
kau kenapa berbicara seperti itu?"tanya dhisa dengan segukan tangisnya
Ini adalah anak mu aku hanya melakukannha dengan mu"jawab dhisa di sela tangisannya
Baiklah Kita akan buktikan setelah anak itu Lahir"ucap fahri
Hari hari suda berganti terhitung sudah 2 hari fahri berdiaman dengan dhisa karna kejadian waktu itu masi enggan untuk memulai obrolan dhisa terus meyakinkan fahri bahwa itu tidak benar
Di malam hari yang sejuk dhisa masih mencoba meyakinkannya pada fahri bahwa ia memang benar benar lupa untuk menyingkirkannya
Dhisa yang berada di taman belakang melangkahkan kakinya menuju tempat kerja fahri suaminya saat sampai nya di sana ia mengetuk pintu dan mendapat izin masuk dari suaminya
Ada apa"tanya fahri dengan wajah datarnya
Fahri percyalah aku memang benar benar lupa untuk menyingkirkannya"ucap dhisa dengan tatapan sendunya
Tatapan sendu dhisa mampu meluluhkan hati fahri yang di kuasaii dengan rasa amarah dan emosi
Baiklah maaf kan aku juga dhisa yang suda tida percaya dengan mu"
terimaksih telah percaya pada ku"aku tida akan mengecewakan mu ,aku hanya mencintai mu"
Fahri membawa dhisa kedalam pelukannya ,di dalam pelukan fahri dhisa merasa nyaman dan tenang
...----------------...
Matahari telah menembus ke cendela kamar sepasang suami istri yang tadi malam baru saja baikan terdengar sepeerti anak kecil namun memang begitu kenyataannya dhisa selalu mampu membuat fahri luluh dengannya
cahaya matahari yang menembus ke jendela membuat dhisa mengerjabkan mata nya dan perlahan ia bangun ia beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri di dalam kamar mandi ia memulai mandinya mengguyur tubuh di bawah pancuran air 30 menit telah ia habiskan untuk ritual mandinya
dhisa yang telah selesai mandi keluar dari kamar mandi di lihatnya sang suami masih tertidur nyenyak ia tak ingin mengganggu istirahat suaminya ia melangkah kaki keluar dari kamar menuruni anak tangga ia berjala ke dapur rencana membuatkan sarapan pagi untuk suami nya
Dhisa memulai masaknya ia berencana akan membuat Ayam bakar untuk suamu tercintanya
Mulai mencuci ayam ia mengoleskan bumbu agar menambah rasa lezat pada saat di makan nanti lalu ia memasukkan ayam yang suda di oleskan dengan bumbu menuju ke oven untuk di panggang tak butuh waktu lama ayam yang di dalam oven itu suda matang dan dhisa mengambil lalu meletakkan nya di piring
ia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya perlahan ia menepuk nepuk wajah suaminya
sayaang bangun"
aku masih ngantuk sayangg"
ayu bangun aku sudah membuat sarapan"
"Baiklah"
Cuci muka dulu aja aku tau mandi mu lama"
iya "
sepasang suami istri itu menuruni anak tangga dan duduk di kursi meja makan yang berdekatan dhisa, di meja makan sudah ada ayam nasi dan lauk pauk lain yang suda di masak oleh asisten rumah mereka ,dhisa mengambil kan piring dan memasukan nasi serta lauk ayam yang di buatnya tadi
__ADS_1
sayang apa kau ingin yang lain juga?tanya dhisa
Bihun sayang aku ingin bihun itu"ucap fahri seraya menunjuk Bihun goreng yang di campur dengan sayuran
Baiklah"Ucap dhisa
Ada lagi atau segini saja?tanya dhisa
mm sepertinya jika di tambah dengan Saos lebih nikmat sayang"ucap fahri
Yaa baiklah tapi jangan kebanyakan nanti kamu bisa sakit perut"ucap dhisa
sayang aku bukan anak kecil lagi yang akan sakit perut saat kepedesan"ucap fahri di selipi tawa nya
Yaa baiklahh suami ku"ucap dhisa di selipi senyum terbaiknya
Dhisa memberikannya pada fahri lalu dia mengambil nasi dengan lauk ayam ditambah dengan saus
jangan terlalu banyak nanti kamu bisa sakit perut"ucap fahri
sayang aku bukan anak kecil lagi yang akan sakit perut saat kepedesan"ucap dhisa cemberut memonyongkan bibirnya
haha istri ku cantik juga ya"tawa fahri
memang jika aku jelek kau ta akan mau menikahi ku "ucap dhisa sambil menjulurkan lidahnya
suda sudah ayo makan"ucap fahri
Akhirnya setelah perdebatan kecil itu mereka pun memulai makannya
tentu saja aku yang buat"ucap dhisa diselipi tawa di wajah cantiknya
Buat nya dengan cinta"ucap fahri
haha tentu" balas dhisa
Mereka melanjutkan makannya hanya ada bunyi sendok dan garpu saat itu karna sepasang suami istri itu fokus pada makanannya akhirnya fahri pun membuka mulut
sayang"ucap dhisa
ada apa"tanya fahri
Aku ingin mangga muda nanti kamu belikan untuk ku ya"ucap dhisa
baiklah"ucap fahri
aku akan madi dulu ya lagi pun makanan ku suda habis"ucap fahri
iya"balas dhisa
fahri menaiki anak tangga memasuki kamarnya mengambil handuk dan memasuki kamar mandi nya yang berada di dalam kamar ia mulai melepas baju yang melekat pada kulitnya menyalak n shower yang mengguyur tubuhnya cukup lama ia mandi menghabiskan waktu 30 menit tak jauh berbeda dengan istrinya ia selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan bagian bawah yang di ttupi dengan handuk bagian dada yang terbuka ia membuka lemari memih baju yang akan di gunakannya ia memilih kaos hitam dan celana panjang hitam melangkah kaki keluar kamar ia mencari keberadaan istri tercinta nya namun ia tak menemukannya di kamar ,ruang makan maupun ruang tamu lalu ia melangkah kan kaki ke taman belakang dan benar sjaa ia menemukan istri tercintanya di taman belakang
__ADS_1
aku pergi untuk membeli mangga muda mu dulu yaa"ucap fahri
iya hati hati sayang"ucap dhisa dengan tersenyum
iya"balas fahri
fahri pun melangkahkan kaki keluar rumah memasuki mobil dan melajukannya fahri memasuki mall dan membeli mangga muda untuk istrinya lalu ia membayarnya di kasir
54 ribu"ucap kasir
Ini lebihnya untuk mu"ucap fahri dengan memberikan uang 100.000
Terimakasih tuan"ucap kasir itu
sama sama "jawab fahri
lalu fahri melangkahkan kakinya keluar dari mall itu dan memasuki mobilnya melajukannya menuju rumahnnya jalanan tampak macet membuar fahri terlambat pulang ke rumah
aishhh pake macet segala"ucap fahri
Memakan waktu 15 menit akhirnya macet itu selesai fahri langsung melajukan mobil menuju rumahnya tak ingin membuat istri nya menunggu lamaa
setelah terbebas dari macet membuat fahri lebih mudah untuk sampai di rumahh
fahri memasuki rumahnya dan mencari keberadaan istrinya namun ternyata istri nya sudah menunggu di meja makan dengan wajah cemberut dan bibir monyong kedepan
kamu lama sekali"ucap dhisa cemberut
maaf tadi aku terjebak macet"ucap fahri
mana mangga mudanya tanya dhisa antusiasis
ini "fahri menyerahkan mangga muda yang tadi dia beli untuk istrinya
Terimakaasih"ucap dhisa
sama sama "balas fahri
Sayaang"panggil dhisa
apa"ucap fahri
tolong kupaskan"ucap dhisa
baiklah sini berikan pada ku"ucap fahri
lalu fahri dengan telaten mengupas mangga muda yang di inginkan istrinya
sudahhh"ucap fahri
mana sini syaang berikan pada ku"ucap dhisa kegirangan
__ADS_1
ini"ucap fahri sambil menyerahkan mangga muda
dhisa langsung melahapnya dengan hati yang sangat senang karna keinginannya selalu di kabulkan oleh suaminya