
Keesokan harinya...
"Hoah aku tidur nyenyak sekali!" Ucap Nathan yang baru bangun tari tidur dan memperhatikan sekitar
"Risa sudah tidak ada di tempat tidur mungkin dia sekarang sedang menyiapkan makanan dan anak ini masih tertidur" Ucap Nathan sambil memperhatikan Angga yang masih tertidur nyenyak. Nathan pun segera mandi dan mempersiapkan diri dan menuju dapur untuk sarapan
"Nathan dan Angga belum bangun juga mungkin mereka kelehan karena menjaga aku" Batinku dan terdengar suara seseorang berjalan menuju dapur
"Oh? pagi Nathan" Ucapku yang masih menyiapkan sarapan
"Pagi, sepertinya kamu sangat bersemangat hari ini?!" Ucap Nathan
"Tentu saja hari ini kita kan mengadakan lomba! Oh ya bisakah kamu membangunkan Angga?!" Ucapku
"Tidak masalah" Ucap Nathan sambil berjalan menuju kamar
"Angga bangun" Teriak Nathan tapi itu tidak berlaku dan Angga masih saja tertidur
"Anak ini, aha aku ada ide!" Ucap Nathan kemudia dia menyeringai. Nathan pun mendekati Angga dan berbisik
"Angga ada Chika kalau kamu tidak bangun Chika pasti tidak akan menyukaimu" Bisik Nathan
"Apa kenapa kamu tidak memberitahuku?!" Teriak Angga yang baru bangun
"Hahahaha kamu mudah sekali di tipu Angga hahaha" Ejek Nathan sambil mentertawakan Angga
"Dasar Nathan awas saja" Ucap Angga geram
"Kalian berdua ayo segera sarapan, lalu kita berangkat sekolah. Dan Angga cepat mandi hari ini jadwal kita sangat padat" Ucap ku dan Angga pun segera mandi dan mempersiapkan diri
♤♡♢♧
"Huh dasar Angga, di sekolah sok cool" Ejek Nathan dalam perjalanan kami berangkat ke sekolah
"Berisik" Balas Angga
"Aku bingung kenapa kamu bisa terpilih menjadi ketua Osis?!" Ucap Nathan
"Mana ku tau" Ucap Angga
"Hei kalian hentikan" Ucapku melerai Nathan dan Angga. Tidak terasa kami sudah sampai di sekolah
"Setelah kalian menaruh tas kalian segeralah menuju ruang Osis" Ucap Angga sambil berjalan duluan
"Semoga lomba nanti menyenangkan ya!" Ucapku sambil tersenyum kepada Nathan
"I-iya juga ya" Ucap Nathan
"Kenapa jantung ku berdetak lebih cepat? Ini tidak beres" Batin Nathan
Akupun sampai di kelas dan meletakkan tas ku di kursi setelah itu aku bersiap siap ke ruang Osis jika saja seseorang tidak menghentikanku
"Risa kamu sudan baikan?" Tanya Saras yang baru datang
"Iya, tenang saja" Ucapku
"Syukurlah" Ucap Saras
"Oh ya aku mau ke ruang Osis dulu nanti kita bertemu lagi saat lomba ya" Ucapku setelah itu aku berjalan pergi meninggalkan kelas
"Ok hati hati" Ucap Saras
Sesampainya di ruang Osis
"Kamu lama sekali!!" Ucap Angga
"Apa kamu tidak tahu?!, aku sudah berusaha secepat mungkin untuk bisa sampai ke sini" Ucapku
"Terserahmu saja, Dimana Nathan?" Tanya Angga
"Bukankah dia seharusnya sudah di sini?" Tanyaku balik
__ADS_1
"Hai kalian semua maaf karena aku terlambat" Ucap Nathan
"Sekarang cepat selesaikan tugas kalian sebelum acara lomba di mulai!!" Perintah Angga
"Baik" Ucapku dan Nathan segera berusah mengerjakan tugas tugas kami
♤♡♢♧
"Ehem pengumuman kepada seluruh siswa siswi kelas VIII harap segera berkumpul di lapangan sepak bola, sekali lagi kepada seluruh siswa siswi kelas VIII harap sesegeranya berkumpul di lapangan sepok bola, Terima Kasih"
Semua siswa siswi kelas VIII pun segera pergi menuju lapangan sepak bola
"Baiklah terimakasih karena telah berkumpul di lapangan sepak bola bapak akan memberitahukan aturan lombanya" Ucap Pak Toto
"Satu kelompok terdiri dari 5 orang, bapak yang sudah membagikan orang orangnya" Seketika semua murid langsung riuh
"Harap tenang bapak akan memberitahukan aturannya tolong di ingat baik baik, kalian haru menemukan harta karun kalian bisa mencari petunjuk untuk mendapatkan harta karun tersebut, setelah kalian menemukannya kalian harus segera melapor ke ruang guru" Ucap Pak Toto
"Baiklah untuk mengetahui siapa saja anggota kelompok kalian, kalian bisa melihatnya di papan informasi. Waktu kalian adalah sampai pukul dua belas siang, kalian bisa mencari petunjuk di kawasan yang masih terdapat dalam peta sekolah, Baiklah tanpa berpanjang lebar lagi bapak umumkan lomba DIMULAI" Semua siswa siswi langsung berhambur menuju papan informasi
"Bagaimana dengan kita? Kita juga harus segera pergi ke papan informasi" Ucap Nathan
"Tenang saja aku sudah melihat lebih awal tentang pembagian kelompok ini" Ucap Angga
"Bagaimana bisa?" Tanya Saras Nathan dan Dion bersamaan
"Kan aku ketua Osis setiap hari aku harus memeriksa informasi apa saja yang di tempel di papan informasi" Jelas Angga
"Jadi intinya kamu sudah tahu kita ikut kelompok siapa?" Tanya Hanz
"Tentu saja" Ucap Angga
"Nathan Saras Dion Bayu dan Hanz, kalian berlima satu kelompok" Ucap Angga
"Kalian berempat sisanya sati kelompok denganku" Sambung Angga
"Entah kenapa aku merasa kesal" Ucapku
"Kenapa aku selalu satu kelompok dengan Angga, kami satu kelas, setelah itu sering ikut lomba yang sama, terus kami juga Osis, kenapa hal seperti ini bisa terjadi?" Ucapku
"Hei memangnya aku juga mau selalu bersamamu?" Ucap Angga
"Hei Angga bukankah kamu semalam-" Ucapan Nathan terpotong
"Cukup ini bukan waktunya bertengkar sekarang saatnya kita untuk mencari petunjuk" Ucap Joshua
"Aku setuju, baiklah yang satu kelompok denganku ayo kita bergerak" Ucap Angga. Setelah itu aku Angga Chika Joshua dan Fadil pergi meninggalkan mereka berlima
"Kita juga tidak boleh diam saja kita harus bergerak" Ucap Nathan
"Joshua apa kamu punya rencana?" Tanya Angga
"Pertama tama kita harus mencari petunjuk baru kita pergi ke pos" Ucap Joshua
"Tapi Joshua kamu kan tahu sekolah ini besar bagaiman kita bisa tahu di mana petunjuk itu berada?" Ucap Chika
"Tenang saja, Risa" Ucap Joshua
"Apa?" Tanyaku
"Apa kamu membawa buku catatanmu?" Tanya Joshua
"Catatan apa?" Tanyaku balik
"Buku menggambarmu" Ucap Joshua
"Oh itu, aku menaruhnya dalam tas" Ucapku
"Kalau begitu tujuan kita sekarang ke kelas VIIIA" Ucap Joshua dan berjalan pergi
"Apa rencananya?" Ucap Angga
__ADS_1
"Aku tidak tahu tapi mungkin kita memang harus mengikutinya" Ucap Fadil
Kamipun pergi menuju kelas VIIIA setibanya di sana aku mengambil buku menggambarku dan memberikannya kepada Joshua
"Untung kamu tidak membuangnya" Ucap Joshua sambil melihatkan gambaran yang ku buat
"Ini peta sekolah" Ucap Fadil
"Tepat sekali dengan ini kita bisa memprediksi dimana petunjuknya berada" Jelas Joshua
"Begitu rupanya" Ucapku
"Apa kalian ada saran tempat?" Tanya Joshua
"Kalau begitu kenapa kita ke ruang pengwasan sajakan disana banyak kamera" Ucap Angga
"Tunggu apa lagi kita harus segera berangkat karena letaknya jauh dari sini kita harus cepat sebelum yang lain menemukannya terlebih dahulu" Ucap Joshua dan kami segera bergerak menuju ke ruang pengawasan
"Sekarang mari kita lihat apakah ada yang berbeda dengan tempat tempat di sekokah" Ucap Joshua
"Bagaimana kita bisa tahu kalau ada yang berbeda?" Tanya Chika
"Tenang saja tempat itu pasti tidak akan mudah di jangkau, dan pasti para murid tidak mengetahui tempat tersebut" Ucap Angga
"Menurutku dari peta ini hanya ada dua tempat yang banyak para murid tidak ketahui" Ucap Fadil
"Di mana itu?" Tanyaku penasaran
"Taman belakang sekolah dan tempat memasak" Ucap Fadil
"Fadil apa kamu bercanda orang orang pasti tahu Taman belakang sekolah" Ucapku
"Tidak aku saja tidak tahu kalau ada taman belakang" Ucap Angga
"Kalau begitu kita berpencar saja" Ucap Joshua
"Tidak perlu karena jika kita masuk ke ruang memasak di kantin kita bisa langsung ke taman belakang tanpa ketahuan siswa lain" Ucap Fadil
"Fadil dari mana kamu tahu semua ini" Ucapku
"Aku sering memperhatikan bibi kantin ketika menemani Dion, aku hanya bingung di mana bibi itu bisa membuat makanan sebanyak itu" Ucap Fadil
"Ku pikir para Osis tahu adanya Taman belakang" Ucap Fadil
Kami berempat yang adalah anggota Osis hanya mengelengkan kepala
"Kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita pergi" Ucap Fadil
Kami tidak menemukan apapun di ruang memasak jadi kami segera pergi ke taman belakang
"Kira kira di mana ya?" Tanya Chika
"Eh apa itu ada tulisan" Ucapku
"Selamat kalian telah menemukan Harta karunnya bawalah ini ke ruang Guru dan jangan di buka sebelum kalian memberitahu para guru" Ucapku membaca tulisan tersebut dan mengambil sebuah kado
"Kalau begitu tunggu apa lago kita harus segera membawa tulisan dan kado ini ke ruang guru" Ucap Angga
Sesampainya di ruang guru
"Bagus kalian sudah menemukannya, sekarang kalian bisa lihat apa yang ada di dakam kotak tersebut!" Ucap Pak Toto
Kami pun segera membuka kotak tersebut dan menemukan 5 buah gantungan kunci berbentuk beruang
"Kalian bisa mengambilnya" Ucap Pak Toto
"Terimakasih pak" Ucap kami berlima
"Dengan ini bapak nyatakan lomba sudah berakhir" Ucap Pak Toto di mic pengumuman
Kami pun senang atas kerja keras dan kerja sama kami untuk mendapatkan harta karun ini memang isinya tidak mewah tapi kamu sangat senang dan puas
__ADS_1