Di Buang Suami

Di Buang Suami
Apakah ini akhirnya


__ADS_3

Banyak semua wanita yang menginginkan sebuah pernikahan yang sangat harmonis dan bahagia dan akupun juga menginginkan itu.


Ini kisahku Putri Mely Armelia itu lah namaku biasa di panggil mely seorang anak dari pak Irwan Sambudi dan ibu Ninik Jayanti.


BRUKKKK!!!!


Jatuhnya sebuah amplop coklat di atas meja tepat di depanku lalu keangkat kepalaku menatap seseorang yang selama ini menjadi suamiku Aldo Pras Prapta seorang pengusaha kaya raya yang memiliki usaha pabrik ban mobil dan di bidang kuliner yang sangat terkenal, ya benar dia suamiku dari sebuah pernikahan yang di jodohkan oleh kakeknya karena kakeknya sudah mengenalku dari kecil karena dulu kakeknya pernah hilang ingatan karena kecelakaan dan tinggal di rumahku dan setahun kemudian keluarga kakek mendatangi rumah kami dan kami tidak tau ternyata kakek adalah orang yang sangat terpandang dari situ keluarga kakek berbalas budi dengan menikahkanku dengan cucu dari kakek yang bernama Aldo dan sekarang tepat setelah menjalani pernikahan 2 tahun lamanya kakek meninggal dan Aldo menceraikanku tepat hari ini.


Aku hanya menatapnya tanpa tau harus berkata apa mataku sudah berlinang air mata tak sanggup menahannya lelehan demi lelehan dan semakin derasnya dan aku harus apa aku hanya diam mentapnya dalam lamunan.


"Kenapa kau hanya diam saja cepat tanda tangani surat perceraiannya"


Dengan suara pelan dan menekan itu, matanya yang seperti elang itu menatapku dengan sangat tajam tanpa ada rasa ibah terhadapku, dengan gerakan sangat pelan kuambil amplop itu kuambil kertas yang ada di dalamnya.

__ADS_1


TAK! Di lemparnya bolpoin ke arahku ku ambil lalu ku tanda tangani surat itu dengan hati yang sangat perih "Kenapa dia sangat tega terhadapku apakah perjalanan pernikahan yang kita lalui selama 2 tahun ini tidak arti baginya,ya Allahhh"


Setelah kutanda tangani surat perceraian itu dia mengambil kertas itu dengan kasar lalu dia berlalu begitu saja tanpa melihatku tetapi setelah dia sampai di depan pintu dia berhenti dan berkata


"kau tidak usah pergi dari rumah ini karena rumah ini akan saya berikan kepadamu dan akan ku tambahkan uang 1milyar buat sebagai kopensasinya"


Setelah berkata begitu dia pergi begitu saja tanpa menoleh kearahku.


Aku menangis sejadi jadinya kenapa aku harus mencintai tanpa di cintai karena yang di cintainya hanya Maya Saputri sekertarisnya di kantor mereka menjalani hubungan selama 3 tahun jadi dalam pernikahan mereka masih berhubungan.


Sekarang aku menjadi janda di usia mudaku yang berumur 22 tahun sedangkan suamiku ber umur 25 tahun.


"Aku tidak boleh seperti ini terus mungkin memang dia belum jodohku, aku tidak boleh egois mengikatnya denganku sedangkan dirinya tidak mencintaiku"

__ADS_1


Ku berdiri dan menuju ke kamar sebelum aku masuk ke kamar tepat di sebelah kamarku kamar tempat di mana mantan suamiku tidur ku buka pintu kamar itu itu seketika wangi yang selama menjadi canduku tercium di hidungku ku langkahkan kakiku ke arah lemari pakaian ku buka ternyata sudah kosong sudah tidak ada satupun barang miliknya mungkin waktu aku menginap di rumah sakit barang"nya sudah di ambil olehnya.


Tubuhku ambruk seketika ku menangis sejadi jadinya di depan lemari ku menangis karena ku merindukannya ku teringat waktu ku bersamanya walaupun dia dingin dan keras hatinya sebenarnya di orang yang setia dan penyayang karena aku pernah melihat saat dia dengan maya aku iri dengan maya karena dia yang memiliki sepenuhnya hati mas Aldo.


Dengat tergesa gesa ku berdiri lalu ku menuju kamarku ku buka lemari pakaianku ku ambil semua baju"ku dan ku masukan semuanya ke dalam koper.


"Hari ini aku akan pindah dari rumah ini, ya aku tidak bisa tinggal di rumah ini karena aku gak akan bisa melupakannya bila tinggal di sini trus, aku akan jual rumah ini ya benar lagian rumah sebesar ini hanya ku tinggali sendirian, lagian bapak sama ibu juga gak akan mau pindah karena sudah cinta dengan kampungnya" aku mengoceh sendiri sambil kukemasi semua barang"ku setelah itu aku keluar rumah dan memesan taxi online.


"Pak tolong masukan koper-koper saya ke bagasi mobil ya pak biar tas besar ini saya masukan ke dalam mobil"


"Baik neng"


Aku akan pulang ke kampung di bandung untuk bertemu ibu dan bapak aku akan menceritakan semuanya secara perlahan-lahan tentang perceraianku dengan mas aldo setelah itu aku akan mencari kerja sambil kuliah ke jogja, mungkin aku gak akan tinggal di kota jakarta ini lagi, aku akan melupakan semuanya untuk mama dan papa mertua gak ada di indonesia karena mereka tinggal di cina mengurusi pabrik yang di cabang sana sedangkan mas aldo tinggal di indonesia dengan kakek jadi tidak ada yang harus di pamit'ti.

__ADS_1


Selamat tinggal mas al dan selamat tinggal kenangan yang kelam.


Bismillahhhh semoga novel keduaku buat pembaca suka 🥰🥰🤗


__ADS_2