Di Antara Cinta Dan Dendam

Di Antara Cinta Dan Dendam
Awal Dendam


__ADS_3

"Tuan muda, tenangkan diri anda." ucap Luhan, sambil memegangi pundak Daniel.


"Aku tidak bisa. Sharon, bangunlah. Buktikan kalau mereka semua berbohong kepada Kakak, Hm? Buktikan kalau kamu itu masih hidup. Sharon, bangunlah, sayang. Ayo kita pulang bersama ke rumah. Semalam, kamu juga bilang ingin memberikan kejutan untuk Kakak, kan? Bangunlah, Sharon." ucap Daniel mengusap lembut rambut panjang Sharon dan mengajak bicara mayat adiknya itu seakan dia masih hidup.


"Tuan muda, sadarlah. Nona muda Sharon sudah meninggal." Luhan masih berusaha untuk menyadarkan Tuanya itu.


"Benar Tuan Daniel. Nona Sharon memang sudah meninggal dunia. Saat dia sampai di rumah sakit dan nyawanya tidak bisa tertolong lagi." sahut dokter yang sedari tadi hanya berdiri di sana.


Daniel menatap sang dokter itu dengan tatapan tajam, lalu berkata, "Kenapa adikku bisa meninggal? Kenapa kalian tidak bisa menyelamatkannya, Hah? Kenapa?!" Seru Daniel. "Apa kau tahu? Dia adalah satu - satunya orang yang aku sangat sayangi di dunia ini?! Tetapi kalian membiarkan adikku meninggal." ucapnya histeris.


"Maafkan kami, Tuan." jawab Dokter tersebut menundukkan kepalanya. "Karena luka sayatan di pergelangan tangannya yang mengakibatkan Nona Sharon kehabisan darah, hingga nyawanya tidak bisa di selamatkan." lanjut sang dokter memberikan penjelasan dan alasan kematian Sharon.


"Tuan muda, ini barang - barang milik Nona Sharon." Ucap Arga, sambil menyerahkan barang - barang milik Sharon pada Daniel.


Daniel pun mulai memeriksa barang - barang milik adiknya. Di sana terlihat ada kaos biasa yang sering di kenakan oleh adiknya. Dan ada jepit rambut yang pernah ia belikan beberapa hari yang lalu untuk adik perempuannya. Ya, Daniel juga masih ingat, saat itu adiknya menginginkan jepit rambut yang berwarna biru tetapi dia membelikan yang berwarna ungu. Meski begitu, Sharon sangat suka dan selalu memakai jepit rambut pemberian dari sang Kakak.


***


Angin malam mulai berhembus kencang di di seluruh ruangan kamar Sharon. Karena Daniel masih membuka pintu balkon dan jendela kamar adiknya.


Kini Daniel sedang berada di sudut kamar sang adik. Ia kembali mengingat kenangan demi kenangan saat bersama dengan adik kesayangannya.


Daniel pun masih tidak terima akan kematian adiknya. Dia merasa menjadi Kakak yang paling bodoh di dunia ini, karena di saat adiknya melakukan tindakan bunuh diri itu, dia tidak ada untuk mencegahnya. Hingga dia, mendapatkan sebuah kenyataan, jika sang adik sudah meninggalkan dirinya untuk selama - selamanya. Dan ia pun masih tidak menyangka, jika malam itu menjadi percakapan terkahir bersama dengan adiknya.

__ADS_1


Kemudian Daniel teringat satu benda milik adiknya yang belum sempat ia buka yaitu ponsel. Ya, mungkin saja ia bisa menemukan bukti dan menemukan alasan adiknya memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Daniel pun langsung berjalan ke arah laci di samping ranjang untuk mengambil ponsel milik adiknya. Setelah Daniel berhasil mendapatkan ponsel milik adiknya.Daniel pun langsung mulai membuka kode sandi ponsel milik adiknya, yang sebelumnya hanya adiknya dan dirinya saja yang tahu tentang kode sandi ponsel milik mereka.


Saat layar ponsel milik adiknya itu berhasil di buka. Daniel pun langsung melihat ke arah Galery foto milik adiknya. Di sana terdapat banyak sekali foto adik perempuannya dengan seorang laki - laki. Dan Daniel pun menebak mungkin saja itu adalah foto adik perempuannya dengan pacarnya. Selanjutnya, Daniel pun beralih membuka beberapa chat milik adiknya. Dan ada salah satu chat yang membuat Daniel sangat terkejut. Yaitu, tentang chat pertengkaran Sharon meminta pertanggung jawaban atas perbuatan pacarnya. Dan lelaki itu malah tidak mau bertanggung jawab pada adiknya.


"Sharon, kakak bersumpah. Akan membalaskan dendam mu kepada laki - laki yang sudah membuatmu mengakhiri hidup seperti itu. Siapapun dia, Kakak akan balas dendam pada laki - laki kurang ajar itu!" Ucap Daniel, dia mencengkram kuat ponsel milik adiknya. Ya, ia tidak terima jika adiknya di perlakukan seperti itu.


***


Keesokan paginya, setelah acara pemakaman Sharon telah selesai dilakukan. Di sana masih ada Daniel yang sedang menyandarkan kepalanya di pusara adiknya dan tangan kanannya terulur untuk memegang batu nisan yang bertuliskan nama sang adik perempuannya. Sungguh, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Sharon, mungkinkah Kakak sedang bermimpi. Jika Kakak sedang bermimpi, tolong bangunkan Kakak dari mimpi buruk ini!" Daniel entah berucap kepada siapa. Ia meremat kuat tanah merah di tangannya, sebagai tanda bahwa dia benar-benar telah kehilangan seorang adik perempuan yang sangat dia cintai.


"Kenapa Sharon tega meninggalkan Kakak secepat ini?" ucap Daniel sambil menangis dan terus menangis, hanya itu yang bisa Daniel lakukan. Tangannya selalu membelai tanah kuburan seakan-akan dia sedang mengelus lembut tubuh sang adik. "Kembalilah Sharon, jangan tinggalkan Kakak sendirian."


Karena terlalu larut dalam kesedihan, tanpa sadar Daniel tertidur di sana. Kemudian Luhan meminta para pengawalnya untuk membawa Presdirnya itu pulang.


***


"Ternyata Kakak tidak bermimpi, Sharon. Itu semu nyata. Dan sekarang Kakak sudah sangat merindukanmu! Kembalilah Sharon. Jangan tinggalkan Kakak!" Teriak Daniel sambil memegang dadanya yang masih masih merasakan sakitnya kehilangan adik perempuan yang sangat dia sayangi. Sungguh, ia masih tidak bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Dan rasa sakitnya kini menggerogoti jiwa dan raga


Sementara itu di depan ruangan kamar milik Presdirnya, tampak Luhan yang sedang berdiri di sana dengan memasang ekspresi wajah sedihnya. Dan dia tidak berani masuk kedalam kamar Presdirnya itu, saat ia mendengar suara kesedihan dan amarah Presdirnya.


"Lihat saja kalian! Semuanya harus menderita!" Teriak Daniel lagi kemudian dia melemparkan barang - barang yang ada di kamarnya. Hingga membuat kamar itu tampak sangat kacau dan berantakan.

__ADS_1


"Tuan muda? Apa boleh saya masuk, Tuan?" ucap Luhan pelan. Ya, dia pun memberanikan diri untuk berbicara pada Presdirnya.


"Masuklah, Luhan." jawab Daniel dengan nada yang lesu.


Dan saat Luhan masuk kedalam kamar milik Presdirnya. Ia melihat penampilan Presdirnya yang kini terlihat sangat kacau bahkan penampilannya terlihat memilukan dan berantakan.


"Ada apa kau datang kesini?" tanya Daniel dingin.


"Tuan, kedatangan saya kesini, karena saya membawakan hasil pemeriksaan medis milik Nona muda Sharon." jawab Luhan memberitahu.


"Katakan hasil pemeriksaan itu," ucap Daniel.


"Tuan muda, menurut hasil pemeriksaan dari dokter. Selain luka sayatan di pergelangan tangan Nona Sharon yang cukup dalam dan mengakibatkan Nona Sharon kehabisan darah. Nona muda juga sedang hamil. Dan usia kandungannya baru 12 Minggu." ucap Luhan membacakan laporan hasil pemeriksaan medis itu.


**********


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2