
baju kita samaan"
dhisa melihat baju nya dan baju fahri ternyata benar kapelan
**Iya Serasi"ucap dhisa
Sudah ayo makan bep"ucap fahri
okee suamiku tercintaa"ucap dhisa
saaayaang aku mau ayam goreng yang bagian dada sama udang"ucap fahri manja pada dhisa
iya iya bayi besar ku"ucap dhisa tertawa
Kita akan punya bayi kecilnya"ucap fahri mengedippkan satu matanya
iyaa"
......................
Karna hari libur dhisa dan fahri memilih untuk datang ke tempt hiburan bersama suami tercintanya ia mengunjungi tempat bermain yaa bisa di bilang seperti dufan tapi tidak di dufannya dhisa langsung memilih untuk menaiki Kincir Angin Ia langsung menanyakan hal itu pada suaminya
saaayang aku mau naik itu" tunjuk dhisa pada kincir angin yang sangat tinggi
Saayaang kamu tau gak biasanya klo yang kaya begini ntar pas lagi muternya itu berhenti loh emng kmu gk takut sa?"tanya fahri
__ADS_1
Kan Naiknya bareng super hero ku ini"ucap dhisa tersenyum sambil menunjuk fahri
Saayang tapi kamu sedang hamil"ucap fahri membujuk agar dhisa tidak menaiki wahana itu
Pokoknya aku mau naik itu ,kalao kamu gak mau temenin yaudaah aku sendiri aja " rengek dhisa
Iya iyaa sayaaang aku temenin "pasrah fahri
yey maacii cayang ku muach *ucap dhisa seraya mencium pipi kanan fahri
yang inii"ucap fahri menunjuk bibirnya
haiss ini di tempat umum sayangg"Malu dhisa
Muach"dhisa mencium bibir fahri
sudahhh ,ayooo "menarik tangan fahri
Fahri hanya pasrah saat tangan kanannya di tarik paksa oleh istrinya itu
sayaang aku beli dulu tikenya kamu tunggu sinii yaa"ucap fahri memperingati dhisa speerti ibu yang memperingati anaknya
Iyaa"ucap dhisa
Fahri berjalan menuju tempt pembelian karcis ,setelah dapat ia datang kembali ke tempat yang tadi menghampiri dhisa istrinya
__ADS_1
Sudah ayoo"Ucap fahri
Yok"ucap dhisa antusiatis dengan anggukan
Sepasang suami istri itu berjalan menuju wahana kincir angin itu dengan bergandengan malam yang gelap gulita terang karna di isi dengan lampu yang beragam warna nya di tambah suasana dingin yang sudah menjadi ciri khas suasana malam di sertai sepasang suami istri yang tengah ber bahagia itu langit menjadi saksi akan keromantisan sepasang suami istri itu
Pernikahan yang mereka lakukan atas dasar desakan orang tua kini menjadi pernikahan yang sudah di hadiri rasa saling mencintai satu sama lain di tambah dengan kehadiran buah hati dari sepasang suami istri itu
Setelah memberikan karcis oada penjaga wahana kincir angin sepasang suami istri itu di bolehkan memasuki dan menaiki wahana kincir angin
dhisa dan fahri memasuki satu keranjang kincir angin dan wahana itu berputar kembali karna memang keranjang terakhir di dapatkan oleh fahri
Sayaaang"ucap fahri
iya kenapa sayaang"ucap dhisa dengan senyum cute nya
apa kamu bahagia?tanya fahri
akuu bahagiaaa,bahkan sangat bahagiaa ," ucap dhisa
benarkah"?tanya fahri antusiatis
Iyaa ,ditambah kedatangan buah hati kita"ucap dhisa tersenyum seraya mengelus perut nya yang masih rata itu
Keromantisan yang berada di dallam keranjang kincir angin itu di isi oleh sepasang suami istri ,,siapa lagi kalau bukan fahri dan dhisaa ,gelapnya malam menjadi saksi keromantisan cinta mereka seakan dunia milik mereka berdua
__ADS_1