
Sesampainya merry dan dony mereka mencari tempat duduk yang nyaman di cafe tersebut dan memesan beberapa makanan dan minuman setelah itu mereka menunggu pesanan datang
"Mer kamu semenjak pindah apa gak pernah sedikit pun bertemu dengan mantan suami kamu itu" ucap doni membuka pembicaraan biar tidak bosan sambil menunggu pesanan mereka datang
"Apa gunanya aku pindah ke surabaya mau menghindari dia don masak iya sempet sempetnya aku bertemu dia, gagal move on dong" ucap merry sambil menunjukkan waja beteknya
"Oh iya ya aku lupa say" ucap doni dengan sedikit ketawa
"Ketawain trosss dasar jomblo" ucap merry sedikit sinis
"Kamu jomblo aku jomblo gy mana kalau kita nikah" godah doni sambil menaik turunkan alisnya
"Ogahhh mana mau aku sama kamu wek" ucap mery sambil menjulurkan lidahnya mengejek doni
__ADS_1
"Awas loh ya kalau lo nanti suka sama gue" doni mulai betek kalau sudah loe gue'an
"Hahahaha bercanda brother ulu ulu marah nie" ucap maura sambil tertawa
"Sudah sudah ayo makan" pesanan mereka dateng dan mereka pun makan dengan fokus tanpa ada yang bicara
Dari arah pintu cafe ada yang datang seseorang yang merry kenal tetapi merry tidak melihat sedangkan dia yang datang adalah aldo juga sama sama tidak melihat ke arah merry karena merry memunggungi pintu cafe
Aldo mulai mebicarakan bisnisnya setelah 20 menit menjelaskan kerja sama mereka Aldo mengajak rekan bisnisnya makan
Sedangkan merry sudah selesai makan dan dia berbincang bincang dengan doni, merry tetap tidak menyadari di bangku depan hanya berbeda satu meja kosong dan meja depannya lagi di tempati aldo tetap merry tidak sadar sedangkan aldo telah selesai makan mau meminta billnya sampai mengedarkan pandangannya dan di situlah pandangan aldo mengarah kepada perempuan berhijab sepertinya dia kenal, dia tatap terus sampai merry juga tanpa sengaja melihat aldo juga, merry sedikit terkejut langsung mengalihkan pandangannya ke doni dan sisi lain Aldo merasa senang akhirnya yang di cari ketemu juga, Aldo berdiri kesisi duduknya dan mendatangi meja mery entah mengapa dia tidak suka mery berdekatan dengan lelaki lain, merry yang di datangi jantungnya sudah seperti gendang yang mau perang, sesampainya aldo ke meja merry tanpa banyak bicara di tariknya tangan merry dan langsung di ajak ke parkiran mobil
Sedangkan doni dan rekan krjanya aldo hanya bisa tercengang melihat tingkah aldo
__ADS_1
"Lepaskan tangan saya" ucap mery sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman aldo, tetapi aldo hanya diam dengan pandangan dingin, setelah itu mereka sampai ke mobil aldo di bukanya pintu mobil lalu memasukan merry ke dalam mobilnya
"Mau di bawak ke mana saya tuan aldo" ucap merry dengan geram, tetapi aldo tidak merespon aldo tetap diam dan tetap menyetir
Merry yang tidak di perdulikan aldo akhirnya dia juga diam dan melihat ke jendela tanpa terasa air mata mery jatuh sedangkan Aldo curi curi pandang karena tidak menyangka mery banyak berubah dulunya dia tidak pernah berdandan dan cuek dengan pakaian sekarang dia bak bunga yang baru mekar.
Sampailah mereka di sebuah apartemen yang sangat mewah(mungkin ini apartemennya dia) kata merry dalam hati, setelah sampai di parkiran apartemen itu merry tetap diam saja
"Ayo keluar" ucap aldo tetapi aldo berbicara tanpa melihat ke merry, merry yang melamun tiba tiba tersadar dari lamunannya
"Ngapain anda mengajak saya ke sini" ucap merry dingin
Tanpa banyak berkata aldo turun setelah itu membuka pintu mobil merry dan menarik mery lagi, tetapi mery tidak memberontak lagi karena dia lelah dari tadi di tarik tarik aldo.
__ADS_1