada Cincin Spatial atau cincin apapun.
"Apa kau tak memiliki Cincin Spatial?" ucap Long Yan terkejut.
"Aku tak memiliki Cincin Spatial!" balas Xu Yuan.
"Lalu bagaimana caramu menyimpan Spirit Beast ini?" tanya Long Yan.
"Waduh, seharusnya aku tak mengeluarkan Spirit Beast dari Penyimpanan System di depan mereka, aku tak mungkin mengatakan bahwa aku memiliki System kan!" batin Xu Yuan.
"Xu Yuan, apa kau mempelajari teknik Ruang?" tanya Dong Wu.
"Ah, benar! aku mempelajari teknik Ruang!" balas Xu Yuan berkeringat dingin di punggungnya.
"Terima kasih Dong Wu, akan ku ingat kebaikan tanpa sengaja dari mu!" batin Xu Yuan.
"Bisakah kau mengajari kami!!" tanya Dong Wu polos.
"Maaf, tapi teknik ini adalah teknik warisan dan hanya orang yang memiliki darah dari keluargaku saja yang dapat menggunakannya!" balas Xu Yuan mencari alasan.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo bikin anak dengan ku, dengan begitu bertambah lagi orang yang memiliki darah keturunan keluargamu!" ucap Wu Mei yang membuat semua orang terkejut.
Chapter selesai