
Arsenio pun melepas cengkraman tangan Jake.
"Kurang ajar lu !"teriak Jake kearah Arsenio
"Serang !"teriak Jake sambil menunjukan kerah geng The Moge.
Arsenio dan anggotanya meladeni dan menyerang mereka semua. Geng Joker army dan geng blacklist pun akhirnya tumbang dengan mereka yang cuma beranggota sepuluh orang sedangkan dia beranggota dua puluh lima orang.
Jake yang berusaha berdiri, kemudian Arsenio mengulurkan tangannya kearah Jake. Jake pun menepis tangan Arsenio, Arsenio pun menarik tangannya kembali. Jake berdiri dengan usahanya sendiri.
"Kurang ajar lu !"kata Jake yang penuh luka diwajahnya menunjuk kearah Arsenio.
"Udah lah damai aja, jangan balas dendam terus,mau sampai kapan ?"ucap Arsenio kepada Jake.
"Ngak akan pernah gue damai dengan lu !"ucap Jake yang masih dengan wajah sombongnya.
"Cabut !"teriak Jake kearah anggotanya.
Jake dan anggotanya pun pergi meninggalkan mereka. Arsenio melambaikan tangan kearah Jake dan anggotanya.
Ketua geng motor blacklist berserta anggotanya menghampiri Arsenio.
"Sorry ya No, kita dipaksa Jake untuk ikut nyerang lu !"kata Kemal ketua geng motor Blacklist dan menjaba tangannya kearah Arsenio.
"Iya, santai aja, gue sudah tau sifat Jake yang memaksa geng lainnya untuk belas dendam kepada gue berserta anggota gue. Dan sorry juga gue dan kawan-kawan gue sudah menghajar lu semua !"ucap Arsenio dan membalas menjaba tangannya ke tangan Kemal.
"Kita damai !"ucap Arsenio kepada Kemal.
Mereka pun damai, kemudian Kemal dan tiga belas anggotanya menjaba tangan kepada Arsenio dan kawan-kawannya.
Akhirnya Blacklist pun meninggalkan geng The Moge.
Anggota Arsenio pun senang dan tertawa.
"Untung aja ketampanan gue, ngak kena hajar !"ucap salah satu anggota Arsenio.
"Ngak akan hilang ketampanan lu semua !"teriak Arsenio kepada anggotanya.
"Cabut !"ucap Arsenio kepada anggotanya.
Mereka pun menaiki motornya masing-masing dan meninggalkan tempat tersebut.
Mereka pun satu persatu mulai berpencar dengan melambaikan tanganya yang menandakan mereka akan kembali kerumah mereka masing-masing. Kini tinggal Arsenio dengan kedua sahabatnya.
Jalan yang mereka lewati tak terasa sudah semakin dekat dengan alpartemen sahabatnya. Akhirnya kedua sahabatnya pun berpisah dengan Arsenio, kini Arsenio sendiri menuju alpartemennya.
Setiba dialpartemennya Arsenio bergegas memasuki alpartemennya, bergegas untuk mandi dan menganti pakaiannya. Dan mulai tertidur diatas kasurnya.
Pagi pun tiba Arsenio sudah duduk ditempat tongkrongannya. Kemudian Arsenio mendekati bibi Arsi. Kemudian Arsenio duduk disamping tempat warung bi Arsi.
"Bi !"panggil Arsenio.
"Iya den !"ucap bi Arsi dan menemui dan duduk disamping Arsenio.
"Ada apa ya den ?"tanya bi Arsi.
"Bi, rumah almarhum dan almarhumah mama dan papa, gimana kalau Arsenio jual, udah lama dan ngak ada yang nempatin ?"tanya Arsenio kepada bibi Arsi.
"Jangan den itu rumah banyak kenangannya waktu aden masih kecil bersama mama papa !"jawab bibi Arsi.
__ADS_1
"Biar aden yang nempatin rumah besar itu !"kata bi Arsi lanjutnya.
"Mana mungkin Arsenio nempatin rumah sebesar itu bi, dulu mama sama papa waktu sudah meninggal, bibi Arsi, bi Sum, sama palek Dam yang merawat Arsenio hingga sangat ini !"ucap Arsenio kemudian.
"Oh iya bi, bibi Sum kapan kembali lagi ke Jakarta ?"tanya Arsenio sambil memandang bi Arsi .
"Katanya besok lusa sudah balik ke Jakarta !"jawab bi Arsi.
"Biar Arsenio jual rumah itu ya bi, bibi Arsi, paklek Dam, bibi Sum sudah Arsenio belikan rumah didekat-dekat sini jadi rumah mama sama papa Arsenio jual ya bi !"ucap Arsenio.
"Nanti uangnya sebagian Arsenio sumbangkan di panti asuhan !"lanjutnya.
"Kalau itu keputusan aden, bibi ikut aden aja, ya kan pak !"ucap bi Arsi.
"Iya den, rumah itu kalau lama ngak ditempatin juga bisa jadi rusak !"sahut Pak Dam suami bi Arsi yang sedang menggoreng tempe tepung.
"Iya kalau gitu nanti Arsenio akan jual rumah itu dibantu sama teman-teman Arsenio !"ucap Arsenio kemudian.
"Ya Allah den, bibi ngak kerasa kamu sudah sebesar ini !"ucap bi Arsi sambil mengelus pundak Arsenio.
"Bibi, sama paklek makin lama makin tua den !"ucap bi Arsi lanjutnya.
"Dulu waktu kecil bibi yang mengasuh aden !"lanjutnya.
"Iya bi yang penting bi Arsi,bi Sum, sama paklek sehat-sehat terus ya sampai Arsenio nikah nanti !"ucap Arsenio kemudian.
" Amin den !"kata bi Arsi.
"Paklek dulu waktu kecil selalu jaga aden, mengantarkan berangkat dan pulang sekolah !"kata paklek Dam.
"Hingga sekarang aden jago melindungin diri aden sendiri !"ucap paklek Dam lanjutknya.
"Iya dong paklek, paklek yang mengulang Arsenio bela diri !"ucap Arsenio kemudian.
"Iya den !"sahut bibi Arsi
Bibi Arsi pun berdiri dari tempat duduknya, begitu juga dengan Arsenio. Bibi pun kembali lagi membuat rujak yang dipesan temanya Arsenio.
Arsenio menuju ketempat Aarav dan Gilbert dan mengambil jaket hitamnya yang berada diatas meja.
"Mau kemana ?"tanya Aarav.
" Mau cari angin !"jawab Arsenio.
"Hati-hati !"ucap Aarav dan Gilbert.
Arsenio pun pamit kepada kawan-kawannya dan pergi menggunakan motornya. Diarea warung bi Arsi ada rumah-rumah yang sederhana, disana Arsenio melihat Megan yang sedang turun dari motornya dan memasuki kontrakannya.
"Oh jadi disini rumah Megan !"batin Arsenio sambil tersenyum.
Arsenio masih mengendarai motornya.
Arsenio tiba ditempat makam mama dan papanya. Arsenio pun turun dari atas motornya dan membawa bunga ditangannya, yang dimana dijalan tadi Arsenio membeli bunga.
Arsenio melangkahkan kakinya memasuki makam tersebut dan berjalan ke tempat makam mama dan papanya.
Arsenio pun berdoa dan menaruhkan bunganya diatas makam mama dan papanya.
"Ma, pa, maafin Arsenio ya, disaat waktu kecil Arsenio bandel, tapi Arsenio janji ma, pa, Arsenio bakal jadi anak kebanggaan kalian !"ucap Arsenio sambil memegang batu nisan mamanya.
__ADS_1
"Ma, pa, Arsenio sayang kepada kalian !"ucap Arsenio kemudian.
Dari arah belakang yang tidak cukup jauh, disana terdapat seseorang gadis cantik yaitu Megan dengan membawa bunga ditangannya sambil melihat kearah Arsenio.
"Dimakan siapa tuh Arsenio !"batin Megan didalam hatinya.
Kemudian Megan mendekati makam ayahnya yang dimana diwaktu Megan umur 15 tahun ayahnya meninggal dunia karena sakit yang parah.
Megan pun berdoa dimakam ayahnya, kemudian menaburkan bunga diatas makam ayahnya.
"Yah, cafe Megan yang Megan dan Aisyah bangun, sekarang makin rame pelanggan yang datang !"kata Megan.
"Megan janji yah, Megan akan menjaga ibu seperti ayah menjaga Megan dulu !"
"Megan akan membuat ibu bahagia terus !"
Dari arah belakang Megan terdapat seseorang cowok yang berdiri dan mengucapkan.
"Amin Yarobalalamin !"ucap Arsenio.
Megan pun berdiri dan berbalik arahnya.
"Kamu, kamu kenapa ada disini ?"tanya Megan.
"Barusan aku ke makam mama dan papa aku, dan tadi ngak sengaja lihat kamu disini !"jawab Arsenio.
"Itu makam ayah kamu ?"tanya Arsenio.
Mereka berdua berjalan keluar makam.
"Itu tadi ayah kamu ?"tanya Arsenio sambil berjalan.
"Iya itu ayah aku, ayah meninggal waktu aku umur 15 tahun dikarenakan kanker tumor yang ayah alami !"jawab Megan.
"Sorry ya !"
"Iya ngak papa, kalau kamu ?"tanya Megan.
"Mama sama papa meninggal waktu aku masih kecil yang masih umur 11 tahun, mama sama papa waktu itu pergi ke acara nikahan anak temenya papa, papa yang sendiri bawa mobil tidak mau diantarkan sopir pribadi papa paklek Dam. Kemudian dipertengahan perjalanan mobil yang dikendarai mama sama papa mengalami kecelakaan berat, waktu mau dilarikan dirumah sakit,nyawa mereka telah tiada !"jawab Arsenio.
"Sorry ya !"ucap Megan
"Iya ngak papa, selagi kamu ada nyokap kamu, kamu harus bahagiakan dia !"ucap Arsenio.
"Iya, selalu !"jawab Megan kemudian.
Tak kerasa mereka berdua sampai didepan makam.
"Oh ya, kalau nanti rumah aku sudah terjual, kamu mau kan bantu aku menyumbang ke panti asuhan ?"ajak Arsenio.
"Kamu ajak teman kamu ngak apa-apa !"lanjutnya.
"Iya, bisa !"ucap Megan
"Kalau gitu boleh saling tambah kontak, nanti aku bisa ngabarin kamu kalau mau ke panti asuhan !"ucap Arsenio kemudian.
"Iya bisa !"ucap Megan.
Megan pun mengeluarkan kartu yang berisi nomer handphone nya dan diberikan kepada Arsenio. Arsenio pun mengambil kartu itu. Mereka berdua pun menaiki motornya dan pergi meninggalkan makam tersebut.
__ADS_1
Arsenio pun tiba dirumah peninggalan orang tuanya. Kemudian Arsenio turun dari motornya dan memfoto rumah orang tuanya dan dijualnya melalui sosmed.
Setelah itu Arsenio meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya dan kembali lagi ke alpartemennya.