
Suatu hari di pagi yang cerah seorang gadis perempuan bernama Risa masih tertidur lelap dikamarnya, waktu menunjukan pukul 06.30 dan alarmnya berbunyi sedari tadi
Kring Kring Kring
"Hoah pukul berapa sekarang?" Ucap Risa yang baru bangun sambil memperhatikan jam
"APA SUDAH PUKUL SETENGAH TUJUH aku harus cepat cepat kalau tidak aku akan terlambat" Teriak Risa
Risapun segara mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah
♤♡♢♧
"Akhirnya hosh sampai juga hosh untung gerbangnya belum ditutup hosh" Ucapku yang masih mengatur napas setelah berlari dari asrama menuju ke sekolah. Akupun segera berjalan masuk menuju sekolah tapi langkah ku terhenti karena ada seseorang yang memanggilku
"RISA" Teriak seseorang memanggilku suarnya sangat familier di telingaku. Akupun melihat kebelakang terlihat seorang laki laki berbadan lebih tinggi dariku berlari menghampirku.
"Hanz sudah berapa kali kau hampir terlambat begini?!" Ejekku
"Mungkin sudah lebih dari lima kali" Balasnya dengan cengiran
Kamipun berjalan masuk menuju kelas
"Ngomong ngomong, kenapa kamu terlambat aku baru kali ini melihatmu hampir terlambat?!" Tanya Hanz
"Aku bangun kesiangan" Jawabku
"Wah ternyata orang sepertimu juga bisa bangun kesiangan ya hahaha" Ejek Hanz sambil mentertawakan aku. Aku yang tidak terima di ejekpun mencubit lengan Hanz
"Iya iya Risa aku tidak akan mentertawakanmu lagi" Ucap Hanz
"Bener nih" Ucapku
"Iya" Ucap Hanz
"Janji ya?" Ucapku
"Hmm.. OK" Ucap Hanz
Akupun melepaskan cubitanku dari tangannya Hanz
"Hmm.. kita sudah cukup lama berteman tapi kamu tidak pernah berhenti mengejekku dari awal kita kelas 8" Ucapku. Hanz hanya nyengir membalas ucapanku
"Padahal dulu waktu awal kamu pindah ke sekolah ini kita sama sekali tidak akrab, dan sekarang lihatlah betapa seringnya kamu mengejekku hampir tiap hari" Sambungku
"Itukan dulu waktu aku baru masuk ke sekolah ini aku harus beradaptasi dulu dan sekarang mungkin orang akan melihat kita seperti orang yang sedang berpacaran" Ucap Hanz
"Hmm.. mungkin saja orang orang menilai kita seperti itu walau kenyataanya kita hanya bersahabat" Balasku
"Memang benar kenyataanya kita hanya bersahabat tapi..." Ucap Hanz dalam hati
♤♡♢♧
"Risa!?" Ucap Hanz
__ADS_1
"Ya?"
"Apa kau lapar?" Tanya Hanz
"Lumayan sih, pagi tadi aku tidak sempat sarapan" Jawabku
"Bagaimana kalau kita mampir ke kantin dulu?" Usul Hanz
"Hmm.. OK" Jawabku
Kamipun berjalan menuju kantin. Sesampainya di kantin banyak sekali aneka ragam makanan mulai dari makanan ringan, roti bahkan makanan berat seperti bakso dan lainnya pun ada di kantin ini pokonya komplit deh. Kami gak perlu keluar sekolah lagi untuk belanja makanan waktu istirahat karena hampir semua makanan ada di kantin.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Hanz
"Aku mau roti lapis krim coklat" Ucapku dengan semangat
"Baiklah tunggu di sini sebentar" Ucap Hanz
Tak lama kemudian Hanz kembali dengan membawa roti lapis dan sandwich
"Nih roti lapisnya dan ini sandwich sebagai permintaan maaf ku pagi tadi" Ucap Hanz sambil memberikan roti lapis dan sandwich kepadaku
"Makasih Hanz, kalau kamu mau kamu bisa ambil roti lapis ini" Ucapku
"Tidak, terimakasih" Ucap Hanz
"Risa Hanz tumben sekali kalian ke kantin pagi pagi?" Ucap Dion, cowo yang seangkatan dengan kami. Badannya juga tinggi seperti Hanz.
"Tidak juga, aku hanya menemani Dion pagi ini" Ucap Fadil, dia juga cowo yang seangkatan dengan kami. Badanya tidak terlalu tinggi mungkin tingginya sama denganku.
"Risa tumben sekali kamu kekantin" Ucap Dion
"Aku tadi bangun kesiangan makanya aku ke kantin untuk membeli makanan" Ucapku
"Begitu ternyata aku baru tau seorang Risa juga bisa bangun kesiangan" Ejek Dion
"Benar sekali Dion tadi pagi aku juga berpikir begitu kita sependapat" Ucap Hanz
"Iya dong Dion gituh" Ucap Dion berbangga diri
Aku yang kesal pun pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju kelasku
"Ini gara gara kamu Hanz, Risa jadi pergi" Ucap Dion
"Bukankah yang memulai ini semua adalah kamu Dion" Balas Hanz
"Hei sudah sudah jangan bertengkar" Ucap Fadil menenangkan kedua sahabatnya tersebut
"Kalau begitu Fadil kejar Risa" Ucap Hanz
"Kenapa harus aku kan yang membuat dia kesal kalian" Ucap Fadil
"Justru karena kamu tidak bersalah, lagiankan kamu menyukainya dari awak kita masuk sekolah inikan" Ucap Dion
__ADS_1
"Iya siapa tau di juga suka denganmu" Ucap Hanz
Tanpa pikir panjang Fadilpun segera mengejar Risa
"Risa" Teriak Fadil seraya memanggilku
"Oh Fadil ada apa?" Tanyaku
"Tidak apa apa kok, aku hanya ingin ke kelas dan kebetulan aku melihatmu" Ucap Fadil
"Kata Dion dan Hanz mereka minta maaf karena telah membuatmu marah" Ucap Fadil
"Aku tidak marah kok, aku hanya kesal saja dengan mereka" Ucapku
"Lalu kenapa kamu pergi tadi?" Tanya Fadil
"Oh itu.. Aku mau ke kelas untuk menemui Saras pasti dia sudah menungguku" Jawabku
"Begitu ternyata" Ucap Fadil
♤♡♢♧
Aku pun sampai di depan kelasku yaitu kelas VIIIA, Aku harus berpisah dengan Fadil karena dia berada di kelas yang berbeda dengaku yaitu kelas VIIIB. Aku pun berjalan masuk ke dalam kelas dan kedatanganku disambut oleh Saras yang sepertinya sudah menungguku dari tadi.
"Kamu lama sekali Risa, Aku cape menunggumu" Ucap Saras
"Ya maaf deh" Ucapku
"Lagian kenapa kamu lama sekali biasanya kamu datang cepat?" Tanya Bayu
"Aku tadi bangun kesiangan" Jawabku
"Aku takut kamu kenapa napa tahu, aku mencemaskanmu" Ucap Saras
Oh ya aku belum mengenalkan mereka ya. Saras adalah perempuan yang baik tapi kadang dia bisa alay, tinggi kami hampir sama tapi tepa tinggian aku hehehe. Bagi adalah cowo yang baik tapi kadang juga bisa ngeselin seperti Hanz dan Dion. Postur tubuh Bayu mungkin hampir sama dengan Dion, mungkin ya mungkin aku tak menjamin benar atau tidaknya. Mereka berdua adalah teman masa kecilku.
"Aku tidak apa apa kok Saras" Ucapku
"Btw aku belum melihat Hanz di sekolah, apa jangan jangan dia bangun kesiangan lagi" Ucap Bayu
"Iya juga ya, aku juga belum melihat batang hidungnya hari ini" Ucap Saras
"Hm... Tadi pagi aku bertemu dengan Hanz dan kami pergi ke kantin bersama sama mungkin dia masih di kantin dengan Dion" Ucapku
Tiba tiba setelah ucapnku selesai pintu kelas terbuka nyaring dan menampakan sesosok orang yang tadi pagi mengejekku
"Apa kabar kalian semua, sepertinya ada yang sedang membicarakan gue nih" Ucap Hanz dengan bahasa yang sok gaul padahal tampangnya tidak gaul sama sekali
"GR amat lo" Ucap Saras
"Sumpah kamu benar benar alay Hanz" Ucapku
"Udah kaya bencong aja lo Hanz" Ucap Bayu dan Kami berempat pun tertawa bersama sama
__ADS_1