
Malam itu disebuah tempat yang cukup luas namun sepi tidak ada seseorang lewat satu pun. Arsenio Ethan Gibransyah mengendarai motor hitam ninjanya sendirian lewat jalan tersebut. Tak lama kemudian,dari arah belakang Arsenio terdapat rombongan geng motor Joker army diketuai oleh Jake dengan 13 anggotanya mengepung Arsenio dari arah depan motornya. Arsenio melepas helmnya dan turun dari motornya.
"Ada apa lu mengepung gue ?"tanya Arsenio dari mulutnya.
"Mau balas dendam ke elu !"jawab Jake kemudian.
"Lu ngak terima kekalahan lu dengan geg motor lu, lu harus terima kekalah lu !"kata Arsenio dari mulutnya.
"Banyak bacot lu !"ucap Jake selanjutnya.
"Sini maju, satu lawan satu !"ucap Arsenio kemudian.
Rombongan geng Jake maju melawan Arsenio. Arsenio pun menghajar anggota Jake satu persatu,kemudia Arsenio menuju kearah Jake dan dihajar Jake hingga habis-habisnya hingga Jake tersungkur kebawah. Semua anggota Jake bangkit dan mengeroyok Arsenio.
"Jangan main keroyokan lu !"teriak Arsenio kepada mereka.
Arsenio menonjok Anggota Jake dengan kecepatan yang dia miliki. Hingga dua anggota Jake menangkap tangan Arsenio dari arah belakang dan ditahannya Arsenio.
"Brengsekk !"teriak Arsenio.
Jake pun bangkit dan malangkah menuju Arsenio dan mengepalkan tangannya dan menonjokannya beberapa kali kewajah Arsenio.
Dari arah belakang ada seorang gadis bernama Megan Kimora yang mengendarai sepeda motor ninja hitamnya. Megan pun turun melepaskan helmnya,rambut panjang nan hitam yang dimiliki Megan kemudian Megan turun dari motornya dan menuju kearah mereka semua.
"Jangan halangi jalan dong,emang nih jangan punya nenek lu !"teriak Megan dengan gaya khas tomboynya kearah mereka.
Jake pun menghampiri Megan.
"Jangan galak-galak dong,cewek cantik kayak gini kok galak !"ucap Jake sambil menyentuh dagu Megan.
Megan pun memegang pergelangan tangan Jake kemudian diputarnya tangan Jake hingga kebelakang dan ditahanya Megan dengan kuat.
"Jangan seenak jidat lu, nyentuh-nyentuh cewek sembarangan !"kata Megan kemudian.
"Iya, ya ampun !"ucap Jake kemudian.
Kemudian Megan melepas pergelangan tangan Jake. Setelah itu Jake lalu kearah rombonganya.
"Cabut !"ucap Jake kepada anggotanya.
Jake dan anggota menaiki motornya kemudian pergi meninggalkan Megan dan Arsenio.
__ADS_1
Ditempat Arsenio yang sedang terduduk sambil memegang darah diujung bibirnya dan menahan sakit, adapun terdapat memar dikeningnya.
Megan pun menghampiri Arsenio dengan gaya tomboynya.
"Lu ngak papa ?"tanya Megan sambil mengulurkan tangannya kearah Arsenio.
Arsenio masih mengusap darah diujung bibirnya. Kemudian Arsenio menangkap uluran tangan Megan.
"Ngak papa cuma luka sedikit !"jawab Arsenio kemudian.
Tiba-tiba kepala Arsenio mengalami pusing ,kemudian Arsenio memegang kepalanya yang sedang dia rasakan pusing.
"Gue anterin lu ya ?"tawar Megan kepada Arsenio.
"Ngak usah, gue bisa balik sendiri !"kata Arsenio sambil memegang kepalanya.
"Yakin ?"tanya Megan lanjutnya.
"Iya,yakin !"jawab Arsenio kemudian.
"Makasih ya,sudah nolongin gue,gue balik dulu ya !"ucap Arsenio kepada Megan.
"Iya sama-sama hati-hati lu dijalan !"kata Megan lanjutnya.
Arsenio melaju motornya dengan kecepatan tinggi, tak lama kemudian Arsenio berhenti dipinggir jalan yang cukup ramai kendaraan. Arsenio menjagang motornya lalu melepaskan helmnya. Arsenio masih merasakan pusingnya hingga tidak bisa melajukan motornya. Arsenio mengambil handphonenya dari saku jaketnya kemudian Arsenio menelpon sahabat se geng motornya, Aarav Putra Gara.
"Lu bisa jemput gue ngak ?"tanya Arsenio dengan suara kesakitan kepada Aarav sahabatnya.
"Lu kenapa, gue jemput lu,lu dimana ?"tanya Aarav kemudian.
"Nanti gue ceritain, gue ada dijalan Senopati !"Jawab Arsenio kemudian.
"Oke gue sama Gilbert otw kesana !"ucap Aarav didalam ponselnya.
Arsenio menutup telponnya dan dimasukan lagi kedalam saku jaket hitamnya.
Dari arah selatan Aarav sama Gilbert sahabat sebayanya itu menghampiri Arsenio yang sedang memegangi kepalanya. Gilbert Anajaya dan Aarav Putra Gara turun dari motornya.
"Astaghfirullah !"ucap Aarav.
"Pasti anak Joker army ya kan,yang buat lu seperti ini ?"tanya Gilbert sambil melihat luka Arsenio.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah sampai apartemen gue cerita !"jawab Arsenio kemudian.
Gilbert pun membonceng Arsenio dengan motornya,sedangkan Aarav mengikutinya dari belakangnya.
Aarav pun mengambil kapas dan dibersihkan luka Arsenio diujung bibirnya.
"Aoh !"rintih Arsenio.
"Gue bisa sendiri !"kata Arsenio mengambil kapas dari tangan Aarav, kemudian Arsenio menuangkan obat merah dikapasnya dan dioleskan kearah lukanya.
Gilbert menuju ke mereka yang sedang duduk di sofa, kemudian Gilbert mencelupkan kain putih didalam air hangat dan diperaskan hingga tak tersisa. Setelah itu Gilbert memberikan kepada Arsenio lalu Arsenio mengompresnya dikeningnya yang memar.
"Jadi gimana sampai lu bisa kayak gini ?"tanya Gilbert kemudian.
Arsenio pun menceritakan kejadiannya dari awal hingga akhir.
"Serius tuh Jake ngak bisa apa-apa digitukan dengan tuh cewek ?"tanya Aarav kemudian.
"Ngak bisa apa-apa cuma ampun dan nahan sakit tangannya !"Jawa Arsenio yang masih mengopres kain hangat itu dikeningnya.
"Cemen tuh Jake, berani keroyokan, bagaimana kita balas dendam kepada Jake dan anggotanya itu ?"tanya Gilbert kemudian.
"Bener tuh kata Gilbert, masa ketua kita diserang dengan keroyokan gitu pula !"kata Aarav selanjutnya.
"Sudah,sudah kalau mereka mencari masalah lagi baru kita serang mereka !"jawab Arsenio.
"Tapi No....!"ucap Gilbert.
"Sudah gue cuma luka kecil,kalau berat baru gue izinin kita serang !"kata Arsenio kemudian.
"No kita nginep di apartemen lu ya ?"tanya mereka berdua.
"Kalian kan ada apartemen !"jawab Arsenio sambil meletakan kain yang dia pegang.
"Apartemen gue berantakan belum gue beresin !"jawab Gilbert.
"Kalau gue air diapartemen gue mati, dari tadi pagi belum nyala !"jawab Aarav kemudian.
"Ayo lah pliss No !"meminta mereka berdua.
"Iya, ya, kalian boleh tinggal disini tapi satu jangan berantakin apartemen gue, sampai kalau berantakin gue hajar !"ucap Arsenio kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Siap ketua !"jawab mereka berdua.
Arsenio mengambil kain berserta baskom yang berisi air hangat tadi Arsenio membawanya ke dapurnya.