
5 Tahun kemudian
"Bu dokter ada pasien yang sekarat bu baru datang sekarang beliau di ruangan operasi karena pendarahan di kepala" ucap suster melisa yang sedang memberi taukan ke pada dokter yang sedang membenahi jilbapnya sepertinya baru saja selesai beribadah gak butuh waktu lama dokter itu dengan terburu buru menuju ke ruang operasi
Sesampainya di ruangan di ruang operasi dokter itu pun langsung mengecek keadaan pasien
"Apa yang terjadi sus dengan pasien" ucap merry, ya benar dokter itu merry yang sekarang sudah menjadi dokter
"Pasien ini adalah korban kecelakaan dok dan katanya kepala pasien terbentur dok"
"Kita lakukan oprasi segera tolong persiapkan semuanya sus" ucap merry
Singkat cerita merrypun selesai melakukan operasi dan operasi berhasil dengan lancar
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap merry sambil menghembuskan nafas panjang di ruangannya terlihat wajahnya kelelahan dari merry
Drttttt drtttt
Handphone merry bergetar lalu di terimanya
"Hallo Assalamualaiqum"
"Wa'alaiqum salam nak" ternyata yang menelfon mely adalah ibunya
"Iya ada apa bu"
"Nak kapan pulang ibu dan bapak sudah rindu"
"InsyaAllah kalau tugas mely sudah selesai merry langsung ambil cuti dan pulang bu"
"Bener ya nak ibu tunggu loh"
"Iya bu siap"
__ADS_1
"Yasudah kalau gitu jangan capek capek ya tetep jaga kesehatan"
"Iya ibuku sayang bapak juga sema ibu jangan lupa jaga kesehatan, Assalamualaiqum"
"Iya nak wa'alaiqum salam"
Setelah itu telfon tertutup, merry melamun terkadang merry tampak tersenyum dan ramah tama tapi di balik itu semua ketika dia sendiri hatinya juga mulai sedih walaupun sudah 5 tahun lamanya merry tetap mengingat dan rasa cintanya kepada mantan suami sulit untuk di hilangkan
"Lagi apa ya dia" ucap merry dalam hatinya sambil bersender di tempat kursi kerjanya "Apakah dia sudah menikah dengan kekasih tercintanya" tidak terasa merry meneteskan air mata walaupun merry tidak ingin menangis tetapi air mata itu tiba tiba jatuh dengan sendirinya
"Kenapa aku haru mengingatnya lagi sedangkan dia mungkin sudah bahagia dengan istri barunya"
"Hush hush lupakan merry lupakan jangan mengingatnya lagi" merry tersadar karena sedari tadi dia bebicara sendiri di ruangannya
Merry melihat jam tangannya waktu menunjukan pukul 3 sore sebentar lagi dia pulang
Merry mengambil handphonenya lagi dan menekan nomer seseorang setelah itu di hubunginya nomer itu setelah di tunggu terdengar suara di telfon merry
"Wa'alaiqum salam sya, lagi apa sya sibuk enggak"
Yang di telfon merry adalah sasya melvianti sahabat mely waktu kuliah
"Enggak sebentar lagi jam 4 aku pulang beb memang ada apa beb"
"Ayo ngafe sya"
(ngafe berarti nongkrong di cafe kalau anak muda surabaya biasa kalau ajak nongkrong dicafe biasanya di singkat ngafe)
"Okeh dech lagian aku juga gak ngapa ngapain selesai pulang kantor say"
"Okeh dech setelah pulang aku kabarin ya sya, Assalamualaiqum"
"Okeh beb wa'alaiqum salam"
__ADS_1
Setelah itu merry bersiap siap untuk pulang.
Merry sekarang tinggal di surabaya setelah menjani masa kuliah 4 tahun dia langsung melamar kerja di tempat magangnya dulu di daerah surabaya dan sekarang sudah 1 tahun merry bekerja di rumah sakit terkenal di surabaya, merry sekarang memakai jilbab buat memperbaiki dirinya dan juga menekuni lagi ibadahnya dulu merry juga belum tau caranya merawat diri karena dia masih berusia mudah sekarang semenjak dia sudah menanjak dewasa dan bekerja sedikit demi sedikit merawat dirinya dan hasil tidak akan menghianati hasil sekarang wajah yang dulu kusam sekarang tampak putih dan cantik karena hidungnya dulu sudah mancung jadi lebih kelihatan cantik banya dokter yang naksir sama merry tetapi merry belum siap membuka hatinya karena luka yang dulu belum sembuh seluruhnya.
Sasya
*Sya aku OTW ke kantormu
Setelah mengirim pesan merry berangkat menuju kantor sasya dengan menaiki mobil honda jazz'nya mely membeli mobil itu dari hasil jual rumah yang di berikan oleh mantan suaminya.
Sesampainya di depan kantor sasya ternyata sahabatnya itu sudah depan dan melambaikan tangannya ke merry mobil merry pun berhenti di depan sasya setelah itu sasya pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun tancap gas ke arah cafe yang di tujuh sesampainya di sana merry dan sasya mencari tempat duduk ternyaman
"Mbak" ucap merry ke waiters
"Mbak aku pesen nasi goreng seafoodnya satu sama jus alpukat satu, kamu apa sya"
"Aku spagethi sama minumnya jus melom dech"
Setelah memesan waitersnya mengulangi pesanan mereka setelah itu pergi
"kamu ada apa ngajak ngafe pasti kamu inget lagi sama mantan suami kamu" ucap sasya
"Gak tau kenapa ya sulit sekali melupakan dia sya"
"Coba aja kalau kamu mau buka hati kamu sama pria pria yang naksir kamu mungkin kamu bakalan biasa lupain dia sedikit demi sedikit"
"Aku takut sya menjalin dengan seorang pria lagi"
"Mer semua cowok itu beda beda coba kamu pdkt sama jery kayaknya dia baik" ucap sasya sambil mengelus tangan merry
Sasya sahabat yang baik dan sayang sama melu dia sudah tau cerita tentang merry karena merry sudah menceritakan semua tentang masalahnya.
Double up date biar cepet selesai xixixi 😁
__ADS_1