Dewi Penguasa Semesta

Dewi Penguasa Semesta
Chapter 9


__ADS_3

Fu chan pov


Kini aku dan Xiao chan sudah sampai di restoran yang aku dengar dari omongan masyarakat makanan nya sangat enak.


Aku jadi penasaran dengan itu? bukankah masyarakat zaman ini kurang pengetahuan mengenai bumbu? bagaimana bisa enak.


"Pelayan" panggil ku dari tempat duduk ku dan Xiao chan


"Iya tamu terhormat anda ingin memesan apa"


"Aku ingin berbagai makanan terenak disini , emm kamu ingin apa Chan chan?" tanyaku pada Xiao chan


"Aku mengikuti mungilku"


"Baiklah itu saja"


"Mohon di tunggu tamu terhormat" Pamitnya lalu pergi mengambil pesanan ku.


Restoran ini di disein mewah karna terdapat beberapa ukiran yang berlapis emas.


"chan chan , bagaimana kalau setelah ini kita mencari penginapan?"


"mungilku kita pesan 1 kamar saja , aku ingin tidur dengan mungilku"


Mataku langsung berkedut ngeri.


'sial aku jadi salah tingkah" rutuk ku dalam hati.


"tapi chan---" ucapanku langsung terpotong oleh suara pelayan yang mengantarkan makanan.


"Silahkan di nikmati tau terhormat" pamitnya sambil membungkuk.


Aku dan Xiao chan mulai memakan makanan ini.


Hambar dan agak asin itulah yang aku rasakan.


Apa apaan ini apakah lidah semua orang bermasalah hingga makanan *** ayam begini di bilang enak huekk pikirku.


"ada apa mungilku apakah makanan nya menurutmu tidak enak" heran Xiao chan,

__ADS_1


Mungkin karna aku hanya melihat makanan makanan ini.


"emm sebenarnya makanan ini tidak cocok untuk lidahku , kalau menurutmu itu enak makanlah" kikuk ku


"baiklah"


Setelah acara makan dan membayar makanan selesai aku dan Xiao chan kini berniat mencari penginapan namun aku kembali berfikir bukankah aku bisa tidur di dunia surga? disana juga jauh lebih nyaman dari pada disini, lagi pula aku belum melihat kelinciku.


"Chan chan bagaimana kalau kita tidur di ruang dimensi ku" bisiku karna takut terdengar banyak orang.


"Baiklah mungilku ayo" balasnya sambil menggenggam tangan ku , lalu kita berdua menghilang dari tempat tanpa di sadari banyak orang toh kalau menyadari nya aku tetap acuh.


note: roh seruling dan jing li sudah tahu kalau nama Queen di ganti menjadi Fu chan.


"FU CHAN AKU KANGEN" teriak roh seruling dan jing li sambil merentangkan tangan ingin di peluk , dan aku balas dengan pelukan erat , kami berpelukan tanpa mengindahkan tatapan permusuhan dari Xiao chan.


"MUNGILKU JAUH JAUH DARI MAHLUK RENDAH INI" Teriak Xiao chan marah sambil melayang kan permusuhan.


Sementara belakang punggung ku langsung terasa dingin saat aura membunuh milik Xiao chan mulai di keluarkan.


Aku langsung melepaskan pelukan ku dan berjalan menuju Xiao chan membujuk nya dengan mengecup seluruh wajahnya.


"Kenapa kau gemetar?"


"Fu chan apakah kau tidak tau kalau dia---" gugup jing li sementara roh bungan langsung mundur ke belakang karna takut.


Fu chan pov end


Karna takut , jing li tidak berani mengatakan hal yang lebih jauh lagi karna sudah di pelototi oleh Xiao chan, sontak hal tersebut menjadi tanda tanya di kepala Fu chan.


"Apa yang di maksud jing li chan chan?" heranku


"Belum saat nya kamu tau mungilku , kamu masih harus meneruskan penjelajahan dan aku akan senantiasa menemani mu cup" kata Xiao chan sambil mengecup kening Fu chan sayang.


"Huft baiklah , jing li dimana kelinci kelinci ku kalian merawat nya dengan baik bukan" mataku memincing penuh dengan selidik


"Tentu fu chan dia sedang berada di kebun sambil memakan beberapa tumbuhan , emm kalau begitu kalian nikmati hari hari disini saja aku akan bersantai ria dengan roh seruling" kata jing li yang hanya berani menatap Fu chan tanpa berani menatap Xiao chan.


Yang di balas anggukan oleh Fu chan.

__ADS_1


Disinilah Fu chan dan Xiao chan sekarang , menatap kearah kelinci dengan mata berbinar ah ralat hanya Fu chan sementara Xiao chan masih menatap penuh permusuhan pada kelinci malang tanpa tau dosa apa yang sudah kelinci lakukan.


Sementara para kelinci menatap dua orang di hadapan nya ngeri , mereka lebih memilih menyerahkan diri kepada Fu chan dari pada mengalami hal tidak pantas dari Xiao chan.


Fu chan langsung memilih kelinci yang paling gemuk dan di peluk nya dengan erat.


Xiao chan yang melihat itu hanya tersenyum lalu melangkah ke tempat para pepohonan buah buahan berada dan memetik apel dari pohonya lalu dia makan sambil duduk selonjoran di atas akar pohon sambil melihat begitu gembira nya gadisnya berinteraksi dengan para kelinci , dia jadi memikirkan untuk menangkap banyak kelinci dan membuat taman untuk hidup para kelinci agar Fu chan senang saat sudah menikah dengan nya , tentunya taman itu akan dia buat tertutup jauh dari jangkauan orang agar para kelinci tidak kabur.


Sementara para kelinci di seluruh dunia merasa punggung mereka terasa dingin , tapi di abaikan oleh mereka.


Tidak tahu saja saat ini ada pemimpin yang sedang merencanakan sesuatu hal buruk pada mereka.


Sementara Xiao chan sendiri langsung menelepati 2 penjaga bayangan nya untuk membuat taman dan menangkap kelinci sebanyak banyak nya.


Di Kerajaan Xiao chan sendiri para 2 penjaga bayangan nya sedang kelimpungan menuruti ke inginan junjungan mereka yang sedang merencanakan hal gila.


Di tambah lagi harus mengurus beberapa laporan dari masyakat.


Untuk Xiao chan sendiri yang tidak tahu hal itu hanya acuh toh kalaupun dia tau pasti tetap acuh.


Para penjaga bayangan sendiri sebenarnya ingin berteriak jika mereka lelah junjungan lelah.


Pada akhirnya mereka lebih memilih menuju medan perang melawan pemberontak dari pada mendapat hukuman konyol yang sialnya sangat menyakitkan harga diri dan mental mereka.


"Chan chan ayo kita makan , aku belum makan" ajak nya yang di balas anggukan oleh Xiao chan.


Kini mereka berdua sedang berada di meja makan dengan Xiao chan yang bingung dengan berbagai hidangan yang tampak menggoda di depanya itu.


Sementara jing li dan roh seruling lebih memilih menanam berbagai bibit tanaman ibat langka , rajin bukan? babu yang pintar xixixixi..


Fu chan mulai menjelaskan berbagai masakan yang ada di atas meja kepada Xiao chan.


Hingga kini mereka berdua makan di sertai Fu chan yang bertanya tentang seperti apa itu dunia luar lebih jauh.


Setelah makan dan membersihkan diri masing masing kini mereka tidur sekamar dengan wajah Fu chan yang bersembunyi di dada bidang Xiao chan yang hangat.


Awalnya Fu chan tidak mau tidur bersama akan tetapi setelah di bujuk kini dia mau dan malah semakin merapat ke dalam pelukan hangat nan nyaman Xiao chan.


Xiao chan sendiri tidak masalah dan sangat senang dengan hal itu toh dirinya juga untung.

__ADS_1


__ADS_2