
Megan Kimora dan Aisyah Nur Fajriana sudah lama bersahabat dari mereka sejak masih kecil. Waktu kecil rumah mereka berdekatan. Ya meskipun sifat mereka berbeda, Megan Kimora tomboy, cantik, lucu, pintar, jago gelut, sedangkan Aisyah Nur Fajriana cantik, pintar, tegas, periang,jago gelut meskipun tak sejago Megan. Hingga mereka berusia 22 tahun mereka harus meninggalkan rumahnya dan mereka berdua kontrak berdua tidak segitu mewah, mereka dari keluarga yang bersecukup pan. Tidak seperti Arsenio berserta kawan-kawannya dari keluarga tanpa serba kekurangan. Dan geng motor lainnya.
Kini mereka berdua bergegas dari rumah kontrakannya menuju kerjanya dan mengendarai motor ninja hitam miliknya.
Cafe sinar yang mereka bangun sendiri dengan usahanya, yang dimana mereka berdua dari SD hingga SMP sekolah sambil kerja jualan kripik singkong sendiri, sebagian dari uangnya mereka simpan hingga menjadi banyak kemudian mereka membangun Cafe sinar dengan kerja kerasnya selama ini.
Mereka bergegas membuka cafenya didepan cafenya para karyawan-karyawati sudah menunggu didepan cafenya.
Semua masuk kedalam cafe dan bersiap siap untuk kerja. Para pelanggan pun tiba dan memesan minuman dan makanan ringan. Megan pun membuat minuman dan makanan dan Aisyah yang mengantarnya dimeja pemesan, begitu juga dengan karyawan-karyawatinya. Megan yang sedang duduk dimeja kasirnya, Aisyah pun menghampirinya.
"Kenapa wajah lu bengong, mikirin cowok yang kemarin lu tolongin itu ya ?"tanya Aisyah kepada Megan.
"Ngak, gue lagi mikir ngak kerasa selama 2 tahun kita bangun sama-sama cafe ini !"jawab Megan seterusnya.
"Iya, dan Alhamdulillah masih banyak pelanggan yang mampir di cafe kita !"ucap Aisyah kepada Megan.
Aisyah pun berdiri dari tempat duduknya, dan mengambil tas yang berada di atas mejanya.
"Ayo cabut, kemuru telat,nanti dimarahi dosen lagi !"ajak Aisyah kepada Megan.
Megan pun berdiri dan merangkulkan tas hitamnya dipundak. Megan menghampiri salah satu karyawati yang suda Megan percaya.
" Mbak Susi, gue sama Aisyah cabut dulu mau ke kampus, jaga cafe ya ?"tanya Megan kepada mbak Susi.
"Iya, hati-hati mbak Megan sama mbak Aisyah jangan kencang-kencang bawa motornya !"jawab mbak Susi itu.
"Iya mbak !"jawab mereka berdua
Mbak Susi melanjutkan membuang sampah yang dia pegang.
Megan dan Aisyah bergegas menuju kampusnya dengan motor yang mereka kendarai.
Mereka pun memarkirkan motornya dihalaman kampusnya, kemudian melepas helm dan menjagang sepeda motornya. Ya para mahasiswa dan mahasiswi yang berada diarea tersebut terpanah melihat kecantikan mereka berdua.
Mereka pun melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya. Mereka berdua akhirnya duduk diatas kursi miliknya.
Tak lama kemudian dosen pun datang dan memberikan materinya.
Kampus pun usai para mahasiswa dan mahasiswi berbondong-bondong meninggalkan kelasnya. Megan pun memasukan kamusnya didalam tas miliknya, mereka pun keluar dari kelas.
"Kita makan dulu yuk, gue laper !"ajak Megan sambil mengelus perutnya yang lagi kelaparan.
"Oke !"jawab Aisyah.
"Benar-benar !"ucap Megan lanjutnya sambil membuka tasnya.
"Kok ngak ada !"kata Megan sambil kebingungan mencari sesuatu didalam tasnya.
"Lu cari apa ?"tanya Aisyah kemudian.
"Dompet gue ngak ada !"ucapMegan.
"Didalam jaket lu pasti !"sahut Aisyah.
Megan pun mencari disaku jaket hitam yang dia pakai.
"Ngak ada !"ucap Megan setelahnya.
Dari arah belakang mereka ada seseorang cowok dengan badan tidak terlalu kekar dan tampan menuju kearah mereka berdua yang sedang kebingungan. Siapa lagi kalau bukan Arsenio.
__ADS_1
"Lu cari ini ?"tanya Arsenio sambil menunjukan dompet yang berada ditangannya.
Mereka berdua membalingkan badanya.
"Ya, itu dompet gue, makasih ya !"ucap Megan sambil mengambil dompetnya dari tangan Arsenio.
Megan pun menatap wajah Arsenio.
"Sama-sama !"jawab Arsenio sambil menatap mata Megan.
"Ngapain lu kesini ?"tanya Megan kearah Arsenio.
"Gue, kuliah disini !"jawab Arsenio
"Dan tadi gue, ngak sengaja melihat kalian keluar dari kelas dan gue melihat dompet lu jatuh dari tas yang belum kamu kancing rapat-rapat, jadi gue ngikutin lu dan kasih dompet itu ke lu !"jawab Arsenio lanjutnya.
"Oh, makasih ya !"ucap Megan kemudian.
"Gue juga makasih yang sudah nolongin gue tadi malam ?"ucap Arsenio kepada Megan.
Megan mengangguk.
Aisyah bingung kepada mereka,dan menghampiri Megan.
"Jadi makan ngak ?"tanya Aisyah kepada Megan.
"Jadi ayo !"jawab Megan kemudian.
"Gue duluan ya !"ucap Megan kepada Arsenio.
"Iya, hati-hati !"sahut Arsenio.
Arsenio berjalan berbalik arah menuju tempat parkir kampus. Arsenio menaiki motor ninja hitamnya,kemudian memakai helm dikepalanya. Setelah itu Arsenio meninggalkan kampusnya menuju tempat nongkrong dengan geng motornya.
Disebuah warung yang cukup luas mereka nongkrong sudah dari zaman SMAnya. Ya warung itu khusus untuk mereka geng The Moge yang dimana diketuai oleh Arsenio.
Arsenio pun tiba ditempat tujuannya. Arsenio melangkah kakinya searah teman-temannya sambil melambaikan tangannya dengan senyum ketampanannya. Iya yang dimana teman-teman geng Arsenio semua memiliki wajah yang tampan dan keren. Arsenio duduk di sofa yang disana ada Aarav dan Gilbert.
"Wih, kayaknya lagi happy nih ?"tanya Aarav kepada Arsenio sambil senyum.
"Ngak biasanya lu senyum-senyum ?"tanya Gilbert yang berada disamping Arsenio.
"Ya, lu tau kan cewek yang nolongin gue semalam, itu ternyata satu kampus dengan kita !"jawab Arsenio kemudian.
"Masa serius !"ucap mereka dengan heran.
"Makanya, kalian tuh jangan bolos, tadi dikampus gue ditanya-tanya sama dosen kenapa lu dan lu ngak masuk kampus !"jawab Arsenio sambil menunjuk jarinya kearah mereka berdua.
"Pak dosen ngamuk ngak ?"jawab mereka berdua.
"Udah aku jawab alasan kalian sakit ngak bisa hadir dikampus !"jawab Arsenio dengan muka dinginnya.
"Makasih bro !"kata mereka berdua sambil merangkul Arsenio.
Arsenio melirik tajam kearah mereka sambil menunjukkan wajah dinginnya.
"Sorry !"ucap mereka berdua dan melepas rangkulnya.
Arsenio berdiri dan memesan pop mie dan minuman.
__ADS_1
Bibi Arsi dan suaminya orang yang diberi kerja sama Arsenio untuk menjaga dan merawat warung yang Arsenio beli ini, yang dimana khusus untuk geng motornya.
Kemudian Arsenio membayar pesanannya dan kembali lagi ketempat duduknya.
Disana Aarav yang sedang mengupas kulit kacang dan dimakanya, sedangkan Gilbert sedang asyik main papan catur dengan temanya. Arsenio kembali duduk ketempatnya barusan.
"Gimana bro cantik ngak ceweknya ?"tanya Aarav kemudian.
"Cantik, dan dia punya teman yang sama cantiknya !"ucap Arsenio kemudian.
Mereka berdua ingin tahu teman Megan dan mendekat kearah Arsenio.
"Ngapain lu mendekati gue ?"tanya mereka berdua.
"Namanya siapa teman sicewek yang nolongin lu ?"tanya Gilbert kemudian.
"Mana gue tau, emang gue bapaknya !"kata Arsenio lanjutnya.
"Gue besok masuk kampus, ingin tau cewek itu !"ucap Gilbert kemudian.
"Gue juga !"ucap Aarav kemudian.
"Ngapain lu ikut-ikutan gue ?"tanya Gilbert kepada Aarav.
"Terserah gue, mulut-mulut gue !"sahut Aarav kemudian.
"Udah stop, kalian bisa diam ngak sih ?"suruh Arsenio kepada mereka berdua.
"Sorry !"jawab mereka berdua.
Bibi pun datang membawa pesanan Arsenio dan ditaruhnya diatas meja didepan Arsenio.
"Makasih bi ?"ucap Arsenio kepada bibi Arsi.
"Iya den sama-sama !"jawab bi Arsi.
Bibi Arsi meninggalkan meja Arsenio dan kembali lagi diwarungnya. Arsenio pun mengambil pop mienya,kemudian Arsenio meniup-niup pop mie yang masih panas itu, setelah itu pop mie tersebut disantapnya hingga lahap.
Megan berjalan dengan tomboynya dengan membawa pesanan yang Aisyah dan dia pesan menuju kemeja Aisyah. Megan pun meletakan pesanan itu diatas meja,kemudian duduk di kursinya.
"Makasih !"ucap Aisyah kepada Megan.
"Iya sama-sama !"kata Megan kemudian.
"Cowok tadi siapa ?"tanya Aisyah kepada Megan yang berada didepannya.
"Cowok itu yang gue tolong tadi malam !"jawab Megan sambil menyantap mie ayamnya.
"Oh jadi itu cowok yang tadi malam lu tolongin !"ucap Aisyah tersenyum sambil minum jus strawberrynya.
Mereka berdua kembali makan mie ayamnya hingga habis. Mereka pun cabut dari kantin kampusnya menuju ketempat parkir.
Tak heran cowok-cowok yang berada di kampusnya melihat kecantikan mereka.
"Ngapain sih, lihat-lihat risih gue !"ucap Megan kemudian.
"Udah santai aja !"sahut Aisyah kepada Megan.
Mereka pun menaiki motornya dan bergegas pergi menuju Cafe dan meninggalkan kampusnya.
__ADS_1