Di Cintai Ketua Geng Motor

Di Cintai Ketua Geng Motor
3. Cafe Sinar


__ADS_3

Sesampainya di cafe segera mereka menganti pakaiannya menggunakan pakaian kerjanya, mereka pun melayani para pelanggan.


Malam pun tiba pada jam 19.30 WIB, sekelompok geng The Moge dengan 10 anggotanya memasuki cafe sinar.


Kala itu Megan sedang mencatat pesanan kepada pelanggan lainnya, dan Aisyah membawa pesanan dimeja pelanggannya. Kemudian Megan menghampiri meja Arsenio.


"Jadi nih cafe milik lu ?"tanya Arsenio.


"Bukan punya gue aja,ini cafe punya gue sama sahabat gue !"jawab Megan kemudian.


Arsenio pun memesan menu yang ada disitu.


"Minum sama makan apa kalian semua ?"tanya Arsenio kepada mereka.


"Terserah !"jawab mereka semua.


"Kalau kalian apa ?"tanya Arsenio Kepada Gilbert dan Aarav yang satu meja dengan Arsenio.


"Gue sama Aarav dua Caffe latte !"jawab Gilbert kepada Arsenio.


"Makananya ?"tanya lagi Arsenio.


"Terserah ikut dengan yang lain !"jawab Aarav kemudian.


Gilbert pun setuju dengan Aarav.


"Gue pesan dua milk shake, empat iced tiramisu latte, dua coffe latte, dua flavoured soda !"ucap Arsenio kepada Mega yang siap mencatat pesanannya.


Kemudian Arsenio membalik halaman makanan dimenu tersebut.


"Tiga Croffle, dua pasta, dua makaroni schotel, satu potato goreng, dan yang dua klapertart panggang !"kata Arsenio kemudian.


Megan pun mencatat pesanan yang Arsenio ucapkan.


"Ok atas nama siapa ?"tanya Megan kepada Arsenio.


"Arsenio !"jawab Arsenio sambil memandang wajah Megan dan tersenyum.


"Ok ditunggu !"ucap Megan dengan santai.


"Pasti !"ucap Arsenio kemudian.


Megan pun mengasih daftar pesanan makanan ke dapur dengan cepat para Karyawati pun membuatnya, kemudian daftar minuman dia membuatnya dengan karyawan dan dibantu oleh Aisyah.


Makanan dan minuman yang dipesan pun telah jadi. Megan, Aisyah, dan karyawati meletakan pesanan dikursi Arsenio dan geng anggotanya.


"Terima kasih !"ucap Arsenio kepada Megan

__ADS_1


"Iya sama-sama !"jawab Megan lanjutnya.


Arsenio dengan para anggotanya menikmati makanan yang sangat enak dan menghabiskan minumannya.


Arsenio pun memanggil Megan,kemudian Megan melangkah ke tampat Arsenio.


"Sudah, jadi berapa ?"tanya Arsenio kepada Megan.


Megan pun memberikan nota buku yang berisi semua harga yang Arsenio pesan. Lalu Arsenio membayarnya.


Dan diambilnya note buku yang berisi uang tersebut dan kembali lagi kekasir.


Arsenio dan anggotanya pun pergi meninggalkan cafe tersebut.


Jam 22.00 WIB tiba para karyawan dan karyawati bergegas pulang dari Cafe tempat mereka berkerja. Aisyah mematikan lampu cafenya kemudian Megan dan Aisyah keluar dari cafenya, lalu Megan menutup dan mengunci pintunya. Mereka pun melangkahkan kakinya menuju motornya mereka pun melesat pergi meninggalkan cafenya.


Sesampai dikontrakannya mereka bergegas menganti pakaiannya dan pergi tidur.


Pagi pun tiba Megan dan Aisyah sudah berada diatas motornya bergegas menuju cafenya.


Setiba di cafe Aisyah membukakan pintu dengan kunci yang dia pegang. Megan yang masih menunggu diatas motornya, kemudian Aisyah menitipkan kunci cafenya ke mbak Susi yang sudah mereka percayai sejak lama.


"Mbak Susi, mulai hari ini dan seterusnya mbak Susi yang membawa kunci cafe ini ya, dan gue minta jaga cafe ini disaat kita tidak kesini !"kata Aisyah kepada mbak Susi yang mereka percayai selama ini.


"Iya, mbak bakal jaga cafe ini disaat mbak Megan dan mbak Aisyah tidak dicafe !"ucap mbak Susi kemudian.


"Iya mbak hati-hati dijalan !"ucap mbak Susi.


Aisyah pun menuju ke motornya dan memasang helmnya kemudian mereka pergi kekampus. Mbak Susi memasuki cafe pada saat mereka sudah pergi meninggalkan cafe.


Sebelum kelas dimulai mereka memesan makanan dan minuman dikantin. Sesudah sarapan pagi, mereka berdua memasuki ruang kelasnya, tak lama kemudian dosen pun memasuki ruang tersebut dan dimulailah materi pagi hari ini.


Disatu sisi diruang kelas Arsenio, Aarav dan Gilbert dosen sedang mengulang materi.


Aarav yang melihat Arsenio yang sedang memikirkan sesuatu, kemudian Aarav menyenggol bahunya kearah Arsenio.


"Lu ngak papa kan ?"tanya Aarav dengan suara kecil.


Gilbert yang berada disamping Arsenio pun nenggok kearah Arsenio.


"Ngak papa !"jawab Arsenio kemudian.


"Yakin ngak papa lu ?"tanya Gilbert yang disampingnya.


"Iya !"jawab Arsenio kepada Gilbert.


"Nanti ditempat nongkrong gue cerita ke lu !"ucap Arsenio kepada mereka berdua.

__ADS_1


Mereka berdua pun mengangguk.


Beberapa jam kemudian kelas mereka usai. Megan dan Aisyah bergegas pulang ke rumah kontrakannya. Arsenio dan dua sahabatnya nongkrong ditempat biasanya diwarung bibi Arsi.


Mereka bertiga disambut kawan-kawannya dan mereka bergegas duduk di sofa yang biasa mereka tempati.


"Mau cerita apa lu ?"tanya Gilbert kearah Arsenio.


"Akhir-akhir ini, waktu kejadian gue ditolongin Megan, setiap ada Megan jantung gue ngerasa berdetak kencang !"ucap Arsenio kepada mereka berdua.


Aarav, Gilbert dan teman anggotanya pun mendengar Arsenio bercerita.


Mereka semua tertawa kearah Arsenio.


"Kenapa kalian tersenyum?"tanya Arsenio dengan wajah dinginnya.


"Itu tandanya lu jatuh cinta !"jawab Aarav sambil tertawa.


"Benar bro, kalau jantung lu berdetak kencang ke cewek itu tandanya lu suka atau jatuh cinta !"sahut salah satu teman anggotanya.


"Masa !"sahut Arsenio kepada mereka semua.


"Iya bro !"sahut mereka semua sambil tersenyum.


Arsenio pun tersenyum, mereka semua melihat kearah Arsenio baru melihat Arsenio tersenyum seperti itu, mereka semua bahagia yang dimana ketua geng mereka sedang jatuh cinta.


Arsenio pun menjak kawan-kawannya menaiki motor berkeliling-keliling kota Jakarta dengan motor ninja hitam yang mereka semua miliki.


Malam pun tiba rombongan geng The Moge dihadang oleh geng Joker army dipertengahan perjalanannya. Ya geng Joker army tidak mau menerima kekalahannya, pada malam ini geng Joker army membawa bantuan dari geng blacklist. Ya seperti itu mereka selalu membalaskan dendam atas kekalahannya. Arsenio dan sembilan anggota motornya pun berhenti dan turun dari motornya.


Arsenio melangkah kearah Jake.


"Gue kesini mau belas dendam dengan lu dang anggota motor lu itu !"kata Jake dengan wajah songongnya.


"Masih kurang dengan kekalahan lu !"ucap Arsenio mendekati wajah Jake, Arsenio memang wajah dingin dan mematikan itu kearah Jake.


Jake melayangkan tinjunya kerah Arsenio, Arsenio pun dengan segap menangkap tangan Jake dengan mencengkram dengan kuat. Jake meringkis kesakitan.


"Sialan lu !"ucap Jake kemudian.


"The Moge, geng sampah !"ucap Jake kearah Arsenio.


"Joker army geng pengecut, yang tidak berani membalas dendamnya dengan sendirinya !"ucap Arsenio dengan wajah kesalnya.


"Ya pengecut lah bos masa ketua gengnya dihajar cewek gitu saja kalah sih !"sahut salah satu anggota Arsenio.


Anggota Arsenio pun tertawa kearah anggota Joker army dan geng blacklist.

__ADS_1


__ADS_2