
2 hari setelah perlombaan kelas VIII kemarin, Dion sering kali terlihat murung itu sangat aneh mengingat kelakuannya yang ceria dan suka sekali mengejek Risa dan yang lain. Dion yang biasanya tiap pagi selalu ke kantin, sekarang tidak ada lagi setiap pagi terlihat di kantin. Kami semua bingung dengan perubahan Dion, kami sudah sering bertanya dengannya dua hari ini kenapa dia murung tetapi Dion hanya menjawab "Aku tidak apa apa" hal itu justru membuat kami khawatir, kamipun menyusun rencana agar Dion bisa kembali seperti biasanya.
♤♡♢♧
"Ayo kita jalankan rencananya, semua stand by di tempat masing masing" Ucap Angga dan kami pun pergi ke tempat kami masing masing
Fadil dan Hanz pun berjalan mendekati Dion
"Halo Dion apa kamu lapar?" Tanya Fadil
"Tidak" Ucap Dion
"Hei Dion kalau kamu ada masalah cerita sama kami" Ucap Hanz
"Aku tidak ada masalah" Ucap Dion
"Tapi kenapa kamu terlihat murung?" Tanya Fadil
"Itu membuktikan kalau kamu punya masalah" Ucap Hanz
"Sudah ku bilang tidak ada" Ucap Dion setelah itu dia pergi meninggalkan Hanz dan Fadil
"Mau kemana dia?" Tanya Hanz
"Mana ku tau" Balas Fadil
"Kita tidak bisa mengikutinya langsung, dia pasti curiga dengan kita kalau kita mengikutinya" Ucap Hanz
"Jadi bagaimana kalau kita pergi ke Kantin?" Ucap Fadil
"Ayo" Ucap Hanz dan mereka berduapun berangkat ke kantin
"Semoga aku bisa menenangkan pikiranku di sini" Batin Dion
Dion pun masuk ke ruangan tersebut
"Permisi" Ucap Dion dan melangkah masuk
"Oh Dion ternyata bagaimana kabarmu?" Tanya ku
"Baik seperti biasa, ngomong ngomong kenapa kamu ada di perpus?" Tanya Dion dan kemudia dia duduk di kursi pojok ruangan dekat dengan tempatku berdiam
"Hari ini adalah jadwalku menjaga perpus" Jawab ku
"Oh begitu" Ucap Dion sambil memperhatikan buku buku yang ku rapikan
"Kamu ke sini mau apa?" Tanya ku setelah selesai merapikan buku dan berjalan mendekati Dion
"Menenangkan pikiran" Jawab Dion
"Jadi kamu kesini tidak berniat membaca buku?" Ucap ku
__ADS_1
"Tidak aku tidak terlalu suka membaca" Ucap Dion
"Kalau begitu kamu mungkin suka membaca buku ini" Ucap ku sambil memberikan buku kepada Dion
"Buku apa ini?" Tanya Dion sambil memperhatikan buku yang ku berikan padanya
"Ini adalah manga, komik remaja" Jawab ku
"Sebenarnya itu adalah manga romance kesukaanku, tapi mungkin dengan membaca itu dia bisa tenang dan menceritakan masalahnya" batinku
"Kamu menyuruhku membacanya?" Ucap Dion membuka dan mulai membaca komik tersebut
"Iya, mungkin pikiranmu bisa tenang setelah membacanya" Ucapku sambil tersenyum
"Pantas saja Fadil dan Hanz menyukai Risa dia anak yang baik" batin Dion dan tersenyum
"Ngomong ngomong apa perpus selalu sepi?" Tanya Dion
"Ya begitulah jarang sekali perpus ramai, karena para siswa siswi tidak terlalu suka membaca disini, mereka lebih suka meminjamnya kemudia membacanya di rumah" Jelasku
"Hei Risa bisa aku meminjam buku ini?" Tany Dion dan menatapku dengan serius
"Ya kamu bisa meminjamnya kebetulan itu adalah manga punyaku" Jawabku
"Begitu jadi kamu selalu membawa buku beginian setiap jadwal kamu menjaga perpus" Ucap Dion menyeringai
"Ya kan tidak masalah juga lagian buku itu untuk menikmati suasana yang sepi ini, dan juga apa maksudmu dengan buku beginian itu adalah manga romance favoritku" Ucap ku
"Apa apaan itu?" Ucapku dengan suara yang mulai meninggi
"Hei ini adalah perpus tidak boleh berisik" Ucap Dion dan menempelkan jari telunjuknya ke bibirku
"Masa penjaga perpus berteriak di ruang perpus bukankah itu contoh yang tidak baik apalagi kamu anggota Osis" Ucap Dion kemudian melepaskan jarinya dari bibirku
"Hah sebenarnya yang memulai ini semua siapa?" Ucap ku mulai kesal
"Kamu sangat lucu kalau lagi kesal" Ucap Dion mencubit hidungku
"Dion berhentilah menggodaku" Ucap ku kemudian melepaskan cubitan Dion
"Karena kamu membaca buku romance, apakah kamu pernah menyukai seseorang?" Ucap Dion
"Sepertinya aku belum pernah menyukai seseorang! kenapa?" Tanya ku
"Tidak karena kamu membaca buku ini berarti kamu tahu tanda tanda kalau seseorang sedang jatuh cinta" Ucap Dion
"Aku tidak terlalu memperdulikan seseorang, karena itu urusan mereka masing masing dan tidak ada kaitannya denganku kan" Ucap ku
"Benar juga ya" Ucap Dion
"Dan sepertinya kamu sudah kembali seperti biasa" Ucap ku tersenyum
__ADS_1
"Apa?" Ucap Dion
"Kamu sudah seperti Dion yang biasanya yang selalu ceria dan mengejekku" Ucap ku
"Memangnya aku yang tadi itu seperti apa?" Tanya Dion
"Dion yang akhir akhir ini selalu kelihatan murung dan tidak ceria aku hampir tidak menganali Dion yang seperti itu. Dan sekarang kamu sudah menjadi Dion yang aku kenal mungkin itu berkat buku Romance" Ucapku
"Jadi sepertinya kamu sudah tahu apa masalahku?" Tanya Dion
"Tentu saja, kamu pasti sedang jatuh cinta pada seseorang dan tidak berani mengungkapkannya kan" Bisikku di telinga Dion
"Apa!" Ucap Dion dengan nada tinggi
"Hush kan kamu sendiri yang bilang di perpus tidak boleh berteriak" Ucap ku dan meletakkan jari telunjukku di bibirnya
"Sepertinya kamu sedang menggodaku" Ucap Dion melepaskan jari telunjukku dar bibirnya dan menggenggam tanganku
"Aku tidak tahu, mungkin karena pangaruh buku itu" Jawab ku
"Jadi kira kira siapa orang yang saat ini aku sukai?" Tanya Dion
"Entahlah, kan aku sudah bilang itu urasan mereka masing masing dan tidak ada kaitannya denganku" Jawabku
"Sepertinya kamu benar" Ucap Dion
"Dion?" Ucapku
"Apakah kamu menyukai-" Ucapku sengaja menghentikan ucapanku
"Menyukai apa?" Tanya Dion
"Apa yang dipikirkan apakah dia tidak tahu kalau jantungku sekarang berdetak kencang dan tanganku mulai berkeringat, tunggu tanganku MASIH MENGGEMGAM TANGANYA" Batin Dion
"Tidak Risa ini tidak seperti yang kamu pikirkan" Ucap Dion tiba tiba dan melepaskan genggaman tangannya dengan tanganku
"Aku hanya berpikir kamu menyukai buku itu" Ucap ku
"Eh" Ucap Dion yang kaget
"Kami bisa menyimpan buku itu kok, aku masih punya satu kok di rumah" Ucapku
"Terima kasih Risa, Aku sangat menyukai buku ini aku akan meniramannya dan menjaganya sebaik baiknya" Ucap Dion
"Iya, Tidak masalah kok" Ucap ku
"Aku akan menjaga baik buku ini" Ucap Dion
"Aku punya banyak buku seperti itu di rumah, kalau kamu mau meminjam buku yang lainnya kamu bisa ke perpustakaan setiap kali aku menjaga perpus" Ucap ku
"Ok aku akan selalu menanti hari dimana kamu menjaga perpus" Ucap Dion
__ADS_1
Setelah kejadian itu Dion selalu datang ke perpus jika aku mendpaat giliran menjaga perpus, Teman teman yang lain pun senang karena Dion sudah kembali ceria seperti dulu