
Sehari kemudian Xu Yuan telah sampai di kota Xuan Wu.
"Hei System, bukanya kau itu sangat hebat tapi kenapa kau bahkan bisa memberikan jalan yang salah padaku!" ucap Xu Yuan kesal.
Xu Yuan membutuhkan waktu seharian karena System memberikan rute yang jauh sedangkan Xu Yuan adalah seorang yang buta arah jadi ia menuruti arahan System.
[ANGGAP SAJA ITU ADALAH BENTUK LATIHAN]
"Kau makin lama makin menjengkelkan juga ya!" ucap Xu Yuan makin kesal.
[INTINYA ADALAH HOST TELAH SAMPAI DI TEMPAT TUJUAN]
"Arghh, aku ingin memukulmu tapi tak bisa kulakukan bahkan menyentuhmu saja tak bisa, ini membuatku makin kesal saja!" ucap Xu Yuan sambil mengacak-acak rambutnya karena kesal.
"Terserahlah, aku harus segera kembali sebelum mereka semua menyiapkan upacara pemakaman untukku!" ucap Xu Yuan sambil langsung pergi masuk ke kota Xuan Wu.
Saat di gerbang kota seperti biasa Xu Yuan dimintai identitas baru di ijinkan masuk ke dalam kota Xuan Wu.
Setelah memasuki kota Xuan Wu, Xu Yuan tak langsung pergi ke Akademi melainkan pergi ke Restoran Bunga Persik untuk menjual seluruh daging Spirit Beast yang dibawanya.
Ming Xu terkejut karena melihat Xu Yuan membawa 10 tubuh Spirit Beast level 40 dan 13 spirit beast level 30.
"Ini tuan muda uang hasil penjualan daging Spirit Beast ini!" ucap Ming Xu sambil memberikan setumpuk koin emas yang bernilai ratusan ribu koin.
"Wow, uang sebanyak ini sudah dapat kau bayarkan sekaligus tanpa cicilan!" ucap Xu Yuan melihat segunung koin emas.
"Karena penjualan daging Spirit Beast yang tuan muda jual laku keras jadi restoran ini memilik dana yang sangat banyak sekarang!" balas Ming Xu.
"Baiklah karena urusan kita sudah selesai, aku pergi dulu!" ucap Xu Yuan.
Xu Yuan langsung menyimpannya di Penyimpanan System dan langsung pergi ke Akademi.
"Mohon bantuannya lain kali tuan muda!" ucap Ming Xu.
"Tak masalah, panggil saja aku jika daging Spirit Beast nya telah habis.!" balas Xu Yuan sambil pergi meninggalkan Restoran Bunga Persik.
"Bertemu dengan Tuan Muda Xu mungkin adalah berkah terbaik yang pernah kudapatkan!" pikir Ming Xu dan langsung pergi menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Ketika Xu Yuan sampai di pintu gerbang Akademi, disana seperti yang Xu Yuan tebak bahwa sudah ada bunga-bunga yang pernah digunakan untuk upacara pemakaman.
Disisi lain suasana akademi terasa begitu berbeda dari biasanya.
Wu Mei tampak tidak memiliki semangat sama sekali setelah kepergian Xu Yuan.
Ia tak lagi tersenyum dan tertawa seperti biasanya dan hal itu membuat semua orang khawatir.
"Ini sudah hari ke empat tapi Wu Mei tetap saja murung begitu!" ucap Dong Wu.
"Kau benar, ia selalu terlihat sedih setiap hari!" balas Feng Lin.
"Long Yan juga mengurung diri sejak 4 hari yang lalu!" ucap Dong Wu.
"Kau kan tau bahwa Long Yan itu menganggap Xu Yuan sebagai saudaranya meski aku tak tau Xu Yuan menganggapnya apa!" balas Feng Lin.
"Padahal kita semua mengenalnya kurang dari satu bulan tapi entah kenapa sejak ia pergi suasana akademi menjadi sangat berbeda!" ucap Dong Wu.
"Kau benar!" balas Feng Lin.
"Kenapa kalian bergosip disini, bukanya sudah kuminta kalian semua untuk istirahat maupun berlatih selama seminggu ini untuk pertandingan yang akan datang!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin yang muncul di belakang mereka.
"Aish, anak muda jaman sekarang sukanya gosip melulu, bahkan yang sudah mati pun ikut digosipkan!" batin Kepala Sekolah Fang Xin.
Setelah Dong Wu dan Feng Lin pergi, Kepala Sekolah Fang Xin merasakan ada aura yang akrab di depan pintu gerbang Akademi.
"Aura ini mirip dengan bocah itu, apa jangan-jangan..!" pikir kepala sekolah Fang Xin.
"Itu tidak mungkin, lebih baik aku memeriksanya sendiri!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin.
Di Pintu Gerbang Akademi
Xu Yuan hendak memasuki Akademi, tapi tiba-tiba ada angin berhembus kencang dari dalam Akademi dan dari depan Xu Yuan Kepala Sekolah Fang Xin sedang terbang.
"Siapa kau, kenapa kau mengambil wujud Xu Yuan?!" ucap Kepala Sekolah Fang Xin dengan wajah dingin.
"Kepala sekolah Fang Xin, apa maksudmu?" bingung Xu Yuan.
__ADS_1
"Kau bukan Xu Yuan, Tetua Luo mengatakan bahwa Xu Yuan telah meninggal!" ucap Kepala sekolah Fang Xin dengan wajah dingin.
"Aku Xu Yuan yang asli dan aku masih hidup!" balas Xu Yuan.
"Aku cukup ragu kau itu asli, aku punya cara untuk membedakan mana Xu Yuan yang asli dan mana yang palsu!" ucap Kepala sekolah Fang Xin.
"Caranya dengan terima seranganku ini dan aku akan dapat melihat apa kau itu Xu Yuan yang asli atau bukan!" lanjut Kepala Sekolah Fang Xin.
"Baiklah, aku terima permintaan Kepala Sekolah Fang Xin demi menunjukkan bahwa aku adalah Xu Yuan yang asli!" balas Xu Yuan.
"Sekarang, kau cukup menerima 1 serangan penuhku dan aku akan langsung tahu apa kau Xu Yuan yang asli atau bukan!" ucap Kepala sekolah Fang Xin.
"Maka, TERIMA INI!" Teriak Kepala Sekolah Fang Xin sedikit menyeringai tapi tak terlihat oleh Xu Yuan.
"Skill Ketujuh Spirit Soul, Tinju Garuda Emas!" ucap Kepala sekolah Fang Xin.
Xu Yuan dari awal sudah tidak yakin bisa menahan serangan Kepala Sekolah Fang Xin dan berakhir dengan terlempar menghantam beberapa bangunan di Akademi.
Karena serangan Kepala Sekolah Fang Xin yang terlalu kuat, membuat Xu Yuan memuntahkan seteguk darah.
Xu Yuan berusaha bertahan tapi pada akhirnya ia pingsan di sana.
Akibat serangan Kepala Sekolah Fang Xin yang terlalu besar membuat semua orang di Akademi terkejut dan pergi menuju lokasi suara ledakan itu.
Saat mereka tiba di lokasi, mereka melihat kepala sekolah Fang Xin menatap sesuatu di antara tumpukan batu.
Kepala sekolah Fang Xin yang sadar bahwa telah banyak orang yang muncul untuk melihat asal suara ledakan itu.
"Kalian semua akhirnya sampai di sini, kalau begitu tolong bawa dia dan obati lukanya!" ucap Kepala sekolah Fang Xin sambil menunjuk ke arah tumpukan batu itu.
"XU YUAN!!" Teriak Xiao Bai yang pergi pertama menuju ke tumpukan batu itu.
Semua orang yang mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Bai terkejut dan langsung menghampiri Xu Yuan.
"Terkejutnya nanti saja, Lin Lin ikut aku untuk menyembuhkan luka-lukanya!" ucap Xiao Bai.
"Baiklah!" balas Lin Lin.
__ADS_1
Mereka berdua langsung pergi ke ruang kesehatan Akademi untuk mengobati luka Xu Yuan.