
Ting tong ting tong
Tak terasa bel masuk sudah berbunyi kami pun duduk di bangku masing masing. Tapi sepertinya ada yang kurang aku pun mengamati sekitar dan menemukan kejanggalannya, ternyata sahabatku Angga yang duduk di depanku belum masuk ke kelas. Apa yang membuat Anngga terlambat ya? Biasanya dia datang cepat. Aku yang bingungpun bertanya dengan Hanz yang duduk di sebelah kiriku.
"Hanz" Panggilku
"Ada apa?" Tanya Hanz
"Apa hari ini kamu melihat Angga?" Tanyaku balik
"Sepertinya aku belum melihat Angga pagi ini! Kenapa?" Ucap Hanz
"Angga belum datang, biasanya dia tidak pernah datang terlambat!" Jelasku
"Benar juga ya! Mungkin dia ada urusan keluarga mendadak kali" Ucap Hanz
"Hmm.. Bisa jadi sih" Ucapku
Setelah itu guru mapel pun masuk ke kelas kami. Ibu guru masih sibuk mengabsen siswa siswi tapi tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kelas kami.
Tok tok tok
"Masuk" Ucap Bu guru, Mely
Ternyata itu adalah Angga, tapi kenapa dia terlambat.
"Permisi bu" Ucap Angga
"Ya ada apa Angga?" Tanya Bu Mely
"Saya ke sini ingin memanggil Risa, untuk rapat osis bu" Jelas Angga
"Oh begitu, kalau begitu Risa silahkan kamu ke ruang osis bersama Angga" Ucap Bu Mely
"Iya Bu" Ucapku dan segera menghampiri Angga ke luar kelas
♤♡♢♧
"Angga ku pikir kamu telat" Ucapku
"Tidak pagi tadi aku di suruh ke ruang osis jadi aku tidak ada di kelas. Dan sekarang aku juga harua memanggil Nathan" Ucap Angga
Angga ini adalah sahabatku sekaligus sepupuku loh dia cowo yang baik, pintar tapi dia tidak mengakui kepintaranya sama kaya aku. Tapi dia lebih rendah dari aku, mungkin karena itu dia lebih banyak diam dan dia sering di ejek oleh siswa siswi lainnya karena postur tubuhnya itu, tapi semenjak dia terpilih menjadi Ketua Osis tidak ada yang berani lagi mengejeknya.
"Risa tunggu sebentar disini aku akan memanggil Nathan" Ucap Angga setelah kami sampai di depan kelas Nathan kelas VIIIB, sebenarnya kelas VIIIA bersebelahan dengan kelas VIIIB jadi kami tidak perlu berjalan jauh untuk ke kelasnya Nathan.
__ADS_1
Tak terasa ternyata Angga telah selesai memanggil Nathan
"Halo Risa" Sapa Nathan
"Halo juga Nathan"
Nathan juga sahabatku sekaligus sepupuku, jadi Aku, Angga dan Nathan bersepupu kami sering jalan jalan bersama waktu liburan. Nathan ini tingginya hampir sama denganku, dia cowo yang baik tapi ya sama seperti Hanz dia juga kadang bisa ngeselin. Dibandingkan dengan Angga, Nathan ini lebih banyak bicara makanya dia punya banyak teman di sekolah bahkan beberapa cewe ada yang mengidolakan Nathan hanya gara gara dia itu baik ke semua orang, kecuali para sahabat dan sepupunya mungkin.
Kami pun berjalan menuju ke ruangan Osis
"Oh ya Angga" Ucap Nathan
"Apa?" Tanya Angga
"Apa Joshua sudah di ruangan Osis? Aku tidam melihatnya di kelas hari ini" Ucap Nathan
"Dia sudah di ruang Osis dan sekarang dia menunggu kita" Ucap Angga
Oh ya jabatan Nathan di Osis adalah Bendahara dan dibantu denganku sebagi Sekretaris Osis. Dan karena jabatan Angga adalah Ketua Osis dan Wakilnya adakah Joshua jadi mungkin kami berempat yang paling sibuk kalau ada kegiatan dan acara Osis. Aku bingung kenapa hampir satu sekolah ingin jadi anggota Osis mereka pikir jadi osis itu enak bolos pelajaran, menurutku jadi osis itu justru bisa mengurangi nilai karena kami sering rapat waktu jam pelajaran sibuk ngurusin inilah itulah, pulang paling akhir bahkan terkadang bisa lembur. Cape jadi Osis ingin aku memberikan jabatanku kepada mereka yang mau tapi tidak bisa karena Anggota Osis di pilih oleh Kepala sekolah dan Guru BK(Bimbingan Konseling).
Kamipun tiba di Ruang Osis dan saat kami masuk terlihat Joshua yang sibuk membaca berkas berkas Osis.
"Oh kalian selamat pagi!" Sapa Joshua
"Pagi juga Joshua" Balasku dan Nathan bersamaan dan kami pun duduk di tempat kami masing masing
"Oh ya.. Sepertinya ada hal serius, karena hanya kita yang ada di ruangan ini?!" Ucap Nathan
"Aku juga sempat berpikir begitu" Ucapku
"Jadi begini" Ucap Angga sambil mengambil napas
"Sebenarnya Kepala sekolah ingin kita mengadakan lomba untuk semua kelas VIII" Jelas Angga
"Lomba apa?" Tanyaku
"Itu dia masalahnya, Kepala Sekolah menyuruh kita untuk membuat lombanya katanya lombanya terserah kita saja asalkan semuanya ikut dan kalau bisa lombanya itu mengasah otak para siswa siswi" Jelas Joshua
"Jadi kita disini untuk memikirkan lomba seperti apa yang akan kita buat?" Tanya Nathan
"Ya begitulah" Ucap Angga
"Tapi menurutku kalau kita juga ikut lomba bukan kah itu curang?" Ucapku
"Kenapa bisa?!" Tanya Nathan
__ADS_1
"Karena kita yang membuat lomba ini dan kita juga yang mengikutinya tentu saja, bukankah kita di untungkan?!" Jelasku
"Benar juga ya!" Ucap Angga
"Dan juga kalau kita mendapatkan nilai tertinggi para siswa siswi pasti langsung mencurigai kita" Ucap Joshua
"Kalau begitu kita tinggal mengungkapkan hal ini kepada Kepala sekolah dan urusan ini selesai" Ucap Nathan bersemangat
"Ada beberapa masalah lagi!!" Ucap Angga
"Apa lagi?" Tanya ku dan Nathan
"Walaupun lomba itu semisal di buat oleh para dewan guru, biaya perlombaan itu Osis yang menanggung sedangakan.." Ucap Angga sengaja memotong kalimatnya
"Sedangkan pemasukan Osis bulan ini sangat sedikit di karenakan kita baru saja bulan tadi mengadakan Acara Amal" Sambungku
"Memang benar uang Osis sekarang bisa di bilang kritis dan juga kita tidak tau berapa biaya yang akan di perlukan untuk lomba tersebut" Ucap Nathan
"Kalau begitu kita adakan penggalangan dana saja!" Ucap Joshua
"Apa tujuanmu Joshua?" Tanya Angga
"Kan lomba ini di adakan untuk semua kelas VIII yang ada di sekolag ini, jadi kita adakan penggalangan dana di setiap kelas VIII, mungkin ini bisa menambah biaya perlombaan lagian mereka pasti ingin ikut lomba dan bersenang senang" Terang Joshua
"Jadi begitu kalau mereka tidak bayar berarti tidak bisa ikut lomba" Ucap Nathan
"Kalau begitu mungkin saja kan banyak yang tidak ikut lomba hanya karena biayanya" Ucap Angga
"Kalau begitu biayanya suka rela saja per orang bagaimana? Dan agar mereka tidak ada yang dua kali membayar kita lakukan seperti mendaptar, bagi yang sudah bayar namanya akan di tulis jadi kita tahu siapa saja yang tidak bayar dan yang sudah bayar" Ucapku
"Hmm.. Ide bagus" Ucap Angga
"Tidak buruk" Ucap Joshua
"Kau hebat Risa sepertinya aku akan menyukaimu" Teriak Nathan dengan penuh semangat
"Walaupun kamu menyukai Risa nanti, kamu tidak bisa menikah dengannya karena kita bertiga berkeluarga" Ucap Angga
"Masa kamu menyukai sepupumu sendiri Nathan" Ucap Joshua
"Tidak akan kubiarkan kamu merebut Risa dariku karena aku sudah menyukainya dari awal kelas VIII" Ucap Joshua dalam hati
"Ya enggaklah aku kan cuma bercanda" Ucap Nathan
"Tapi kenapa jantungku berdetak sangay cepat saat aku berada di samping Risa" Ucap Nathan dalam hati
__ADS_1
Aku hanya tertawa mendengarkan candaan merekam kurasa aku tidak keberatan menjadi anggota Osis kalau bersama mereka