Di Jodohkan Mama Papa

Di Jodohkan Mama Papa
Kincir Angin


__ADS_3

baju kita samaan"


dhisa melihat baju nya dan baju fahri ternyata benar kapelan


**Iya Serasi"ucap dhisa


Sudah ayo makan bep"ucap fahri


okee suamiku tercintaa"ucap dhisa


saaayaang aku mau ayam goreng yang bagian dada sama udang"ucap fahri manja pada dhisa


iya iya bayi besar ku"ucap dhisa tertawa


Kita akan punya bayi kecilnya"ucap fahri mengedippkan satu matanya


iyaa"


......................


Karna hari libur dhisa dan fahri memilih untuk datang ke tempt hiburan bersama suami tercintanya ia mengunjungi tempat bermain yaa bisa di bilang seperti dufan tapi tidak di dufannya dhisa langsung memilih untuk menaiki Kincir Angin Ia langsung menanyakan hal itu pada suaminya


saaayang aku mau naik itu" tunjuk dhisa pada kincir angin yang sangat tinggi


Saayaang kamu tau gak biasanya klo yang kaya begini ntar pas lagi muternya itu berhenti loh emng kmu gk takut sa?"tanya fahri

__ADS_1


Kan Naiknya bareng super hero ku ini"ucap dhisa tersenyum sambil menunjuk fahri


Saayang tapi kamu sedang hamil"ucap fahri membujuk agar dhisa tidak menaiki wahana itu


Pokoknya aku mau naik itu ,kalao kamu gak mau temenin yaudaah aku sendiri aja " rengek dhisa


Iya iyaa sayaaang aku temenin "pasrah fahri


yey maacii cayang ku muach *ucap dhisa seraya mencium pipi kanan fahri


yang inii"ucap fahri menunjuk bibirnya


haiss ini di tempat umum sayangg"Malu dhisa


Muach"dhisa mencium bibir fahri


sudahhh ,ayooo "menarik tangan fahri


Fahri hanya pasrah saat tangan kanannya di tarik paksa oleh istrinya itu


sayaang aku beli dulu tikenya kamu tunggu sinii yaa"ucap fahri memperingati dhisa speerti ibu yang memperingati anaknya


Iyaa"ucap dhisa


Fahri berjalan menuju tempt pembelian karcis ,setelah dapat ia datang kembali ke tempat yang tadi menghampiri dhisa istrinya

__ADS_1


Sudah ayoo"Ucap fahri


Yok"ucap dhisa antusiatis dengan anggukan


Sepasang suami istri itu berjalan menuju wahana kincir angin itu dengan bergandengan malam yang gelap gulita terang karna di isi dengan lampu yang beragam warna nya di tambah suasana dingin yang sudah menjadi ciri khas suasana malam di sertai sepasang suami istri yang tengah ber bahagia itu langit menjadi saksi akan keromantisan sepasang suami istri itu


Pernikahan yang mereka lakukan atas dasar desakan orang tua kini menjadi pernikahan yang sudah di hadiri rasa saling mencintai satu sama lain di tambah dengan kehadiran buah hati dari sepasang suami istri itu


Setelah memberikan karcis oada penjaga wahana kincir angin sepasang suami istri itu di bolehkan memasuki dan menaiki wahana kincir angin


dhisa dan fahri memasuki satu keranjang kincir angin dan wahana itu berputar kembali karna memang keranjang terakhir di dapatkan oleh fahri


Sayaaang"ucap fahri


iya kenapa sayaang"ucap dhisa dengan senyum cute nya


apa kamu bahagia?tanya fahri


akuu bahagiaaa,bahkan sangat bahagiaa ," ucap dhisa


benarkah"?tanya fahri antusiatis


Iyaa ,ditambah kedatangan buah hati kita"ucap dhisa tersenyum seraya mengelus perut nya yang masih rata itu


Keromantisan yang berada di dallam keranjang kincir angin itu di isi oleh sepasang suami istri ,,siapa lagi kalau bukan fahri dan dhisaa ,gelapnya malam menjadi saksi keromantisan cinta mereka seakan dunia milik mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2