
Jam istirahat sudah berbunyi sedari dan kami berkumpul dikantin untuk makan bersama.
"Henym temom temin" Ucap Saras sambil menguyah daging
"Hei Saras habiskan dulu makanan dari mulutmu baru bicara!" Ucap Hanz
"Iya Saras telan dulu makananmu" Ucap Chika sambil memberikan Saras segelas air
"Hei teman teman! Bagaimana kalau kita jalan jalan bersama!?" Ucap Saras dengan penuh semangat. Setelah ucapan Saras tadi seketika semua hening tidak ada yang bersuara.
"Bagaimana?" Tanya Saras
"Aku pikir ini ide yang bagus!!" Ucap Chika
"Benarkan Chika!?" Ucap Saras
"Ku pikir tidak buruk" Ucap Dion
"Lagi pula kita sudah lama tidak jalan jalan bersama!" Ucap ku
"Benar juga, karena kita sering sibuk dengan urusan masing masing kita jarang bisa berkumpul selain di sekolah" Ucap Angga
"Pertanyaannya adalah kita akan pergi ke mana?" Tanya Hanz
"Bagaiman kalau ke Taman Hiburan!! bukankah mereka punya wahana baru" Usul Nathan
"Kereta Misteri itu kan!? aku sangat ingin mencobanya" Ucap ku
"Kalau cuma ke Taman Hiburan tidak seru!" Ucap Bayu
"Bagaimana kalau kita juga pergi ke Resto yang baru di buka itu!" Ucap Dion
"Hei Dion, isi kepalamu ternyata cuma makanan saja ya" Ucap Fadil dan kami pun tertawa.
"Kalau kita makan di Resto itu aku yang traktir deh! Kebetulan pamanku bekerja di Resto itu" Ucap Dion
"Gitu dong Dion sekali kali traktir kami" Ucap Nathan
"Tapi kalau aku punya uang" Ucap Dion, semuanya langsung menatap tajam Dion
"Bercanda kok bercanda, beneran nih aku mau traktir kalian" Ucap Dion
"Ok setelah ke Resto bagaimana kalau kita ke Pusat Perbelanjaaan!?" Ucap Saras penuh semangat dasar Saras kalau sudah bicara soal Shoping nomor satu deh dia.
"Ok" Ucap Semuanya
"Jadi bagaimana apa kalian besok bisa ikut jalan jalan!" Tanya Saras
"Tentu saja kami ikut" Ucap ku dan Nathan dengan semangat
"Hm.. besok aku tidak ada kerjaan juga di rumah, jadi aku ikut" Ucap Hanz
"Kalau Hanz ikut aku juga ikut" Ucap Dion
"Dion kamu memang harus ikut karna kamu sudah janji untuk mentraktir kami" Ucap Nathan sambil menatap tajam Dion
"Aku juga ikut" Ucap Fadil
"Aku juga" Ucap Chika
"Mungkin aku bisa ikut besok, lagian urusan osis tidak ada" Ucap Angga
"Ya sudah kalau begitu besok kumpul di alun alun ya" Ucap Saras
"Aku tidak ikut, aku besok ada jadwal piket kelas siang" Ucap Bayu
"Yasudah kalau begitu besok cukup kami berdelapan saja" Ucap Saras
"Kalau kamu tidak ikut tidak akan berpengaruh besar kok, Bayu!" Ejek Hanz
"Ya sudah" Ucap Bayu yang pura pura kesal
"Tapi Dion harus tetap mentraktirku besok di sekolah!!" Ucap Bayu
"Apa!!" Ucap Dion dan kemudian kamipun tertawa
♤♡♢♧
Keesokan harinya, kami berkumpul di alun alun.
"Sepertinya semuanya sudah hadir" Ucap Angga
"Kalau begitu ayo kita berangkat" Ucap Saras
Kamipun pergi ke Taman Hiburan menggunakan Bus kota. Kamipun duduk sesuai dengan tempat yang tertera di karcis.
__ADS_1
"Oh sepertinya kita satu kursi, Angga" Ucapku
"Ya sepertinya begitu" Ucap Angga
Satu kursi cukup untuk dua orang saja jadi kami saling berpisah. Chika duduk dengan Hanz, Saras duduk dengan Nathan, Fadil duduk dengan Dion, sedangkan Aku duduk dengan Angga tapi tempat duduk aku dan Angga sangat jauh dari teman teman yang lain, jadi kalau kami berbicara mereka tidak akan dengar.
"Hei Risa" Ucap Angga sambil melihat pemandangan dari kaca
"Ada apa?" Tanyaku
"Apa kamu pernah menyukai seseorang?" Tanya Angga
"Menyukai seseorang ya? Hm.. Aku tidak tau" Ucap ku
"Apa kamu punya orang sangat berarti dalam hidupmu?" Tanya Angga
"Tentu saja aku punya!" Ucap ku
"Siapa orangnya?" Tanya Angga
"Orangnya adalah kalian. Kalian sangat berharga dalam hidupku aku tidak ingin kehilangan kalian, aku sangat menyayangi kalian" Ucapku tersenyum
"Risa aku ingin bertanya serius kali ini" Ucap Angga sambil menatapku
"Sebenarnya ada apa Angga?" Tanya Angga
"Tidak apa apa aku hanya penasaran" Jawab Angga
"Risa, Bagaimana perasaanmu kalau ada orang yang menyukaimu?" Tanya Angga matanya terlihat sangat serius, karena di tatap begitu aku pun tersipu
"Eh perasaanku ya? Mungkin aku akan senang" Jawab ku
"Kalau begitu misalnya orang yang menyukaimu itu adalah orang yang sering berada di dekatmu bagaimana kah perasaanmu?" Tanya Angga suaranya lebih tinggi dari tadi dan sepertinya teman temanku bisa mendengarnya
"Ya selama aku tidak tahu dia menyukaiku mungkin aku akan bersikap biasa biasa saja" Ucapku
"Kalau kamu tahu dia menyukaimu?" Ucap Angga sambil kembali melihat jendela
"Ya mungkin saja aku akan malu kalau berada di dekatnya" Ucap ku
"Begitu ya!" Ucap Angga kemudian dia tersenyum
"Sebenarnya apa tujuanmu menanyaiku begitu? Itu sangat memalukan tahu" Ucapku
dan bis pun berhenti menandakan tujuan kami telah tiba, dan kami pun turun dari bus.
"Jadi begitu ternyata.." Ucap Angga dalam hati
♤♡♢♧
"Taman Hiburan kami datang!!" Ucap Saras dan Nathan bersamaan, kami pun membeli tiket dan masuk ke dalam Taman Hiburan
"Hei hei jadi permainan apa yang akan kita mainkan?" Tanya Saras yang sepertinya tidak sabar
"Bagaimana kalau Kereta Misteri" Ucap Nathan
"Bagus ayo kita pergi ke kereta Misteri" Ucap Saras berlari menuju wahana kereta misteri di ikuti oleh Nathan
"Sepertinya mereka berdua sangat bersemangat ya" Ucap Chika sambil menatapku, Aku hanya mengangguk membenarkan ucapan Chika
"Kalau begitu kita juga harus mengikuti mereka" Ucap Hanz
Kami menaiki bermacam macam wahana dan itu sangat menyenangkan
"Teman teman bagaiman kalau kita menaiki ini?" Tanya Saras sambil menunjuk wahana RolleCoster. Aku pun bergedik ngeri
"Aku tidak ikut aku mau membeli Kroket" Ucapku
"Kalau begitu kita berenam saja yang naik" Ucap Dion
"Risa tunggu kami ya" Ucap Saras sambil berjalan mengantri untuk bermain
Akupun pergi membeli Kroket tetapi saat aku berjalan menuju tempat pembelian ada seseorang yang menabrakku dan aku pun hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak menahanku
"Risa kamu tidak apa apa?" Tanya Hanz yang baru kembali dari toilet
"Aku tidak apa apa" Mata kami pun bertemu dan kami saling memandang dalam waktu yang cukup lama
Deg "Kenapa jantungku berdetak lebih cepat" tanyaku dalam hati
Hanz pun segera membantu aku berdiri
"Terima kasih Hanz, kalau kamu tidak ada mungkin aku sudah terjatuh" Ucapku
"Tidak apa apa kok" Ucap Hanz
__ADS_1
"Oh ya kamu mau kemana? Kenapa tidak ikut yang lain?" Tanya Hanz
"Oh aku mau membeli Kroket" Jawabku
"Ya sudah kalau begitu biar aku temani" Ucap Hanz
Kamipun pergi ke tempat penjualan untuk membeli Kroket
"Nih Hanz kroketnya enak tau" Ucapku sambil memberikan Hanz kroket
"Makasih" Ucap Hanz sambil mengambil kroket itu dari tanganku
"Benar ini sangat enak" Ucap Hanz
"Sudah ku bilangkan" Ucapku
"Risa Hanz bagaimana kalau kita lansung ke Pusat Perbelanjaan saja soalnya waktunya mepet" Ucap Saras
"Yasudah kalau begitu" Ucap Hanz
Kamipun berangkat menuju Pusat Perbelanjaan
♤♡♢♧
Kami sampai di Pusat Perbelanjaan dan entah mengapa tiba tiba rasa lelah kami di Taman tadi hilang secara tiba tiba
"Oh ya karna pusat perbelanjaan ini luas bagaimana kalau kita berpencar" Ucap Nathan
"Baiklah, Aku, Fadil, Risa, dan Chika akan pergi ke atas" Ucap Angga dan kami bertigapun hanya mengikuti Angga
"Ya sudah tidak ada pilihan lain bagaiman kalau kita ke Game Canter?" Ucap Saras
"Ayo" Ucap Nathan
"Hei Angga sebenarnya kita mau kemana?" Tanyaku
"Toko Buku" Ucap Angga
"Wah pas sekali aku ingin membeli beberapa buku" Ucapku
Sesampainya di Toko Buku
"Wah ada banyak sekali pilihan bukunya" Ucapku
"Hei Risa, Aku mau ke toilet sebentar" Ucap Chika
"Perlu aku temani?" Tanyaku
"Tidak perlu aku bisa sendiri kok" Ucap Chika dan pergi ke toilet
"Risa Fadil" Ucap Angga memanggil kami
"Ada apa Angga?" Tanya Fadil
"Aku ada keprluan mendadak di sekolah, maaf tapi aku harus pergi" Ucap Angga dan berlari pergi keluar
"Kamu ingin membeli buku apa Risa?" Tanya Fadil
"Hm.. mungkin buka Manga" Ucapku
"Kalau begitu aku akan pergi ke sana" Ucapku
"Risa awas" Ucap Fadil
"Ap-" Jika saja Fadil tidak menarikku mungkin aku sudah terjatuh karena di tabrak anak kecil yang sedang berlari
"Makasih Fadil tapi" Ucapku dan wajahku menempel di dadanya Fadil
"Kenapa Jantunku berdetak cepat dan juga sepertinya Fadil juga merasakan hal yang sama denganku" Ucapku dalam hati
"Oh nak tante minta maaf atas kelakuan anaknya tante" Ucap Ibu dari anak tersebut
"Tidak apa apa Tante" Ucap Fadil dan Tente itu pun pergi meninggalkan kami
"A-ano Fadil" Ucapku
"Oh ya maaf" Ucap Fadil dan melepaskan aku
"I-iya tidak apa apa kok" Ucapku
"Kenapa jantungku ini masih berdetak cepat" Batinku
"Risa Fadil bagaimana kalau sekarang kita pulang?" Tanya Chika yang baru kembali dari Toilet
"Ide yang bagus, aku sudah sangat lelah hari ini" Ucapku
__ADS_1
Dan kami pun pergi pulang