Dewi Penguasa Semesta

Dewi Penguasa Semesta
Chapter 1


__ADS_3

Pagi hari pukul 05:00 Queen san sudah duduk di meja makan di temani roti selai coklat dan susu putih.


Setelah selesai sarapan pagi, diapun melangkah menuju kamarnya untuk segera bersiap siap menuju markas mafia demon.


Yaa, Queen san merupakan seorang ketua mafia. Dia meneruskan mafia demon andrian sebagai anak asuh andrian satu satunya. Queen merupakan anak yang mandiri, sebab andrian selalu mengajarkan untuk menjadi tangguh dan kuat tak tertandingi, hingga sekarang dia menjadi Leader Mafia Demon yang berjulukan Queen psycho. Queen pandai dalam berbagai hal karna sejak di temukan andrian di hutan, dan di rawat hingga umur 5 tahun.


Pada umur ke 6 lah dia selalu berguru pada ayah angkat nya itu. Mulai dari memanah, menembak, hacker, membuat jaringan internet, membuat berbagai kendaraan dari yang bersifat terbang hingga kendaraan di daratan, merakit bom, membuat obat dari yang mudah di cari hingga yang mustahil di cari, dan dia juga membuat racun racun mematikan yang selalu menjadi camilan baginya karena dia kebal racun dalam artian darah nya mengandung racun.


Selain selalu di ajari menjadi tangguh dan kuat, Queen juga belajar dalam memasak, membuat alat make up, dan keahlian dalam bidang wanita lainya. Akan tetapi meskipun dia seorang leader tetap saja pesona nya akan membuat para kaum adam tergila gila untuk mendapatkanya, bagaimana tidak mempesona?!! Queen memiliki tinggi 170 cm di usia 20 tahunya, dengan tubuh yang berisi di bagian tertentu, , alis nya yang runcing, bulu mata yang lentik, bibir tipis sexy nya, hidung mancung agak mungilnya serta wajahnya yang oval pasti membuat para kaun adam menjerit dan pingsan.


Setelah bersiap diapun melangkah menuju bagasi yang berisi mobil, motor, sepeda ternama dunia. Langkah nya berhenti tepat di jejeran montor sport miliknya. Pilihanya jatuh pada motor sport berwarna hitam perpaduan putih di beberapa bagian motor.


Diapun menaiki motor tersebut serta helm full face yang sudah terpasang rapi di kepalanya.


Brumm... brumm... brumm...


Suara deruan montor menggema di jalanan sepi. Sang pengendara semakin menambah laju motor tatkala merasa hampir sampai di markas mafia nya.


Hanya butuh waktu 15 menit akhirnya sampailah dia di bangunan mansion mewah bercat abu abu dan hitam. Setelah memarkirkan motor sport nya diapun melangkah menuju gerbang dengan memasukan sidik jarinya. Memang keamanan markas mafia demon sangatlah ketat.Jikalau sidik jari tidak tepat dan memaksa masuk maka sinar leser dan berbagai senjata lainya dari balik dinding akan langsung menembaki orang tersebut.


Setelah beberapa saat terbukalah gerbang yang menjulang tinggi tersebut, hal pertama yang di lihat Queen adalah para bawahanya yang berpakaian serba hitam tengah membungkuk hormat sebagai sambutan.


"selamat pagi queen" ucap seluruh anggota mafia demon serentak


"pagi" balasnya dengan nada dingin di sertai wajah datar. Ya Queen selalu berwajah datar, dan nada dinginnya tersebut akan membuat orang berkeringat dingin, apalagi tatapan mengintimidasi nya dan aura membunuh serta mencekam yang kuat dari tubuhnya pasti membuat orang memilih lari dari pada melihat dirinya. Akan tetapi di saat dengan anggota mafia demon dia hanya akan bernada dingin tanpa aura membunuh dan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


Setelah membalas sapaan para anggota nya Queen pun melangkah menuju ruang pribadi miliknya. Entah kenapa hari ini dia merasakan ingin menangis entah apa itu maksudnya.


Karna merasa dirinya seakan akan menghilang dari dunia ini, Queen pun melangkah menuju panggung bernuansa merah darah dengan kursi kebesaran miliknya yang berwarna merah campur hitam.


"Berkumpul" hanya dengan satu kata dari mulutnya para anggota segera berkumpul tanpa menunggu lama lama.


"Dengarkan aku! kalau aku sudah tiada di dunia ini makan seluruh aset perusahaan milikku akan aku serahkan pada andre untuk di kelola, dan juga posisi ku sebagai leader mafia demon akan di gantikan oleh andra karna dia hampir seluruhnya menguasai jurus jurus yang aku ajarkan. Akan tetapi aku mohon pada kalian untuk tetap setia kepada siapapun nanti yang menggantikan posisi leader. Ingat kita adalah satu kita adalah keluarga bersama kita kuasai dunia!. Dan terimakasih kepada kalian yang selalu setia dengan ku tanpa mau berkhianat walau aku pernah menyuruh kalian ini itu, sungguh walau aku selalu bernada dingin pada kalian di hatiku yang paling dalam aku sangat menyayangi kalian" ucap Queen dengan awalan nada datar dan pada bagian akhir dengan nada lembut.


Perkataan Queen seolah bagai salam perpisahan untuk mereka, hati mereka terenyuh mendengar nada yang sangat menenangkan hati pada bagian akhirnya.


"Queen mengapa anda bicara begitu, anda tidak akan meninggalkan kami bukan" ucap salah satu anak buahnya , sementara andre dan andra masih menangis mendengar perkataan Queen nya yang percaya pada mereka.


"*Ya ya benar Queen akan tetap di sini bukan"


"Queen anda jangan meninggalkan kami"


"Queen kita semua sangat menyayangi Queen*"


Mendengar perkataan para bawahanya membuat Queen sangat terenyuh dan tersenyum tipis.


"hei aku tidak pernah meninggalkan kalian, akan tetapi umur tidak ada yang tau jadi aku mohon untuk melaksanakan perkataan ku tadi" ucap Queen dengan nada lembut


"baik Queen kita akan selalu setia" jawab serentak bawahanya


"oke kalo begitu kembali ke kegiatan masing masing, dan untuk andre dan andra ikutlah aku ke ruang pribadi ku" ucap Queen

__ADS_1


"Baik" serentak mereka. Dan andre dan andra pun mengikuti Queen nya menuju ruang pribadi nya


Setelah sampai duduklah mereka di sofa panjang dengan Queen yang duduk di kursi kebesaranya di ruang kerja.


"Queen hiks" ucap andre dan andre barengan


"hei jangan menangis tapi aku mohon jalankan perkataan ku tadi, sungguh aku menyayangi kalian" ucap Queen


"baik Queen" serentaknya


"oke kalau begitu jaga markas, aku akan pulang" ucapnya sambil berdiri, akan tetapi sebelum keluar diapun berlari dan menubruk dada bidang andre dan andra untuk memeluk mereka berdua.


Tubuh andre dan andra awalnya menegang tapi untuk beberapa saat mereka pun membalas pelukan Queen dengan sangat erat seolah enggan berpisah.


Setelah berpelukan dan berpamitan dengan para anggota, Queen pun menaiki montornya dan menuju mansion miliknya. Dengan kecepatan tinggi nya dia membisingkan jalan raya yang sepi dengan suara knapolt miliknya.


Semuanya tampak baik baik saja sebelum sekelibat bayangan hitam melewati wajahnya hingga membuatnya kehilangan fokus untuk menstabilkan motor nya.


Srettttttt....


Brakkkk...


Detuman suara motor Queen terseret hingga terjatuh kedalam jurang sisi jalan raya.


"jadi ini maksud dari perasaan ku tadi, selamat tinggal dunia" gumanya sambil memegangi kepala nya yang berdarah darah hingga tanpa sengaja darah dari kepala nya merembes mengenai cincin dan kalung giok miliknya kemudian terserap.

__ADS_1


Sakit, mati rasa, perih dan buram, itulah yang di rasakan olehnya, hingga semuanya gelap.


__ADS_2