
Ada rasa senang di hati fahri karna dhisa menganduk anaknya
Baiklah Ayo kita lanjutkan makan nya "ucap fahri
tidak ,aku sudah tidak selera makan "ucap dhisa
dhisa berjalan meninggalkan meja makan menuju kamarnya
fahri yang melihat dhisa pun masih diam dan melanjutkan makannya
aku akan menjadi ayah"batin fahri
Sepertinya aku sudah mulai mencintai dhisa, aku harus tinggalkan firsya"batin fahri
......................
Firsya
Firsya kesal karna mendengar bahwa dhisa mengandung anak fahri
Aku akan cari cara untuk menyingkirkan kamu dhisa*batin firsya*
Firsya kembali ke rumah nya ia memasuki kamar dan menghempaskan tubuhnya di kasur miliknya
tak akan ku biarkan fahri bersama dhisa aku akan cari cara untuk menyingkirkan mu dhisa"batin firsya
...****************...
Di dalam kamar Dhisa
Siapa dia?apa dia selingkuhan fahri?berani beraninya dia datang dengan tingkah seperti itu aku harus tanyakan pada fahri nanti"batin dhisa
Selesai makan fahri berjalan menuju kamarnya
saat membuka pintu tampak dhisa sedang tiduran di kasur dengan menatap langit² tembok
dhisa yang berniat ingin bertanya pada fahri pun segera menanyakannya saat dilihatnya fahri sudah masuk kedalam kamar
***Apa dia selingkuhan mu ha?"tanya dhisa kesal
Dia mantan pacar ku"jawab fahri
Jadi selama ini kalian masih berhubungan"kesal dhisa
Iya ,aku akan segera memutuskan hubungan dengan dia "ucap fahri
Apa kau tidak berboohong?"tanya dhisa
Tidak"ucap fahri***
Fahri memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada dhisa ia duduk di samping kanan dhisa,ia mengenggam tangan dhisa dan mengatakannya
dhisa ,A aku mencintaimu"ucap fahri
dhisa yang memang sudah memiliki perasaaan yang sama pada fahri pun ikut menyatakannya
__ADS_1
Aa aku juga mencintaimu"balas dhisa
mereka berpelukan dhisa merasakan bahagia atas sesuatu yang terjadi saat ini
Fahri apa kamu mau kita kerumah mama papa untuk memberi taukan kabar ini?mereka pasti senang"ucap dhisa dengan semangat
Tentu aku mau tapi tidak sekarang juga sayangg"ucao fahri seraya mencubit hidung dhisa
pipi dhisa merona merah menandakan jika ia malu
***Kau semakin menggemaskan sayang"ucap fahri
berhentilah menggoda ku"balas dhisa
hey siapa yang menggoda mu "ucap fahri dengan tertawaa
kamuu lah jelas jelas disini hanya ada aku dan kamu"ucap dhisa
tidakkk aku tidak menggoda mu dhisaa fanesha"goda fahri
kau dari tadi menggodaku tapi kau tetap tidak mau ngaku huh lebih baik aku tidur saja"ucap dhisa seraya beranjak dari duduk***
Dengan cekatan fahri menarik tangan dhisa hingga sekarang dhisa berada di pelukan fahri jarak wajah mereka sangat dekat tidak ada 5cm diantara jarak wajah mereka ,
***Aku mencintaimu dhisa"ucap fahri
Aku juga mencintaimu fahri"ucap dhisa
Mau melakukannya?tanya fahri***
dhisa hanya mengangguk pelan menandakan jika ia mengizinkan suamimya ,fahri yang mendapat amggukan dari dhisa bagaikan mendapat lampu hijau ia segera menuntaskan hasratnya dengan lembut dan penuh cintai ia melakukannya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah berjam jam mereka pun selesai melakukan hubungan suami istri
***Terimakasih sayang"ucap fahri
sama sama sayang"balas dhisa
ayu kita tidur aku lelah "ucap dhisa
baiklah good night sayang"ucap fahri
too"balas*** dhisa
Ke esokan harinya Fahri bangun lebih dulu ia menyibak selimutnya berjalan menuju kamar mandi
selesai mandi fahri langsung berjalan kuar rumah dan memasuki mobilnya ia melajukan mobil menunu tomo bunga tak butuh waktu lama kini ia sudah sampai di toko bunga langganannya ia turun dari moobil dan memasuki toko bunga
Ia di sambut ramah oleh pelayan toko bunga itu
***Ada yang bisa syaa bantu tuan?"ucap pelayan
tolong bawakan bunga terbaik di tempat ini "ucap fahri
baiklah tunggu sebentar tuan"ucap pelayan***
Pelayan mengambilkan beragam warna bunga yang disatukan dalam satu tempat indah dan harum baunya lalu ia mengahmpiri fahri dan menyerahkan nya
__ADS_1
***Ini tuan "ucap pelayan itu
Baiklah terimakasih"ucap fahri***
Fahri menuju kasir dan membayar bunga itu
dengan cepat ia memasuki mobil dan menaruh bunga di samping kursi pengemudi ,dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju rumahnya tak butuh waktu lama Fahri sudah sampai di rumahnya ia turun dari mobil dan membawa bungai merah itu ia memasuki rumahnya berjalan dengan gontai menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya di lihatnya dhisa masih tertidur Pulas di tempat tidur sedangkan di meja makan Bi Een sudah menyiapkan sarapan pagi fahri menyembunyikan bunga yang akan ia berikan pada dhisa di dalam ruang kerjanya
dengan lembut fahri membangunkan dhisa
sayangg bangun bi een udah bikinin sarapan"ucap fahri
Dhisa bangun dari tidurnya
***Ayo sayang aku juga sudah lapar"ucap dhisa
sayang kamu mandi dulu tapi jangan lama lama ya"ucap fahri
iya iya "ucap dhisa***
Dhisa yang melihat fahri sudah rapi dengan pakaian nya seperti akan kencan dengan wanita pun melontarkan pertanyaan
***Kamu seperti ingin kencan saja berpakaian seperti itu"
ucap dhisa
Iya memang dengan mu"goda fahri
ah benarkah baik aku akan cepat² mandi "ucap dhisa***
Dhisa segera memasuki kamar mandinya
dengan cepat ia mandi
dhisa sedikit memoleskan make up di wajahnya
mengedepankan rambutnya
Fahri masuk kedalam kamar dia yang melihat dhisa sudah rapih dan tampak cantik pun terpesona
***Cantik sekali istriku"goda fahri
iya memang jika aku tida cantik kau tida akan mau menikah dengan ku bukan"goda dhisa
haha kau benar sayang"balas fahri
Fahri mengulurkan tangan dan dhisa menerimanya tak di sangka rumah fahri yanh sudah besar mewah dan elegant kini di hiasi dengan dekorasi cinta membuat rumah itu semakin bagus
***Indah sekali"ucap dhisa
kau menyukainya"tanya fahri
iya sayang aku menyukai nya sangat menyukainya "ucap dhisa
syukurlah"ucap fahri***
__ADS_1