
siang itu setelah makan siang Bu Misye mencoba keluar rumah Bu Misye ingin menikmati udara segar siang hari desa yang baru beberapa hari di tempati dia dan keluarganya
Bu Misye duduk di kursi panjang yang berada di pohon mangga di samping rumah
udara siang itu terasa sejuk apalagi duduk di bawah pohon mangga yang rindang terasa sangat nyaman
di tengah tengah kenyamanan Bu Misye menikmati udara segar siang tiba tiba datang seorang seorang ibu ibu yang tampaknya tetangga mereka
ibu itu mendekati Bu Misye dan mengucapkan salam kepada Bu Misye
" Assalamu,alaikum Bu Misye selamat siang "!
" wa, alaikum salam "! jawab Bu Misye dengan gugup karena riba tiba saja ibu itu sudah berada di dekatnya
" maaf Bu kalau kedatangan saya mengejutkan Bu Misye"! kata ibu itu dengan sopan
" ibu ini siapa ya "? tanya Bu Misye sedikit heran dengan kedatangan tamu nya itu
" nama saya Sari tapi panggil saja saya Bu sari kedatangan saya kemari untuk mengundang ibu Misye agar datang kepengajian ibu ibu didesa ini ya sebagai orang baru di desa ini mungkin Bu Misye mau datang ke pengajian ibu ibu didesa sini besok hari Minggu jam 8 pagi biar bisa saling kenal "! jelas Bu sari
" oo tentu Bu saya akan datang sekalian biar bisa berkenalan dengan semua ibu ibu warga sini "! jawab Bu Misye sambil tersenyum ramah pada Bu Sari
__ADS_1
karena pada dasarnya Bu Misye memang orangnya baik dan murah senyum
" oiya Bu selama Bu Misye tinggal di rumah ini apa tidak ada yang aneh " tanya Bu Sari tiba tiba
Bu Misye merasa aneh kenapa tiba-tiba Bu sari bertanya mengenai hal hal aneh selama Bu Misye dan keluarganya tinggal di rumah ini ada apa sebenarnya apa Bu sari sekedar ingin menggosip atau memang ada sesuatu yang aneh di rumah ini
tapi Bu Misye belum berani menyimpulkan apa apa berkaitan dengan pertanyaan Bu sari tadi
" memangnya ada apa dengan rumah ini Bu "? tanya Bu Misye kepada Bu Sari
" o nggak apa-apa kok Bu cuma kata orang rumah ini angker "! jawab Bu Sari takut takut karena takut di bilang menyebarkan gosip
" angker bagaimana Bu " ? tanya Bu Misye dengan rasa penasaran
" sejarahnya bagaimana Bu dan siapa Sekar "?
Akhirnya tanpa di minta Bu sari menceritakan secara detail awal mulanya Sekar disuruh mewarisi ilmu Wijaya Kusuma milik eyang putrinya sampai Sekar harus mencari tumbal untuk kekuatan ilmu itu tapi karena sekar tidak mau mencarinya sebab tidak tidak tega menumbalkan nyawa orang lain demi ilmu itu dan sebenarnya dia sendiri tidak tertarik untuk mempelajari ilmu itu tapi demi eyang putri dia rela mewarisi ilmu itu
" kasihan sebenarnya Sekar "! ucap Bu Misye setelah Bu sari selesai mengakhiri ceritanya
" iya Bu padahal mbak Sekar itu orangnya baik , cantik dan ramah "!
__ADS_1
Bu Misye jadi terdiam ada rasa takut yang tiba-tiba timbul di dalam hatinya
Bu Misye benar benar takut kalau yang di ceritakan Bu sari tadi benar
untuk beberapa saat Bu sari dan Bu Misye saling diam larut dalam pikiran masing-masing
" kalau begitu saya pulang dulu ya Bu karena saya masih harus memberi tahu ibu ibu yang lain "! pamit Bu sari setelah untuk beberapa saat mereka saling diam
" oh iya Bu silahkan terimakasih atas undangannya "! jawab Bu Misye dengan ramah
setelah berpamitan dengan Bu Misye akhirnya Bu sari pun pulang
Setelah mendengarkan cerita Bu sari Bu Misye jadi takut bagaimana kalau cerita Bu sari itu benar dan bagaimana nanti kalau terjadi apa apa dengan keluarganya
tapi untuk menceritakan semuanya pada keluarga Bu Misye takut kalau mereka tidak percaya apa lagi pak Danu suaminya
pak Danu tidak akan percaya hal hal seperti itu
Bu Misye hanya bisa menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi ketakutan dan kekhawatiran yang Bu Misye rasakan
untuk beberapa saat Bu Misye terpaku di tempat duduknya hingga akhirnya Bu Misye masuk ke dalam rumah
__ADS_1
********,**