Dewi Penguasa Semesta

Dewi Penguasa Semesta
Chapter 8


__ADS_3

Setelah aksi di tepi air terjun tadi , Xiao chan memutuskan untuk menemani Queen untuk menjelajah.


"apakah kamu tau namaku?"


"Queen bukan? bukankah itu akan tampak aneh di kalangan masyarakat nanti nya? bagaimana kalau kita ubah saja?" saran Xiao chan saat di tengah jalan sambil mengobrol dengan Queen


"di ubah ya? hmm bagaimana menurutmu apakah ada nama yang cocok untuk diriku memulai hidup di dunia ini eh" ceplos nya tanpa sadar mengatakan dia bukan dari dunia ini , dia langsung menutup mulutnya dengan tanganya dan menatap takut takut ke arah Xiao chan


"kamu tidak perlu takut aku sendiri juga tau bahwa kamu bukan dari dunia ini , karna mau bagaimana pun kita mempunyai takdir langit" kekeh Xiao chan


"emm iya, bagaimana kalau namaku sekarang Fu chan? bukankah nama kita hampir sama?" kekeh Queen ah ralat sekarang menjadi Fu chan


"terserah mungilku" ujar Xiao chan di akhiri dengan mencium kening gadisnya


Setelah terjadi keheningan yang cukup lama kini mereka sudah sampai di inti paling dalam hutan mematikan.


Saat akan melangkah lagi mereka di hadang oleh spirit beast tingkat Langit.


Mungkin pertarungan ini akan sangat sulit karna lawan mereka kali ini adalah kalajengking ber kulit keras.


Untuk ini dalam perjalanan Xiao chan tidak banyak membantu karna dia tidak mau identitasnya terbongkar banyak orang , kultivasi nya pun dia sembunyikan akan tetapi aura nya masih sangat pekat, dia akan turun tangan di saat gadisnya kewalahan.


Dia mulai melangkah menuju pohon untuk mengamati pertarungan antara spirit beast tingkat tinggi dengan gadisnya , dia sudah menebak kalau gadisnya pasti akan menang.


Ini memang sudah perjanjian dari awal jikalau dia tidak akan mengganggu penjelajahan gadisnya untuk mencari pengalaman.


Groaaarrrhhh


Spirit beast itu tampak mengamuk sedangkan Fu chan sendiri masih berdiri tegak dengan menatap pemandangan di hadapanya datar.


Ya, dia akan datar saat dengan orang asing , akan tetapi dia akan hangat dan childhis terhadap orang terdekatnya termasuk Xiao chan.


syuttt


Spirit beast ukuran gajah tersebut tampak mengayunkan tanganya untuk menginjak Fu chan yang tampak santai , hal itu terus terulang ulang hingga spirit beast tersebut geram lalu menyemprotkan racun nya yang akan melelehkan lawanya.


Brakk

__ADS_1


Suara tabrakan yang terjadi akibat racun kalajengking tersebut bertabrakan dengan pelindung tipis namun kokoh milik Fu chan.


Fu chan memang menyadari itu dari awal hingga dia dengan sigap membuat tabir pelindung dari element cahaya miliknya.


Dirasa sudah muak Fu chan mulai menggunakan element tumbuhanya untuk membuat sulur sulur penyedot inti kehidupan.


Di arahkan nya sulur sulut tersebut ke Spirit beast tingkat tinggi tersebut untuk melilit tubuhnya.


Disaat sudah terlilit diapun mulai menyerap inti kehidupan yang ada pada Spirit beast tersebut untuk menambah pertahanan fisik dirinya.


Setelah selesai di lihatnya kini Spirit beast tersebut tampak mengering.


Pandangan nya mulai mengalih pada titik di mana Xiao chan ada sekarang yang memandang nya penuh cinta.


"Ayo kita teruskan, emm mungkin kita akan ke tempat penduduk aku ingin melihat lihat" ajak nya pada Xiao chan yang di balas anggukan di sertai senyuman yang menghiasi wajahnya dia tujukan pada gadisnya.


Tangan mereka tampak bersahutan melangkah menuju tempat penduduk.


Xiao chan sendiri yang di kenal mengerikan tidak masalah toh itu yang menyentuh gadisnya bukan orang lain , jika ada orang lain maka akan langsung dia bunuh.


Dia kini terlihat sangat serasi dengan Xiao chan.


Setelah sampai dia melihat keadaan pasar yang begitu ramai penduduk yang saling mencari koin untuk kelangsungan kehidupan.


'*hei lihat bukankah mereka tampak serasi'


'hei aku yakin pasti si wanita sangat jelek hingga wajahnya di tutupi topeng'


'pakaian nya sangat aneh tapi indah'


'si laki laki tersebut sangat tampan'


'lihat si wanita sangat tidak pantas dengan si laki laki*'


Banyak sekali ejekan dan pujian untuk nya dan Xiao chan tapi tidak dia pedulikan toh tidak berguna pikirnya.


Fu cha dan Xiao chan tampak memasang wajah datar saat memasuki pasar hingga sebuah suara yang kasar menghentikan langkah nya dan Xiao chan.

__ADS_1


"Hei ****** berikan pria itu padaku" Kata kasar dari seorang wanita yang berpakaian terbuka dengan dandanan menor di wajah nya membuat Fu chan tanpa sadar menahan tawa.


Melihat wanita di depanya menahan tawa membuat gadis dandanan menor tersebut tersulut emosi.


"HEI ****** BERIKAN DIA PADAKU , APA KAU TIDAK TAU SIAPA AKU? AKU ADALAH MIN YE PUTRI DARI KAISAR" bentak nya sangat marah


Sementara para warga hanya melihat , ada yang menatap nya kasian ada yang menatap nya benci ada juga yang memprovokasi Min ye .


"kau pikir aku peduli" suara lembut mengalun dari mulut Fu chan setelah sekian lama diam.


Sementara Xiao chan hanya menatap datar.


"DASAR ****** , PRAJURIT CAMBUK DIA" perintah min ye pada prajurit dengan sangat marah , wajahnya kini mulai merah padam.


Sang prajurit yang mendapat perintah mulai maju dan mengangkat cambuk hendak mencambuk Fu chan , saat cambuk akan mengenai dirinya diapun mengangkat sebelah tanganya hingga prajurit tersebut terpental jauh menubruk teman teman nya hingga para prajurit pingsan semua.


Semua warga yang melihat tampak mulai berbisik bisik mengagumi kekuatan Fu chan yang menurut mereka sangat hebat.


Karna geram Min ye menggunakan element tanah nya , hingga terlihatlah tanah tanah yang berbentuk batu sangat padat mulai menerjang ke arah Fu chan.


Sementara kedua sejoli tersebut hanya memasang wajah datar , dan Fu chan mengangkat tanganya lagi lalu serangan tersebut berbalik menyerang Min ye yang belum sempat menghindar.


Hingga kini Min ye mulai terluka parah.


"Awas kau , akan ku adukan perbuatan mu kepada ayahku" ancam nya sambil menatap penuh kebencian kepada Fu chan.


"oh" singkat Fu chan sambil berjalan menjauh dari hadapan Min ye dengan tangan Xiao chan yang masih setia dia genggam.


"mungilku bagaimana kalau kita makan dahulu aku sangat lapar" adu Xiao chan sambil menatap ke arah Fu chan yang di balas senyum manis oleh Fu chan.


Sementara para warga yang mendengar panggilan laki laki untuk sang wanita hanya memasang wajah kaget, hei bagaimana tidak kaget? apa tadi mungil? terdengar menggelikan pikir mereka.


Sementara Fu chan dan Xiao chan hanya acuh kepada sekitar.


Update lagi:)


Jangan lupa untuk like dan komen, kalau akan kata kata kurang pantas mohon lewati saja yang para human😂✌

__ADS_1


__ADS_2