
Fahri mengulurkan tangan dan dhisa menerimanya tak di sangka rumah fahri yanh sudah besar mewah dan elegant kini di hiasi dengan dekorasi cinta membuat rumah itu semakin bagus
***Indah sekali"ucap dhisa
kau menyukainya"tanya fahri
iya sayang aku menyukai nya sangat menyukainya "ucap dhisa
syukurlah"ucap fahri***
Di rumah fahri yang sudah di hiasi dekorasi cinta membuat dhisa bahagia tak lupa fahri memberikan bunga yang sudah dari tadi ia beli ia mengambil nya di meja lalu memberikannya pada dhisa
Untukmu "ucap fahri seraya memberikan bunga itu pada dhisa
Terimakasih aku sangat menyukainyaa"senang dhisa
Sama sama"balas fahri seraya memeluk dhisa
mereka berdansa di ruangan yang sudah indah dengan hiasan cinta
......................
Ke esokan harinya
dhisa meminta fahri untuk foto bersama
fahrii apa kau mau foto dengan ku"tanya lisa
tentu sayang"balas fahri
Kamu cantik sayang"ucap fahri
ais kamu juga tampan fahri
Kau menggemaskan dhisa"ucap fahri
Memang"balas dhisa
......................
Tak terasa kini umur pernikahan dhisa sudah 2Bulan dan umur kandungan dhisa sudah satu bulan di awali dengan pernikahan yang tanpa ada saling mencintai kini mereka sekarang sudah saling mencintai dan dhisa sedang mengandung anak fahri
Pagi saat di meja makan terdapat dhisa dan fahri yang sedang makan dhisa
Sayang kapan kita ke rumah mama papa?tanya dhisa cemberut
Kau menggemaskan syaang iya baiklah nanti malam kita akan kesana
Benarkah terimasikasihhh"ucap dhisa kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan es krim
Iyaa baby"ucap fahri
Dady "kata dhisa
__ADS_1
Malam Hari
...----------------...
......................
...----------------...
Di taman belakang dhisa sudah siap dan sedang duduk menunggu suaminya bersiap
Hei sayang ku "Ucap fahri
Sudah siap ayo berangkat "Ajak dhisa
Sepasang suami istri itu pun pergi meninggalkan rumah nya menuju rumah kedua orangtua nya masing² ,Fahri melajukan mobil dengan kecepatan sedang rumah orangtua yang pertama mereka kunjungi adalah rumah orangtua dhisa
Jalanan yang macet membuat mereka sulit untuk cepat sampai tujuan dhisa yang kelelahan akhirnya terlelap
Lampu Merah kini berganti lampu hijau para pengemudi melajukan mobilnya agar tidak terkena macet lagi
30 Menit akhirnya ia sampai di rumah orang tua dhisa .fahri membangunkan dhisa
Sayang sudah sampai"ucap fahri seraya menepuk pelan pipi dhisa.
dhisa mengerjab ngerjabkan matanya
Ayo turun " ajak fahri
baiklah"ucap dhisa
Rumah Mama Papa Dhisa
Mereka berdua langsung di sambut lembut oleh orang tua dhisa
Hai sayang"Ucap Mama dhisa
Ayo masuk"ajak papa dhisa
4Pasang kaki itu pun masuk kedlaam ruang tamu
Fahri mencium tangan punggung mertuanya
Apa kabar nak"ucap papa dhisa
Baik pa"jawab dhisa dna fahri serentak
Ada kabar baik pa ma"ucap fahri
apa?tanya mama papa penasaran
dhisa hami"jawab fahri semangat
Syukurlah "ucap mama papa dengan rasa sangat bersyukur
Ma pa , dhisa ke atas dulu ya mau liat kamar ku dulu"ucap dhisa
iya jawab mama papa
aku ikut"ucap fahri
Baiklah "Jawab dhisa
sampai di kamar dhisa
__ADS_1
Ini dia kamar ku dulu "ucap dhisa
Mereka masuk kedalam kamar dhisa
dhisa merebahkan tubuhnya di kasur miliknya sedangkan fahri mengelilingi kamar dhisa
Fahri yang sedang memerhatikan foto foto pajangan dhisa seorang
tak sengaja melihat bejejer foto dhisa dengan Rendy
Ia langsung menghancurkan foto nya sehingga terdengar bunyii
"Prakkkkk"
Dhisa yang kaget langsung mengahmpiri sumber suara dan bertanya
Ada apa sayang"tanya dhisa
Fahri sudah di kuasai amarah setelah melihat foto dhisa bersama rendy
Kenapa kau masih menyimpan ini semuaa?tanya fahri dengan nada tinggi
Aku lupa menyingkirkan nya"ucap dhisa
Lupa atau sengaja?tanya fahri dengan penuh emosi
Lebih baik kita selesaikan di rumah aku tidak mau mama papa tau kita bertengkar disini ucap dhisa
Fahri dan dhisa segera pamitan untuk pulang
Sampai Di rumah
dhisa mengganti pakaian dan duduk menghampiri fahri
Jelaskann!!!"Teriak Fahri dengan penuh rasa kesal
Itu tidak seperti apa yang kamu lihat
tidak usah berbohong kau masi mencintainya bukan?jangan jangan ank kandungan mu adalah anakny" ucap fahri pad dhisa
bagai di tiban duri hati dhisa sangat sakit mendengarnya
kau kenapa berbicara seperti itu?"tanya dhisa dengan segukan tangisnya
Ini adalah anak mu aku hanya melakukannha dengan mu"jawab dhisa di sela tangisannya
Baiklah Kita akan buktikan setelah anak itu Lahir"ucap fahri
bersambung
__ADS_1
Mkasi buat yg uda bacaaa
tinggalkan jejakš