Dewi Penguasa Semesta

Dewi Penguasa Semesta
Chapter 6


__ADS_3

Setelah sampai di istana , dia mulai masuk ke ruang keluarga dengan roh seruling yang setia mengekorinya.


Di ruang keluarga di lihatnya jing li tengah bersantai sambil menonton TV karna memang Queen sudah menjelaskan segala hal fungsi fungsi alat alat modern tersebut.


Jing li tampak berbaring menyamping dengan kepala di tumpu tengan mungil nya yang di tekuk setengah sambil tangan satunya menyuapkan kue coklat kesukaan nya kedalam mulut mungilnya.


Terlihat seperti bos bukan?


"jing li"


"iya Queen" jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya dari TV


"kamu sekarang punya teman"


"teman? hei yang di belakang siapa kamu" heran jing li ketika menyadari Queen nya membawa orang lain masuk eh tunggu orang lain? matanya langsung melotot ketika menyadari itu.


"hei Queen kamu membawa orang lain kesini oh tidak aku emoh berbagi" dramatis jing li


sementara Queen hanya memutar bola mata malas.


"hei dia bukan orang lain , lagian aku nemuin dia di goa dunia surga" balas Queen


sedangkan roh seruling hanya menyimak.


"ohh, baiklah terserah"


"jadi kalian haris berteman ya, ayo berteman" paksa Queen sambil mendorong roh seruling ke arah jing li.


setelah berjabat tangan dan berteman Queen dan jing li juga menjelaskan berbagai kegunaan alat alat di istana tersebut.


Lalu mereka kumpul di ruang tengah sambil memakan kue coklat di sertai canda tawa.


...----------------...


Di pagi yang cerah ini roh seruling , jing li , dan Queen tampak mulai berkultivasi.


roh seruling berkultivasi di tempat dimana Queen menemukanya , jing li berkultivasi di tengah tengah batu danau yang nyaman.


Sementara Queen sendiri awalnya berkultivasi di atas air terjun namun ketika akan menutup mata jing li menyarankan untuk berkultivasi di bawah guyuran air terjun surga.


Jadilah dia saat ini berkultivasi di bawah guyuran air terjun surga.


Dia mulai menyerap banyak energi spiritual dari air terjun surga dan dia melalui banyak sekali terobosan.


1 tahun kemudian


Jing li dan roh seruling kini sudah selesai berkultivasi mereka tidak berani melangkah menuju air terjun takut mengganggu kultivasi Queen.

__ADS_1


mereka saat ini berada di tinggkat suci akhir terkhusus untuk hewan roh dan senjata roh.


Fungsi seruling roh adalah ketika kita meniupnya dan mengalirkan energi kita sedikit saja di seruling tersebut sudah bisa menghancurkan sebuah kerajaan.


Jing li dan roh seruling menjalani hari hari dengan sangat membosankan dan terseksan malas malasan.


Saat ini mereka berada di halaman istana dengan posisi berbaring sambil memandangi langit yang tampak cerah.


"bosan , Queen lama banget" keluh jing li yang hanya di tanggapi gumam nan oleh roh seruling.


"tunggu beberapa bulan lagi mungkin Queen akan selesai berkultivasi" balas Queen


akhirnya jing li hanya bisa pasrah dengan keadaan.


1 tahun kemudian


Mata gadis cantik yang sedang berkultivasi di bawah guyuran air terjun mulai terbuka , aura yang kuat tampak memancar , setelah matanya mulai terbuka Queen pun melangkah menuju kerajaan untuk mengganti pakaian nya.


Wajahnya tampak lebih cantik , kulitnya sangat halus dan bersinar.


Tubuhnya terlihat lebih berisi dan tinggi bak gitar spanyol.



Setelah Sampai di kerajaan diapun di sambut dengan tatapan berbinar dan berbagai masakan di ruang keluarga.


"Queen sudah ku duga kau akan selesai berkultivasi hari ini, lihat aku sudah menyiapkan makanan untuk mu" ujar jing li ketika melihat Queen melangkah menuju ruang keluarga dan duduk di salah satu kursi.


"baiklah ayo ayo makan"


Mereka mulai makan dengan khitmat dan sesekali bercanda dan tertawa.


Entah kenapa kalau di sini Queen tidak bisa bersifat dingin , mungkin karna banyak nya kasih sayang dan kelucuan dengan jing li dan roh seruling.


Berbeda saat di dunia nya dulu , dia kurang mendapat kasih sayang dari orang terdekat nya.


Itupun yang memberinya kasih sayang adalah para anggota mafia nya.


Setelah selesai makan dan membersihkan diri , Queen hari ini memakai hanfu putih polos yang tampak menambah aura dan kecantikan nya.


Hari ini dia , roh seruling dan jing li sedang duduk di depan TV sambil mengobrol ngalor ngidul enggak jelas.


"emm Queen sekarang berapa umur mu? dan kamu sudah berada di tingkatan berapa? dan kapan kamu akan menjelajah di dunia luar untuk menambah pengalaman" tanya jing li beruntun


"emm umur ya? saat ini aku sudah berumur 17 tahun dan aku berada di kultivasi Imortal akhir. Dan untuk menjelajah mungkin besok dan aku akan mencari banyak kelinci putih untuk aku pelihara di sini? bagaimana menurutmu" tanya nya dengan mata berbinar. Queen memang menyukai kelinci terlebih lagi yang berwarna putih salju dia sangat menyuakainya


"ohh kalau menurutmu kamu suka pelihara saja di sini , dan selama kamu menjelajah biar aku dan roh seruling yang akan merawat nya" balas jing li

__ADS_1


"iya Queen aku bersedia merawat kelinci kesayangan mu" timpal roh seruling dengan senyum yang tulus


"aaaa terimakasih" haru Queen sambil membawa mereka kedalam pelukanya


Wajah jing li dan roh seruling tampak memerah karna ini pertama kalinya dia di peluk oleh perempuan


"Queen bagaimana kalau kita ke ruang senjata roh untuk memilih senjata mana yang cocok untukmu dan aku juga akan mengajari mu cara membuat aray kuno dari gulungan" saran jing li


Queen pun mengangguk dan kini dia dan jing menuju ruang senjata roh , untuk roh seruling sendiri dia memilih menikmati cemilan nya dan rebahan enak.


Setelah sampai di ruang senjata roh dia melihat banyak sekali berbagai senjata dan berbagai tingkatan nya mulai dari yang terendah hingga tertinggi.


BUMI , LANGIT , SUCI .


Pilihanya jatuh pada pedang berwarna hitam dengan setiap sisi kanan kiri nya berwarna putih, pedang yang berada di tingkat SUCI.



"jing li bukankah pedang ini sangat indah?" tanya Queen dengan tanganya yang menelusuri setiap jenjang pedang nya hingga tanganya tergores tajamnya pedang lalu darahnya mulai terserap oleh pedang itu


"iya Queen itu sangat indah dan Queen sepertinya saat tangan mu tergores tadi kau sudah membuat kontrak darah dengan nya" kata jing li


"kontrak darah tanpa sengaja ya , ah tidak papa aku akan menyimpan pedang ini di kamarku" ujar nya dan dalam sekejap pedang itu hilang dan langsung berada di kamarnya


"lalu bagaimana latihan membuat aray ku jing li?"


"Baiklah ayo kita memilih aray mana yang menurut kamu menarik"


Queen pun mulai memilih aray di bagian kanan ruang senjata.


Dia tertarik dengan aray kutukan.


"jing li apa itu aray kutukan?"


"aray kutukan adalah aray yang akan mengurung lawanya dalam bilar tipis lalu lawanya akan meledak di dalam bilat tersebut karna tekanan dari bilar itu. Dan untuk memasang nya perlu setengah dari energi spiritual tergantung dari lawanya" jelas jing li


"oh baiklah tapi jika aku memasang nya disini akan repot bukan? lalu jelaskan saja padaku cara memasang aray ini"


"alirkan energi spiritualmu ke gulungan tersebut lalu gumam kan mantra yang ada di balik gulungan tersebut lalu arahkan bagian depan gulungan kelawan" jelas jing li


"oh mudah ternyata baiklah aku sudah paham, aku akan istirahat dan besok aku akan menjelajah dunia ini" semangat Queen , lalu dalam sekejap dia sudah ada di kamarnya dengan element angin nya untuk menerbangkan dirinya.


Sementara jing li hanya melongo di tinggal sendirian.


'sial tuan mengapa engkau begitu membuatku menjadi budak' rutuknya sambil berjalan keluar menuju kamar nya dan istirahat.


Untuk roh seruling sendiri kini dia pun juga sedang beristirahnya kedalam mulut

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen:)


selamat membaca💜


__ADS_2