
Aku bertekad tidak akan pernah mencari tumbal laki laki lagi
karena aku bisa melakukannya nuraniku tidak bisa ,
Sudah tiga purnama ini sejak kematian eyang Kakung aku tidak mencari tumbal lagi tapi akibatnya tubuhku jadi lemah dan kulitku keriput mbok Minah dan pak Parman yang tahu keadaanku segera memberi tahu bapak dan ibu , bapak yang tahu keadaanku langsung tahu bahwa aku mempelajari ilmu Wijaya Kusuma
" Sekaaaaaar tidaaak kenapa kamu mempelajari ilmu itu nak "? teriak bapak kalap
" Prabowo.. tenanglah aku akan bertanya pada mbok Minah . mungkin mbok Minah tahu apa yang sebenarnya terjadi " ! kata pakde Suryo yang berusaha menenangkan bapak sementara itu ibu ditenangkan oleh bude Hanum
Pakde Suryo kemudian memanggil mbok Minah dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya
Mbok Minah sambil menangis menceritakan semuanya
Bahwa ketika eyang putri dalam keadaan seperti tengkorak hidup karena kekuatan ilmu kembang Wijaya Kusuma belum diwariskan dan waktu itu eyang Kakung setengah memaksa agar mbak sekar mau diwarisi ilmu kembang Wijaya Kusuma agar eyang putri terbebas dan bisa meninggal dengan tenang
karena rasa sayangnya mbak sekar dengan eyang Kakung dan eyang putri dengan agak terpaksa menuruti permintaan eyang Kakung ,
dan beberapa waktu yang lalu mbak sekar jujur pada saya bahwa mbak sekar tidak bisa melakukan hal itu ,
__ADS_1
mbak sekar mengungkapkan bahwa rahasia kekuatan ilmu kembang Wijaya Kusuma itu adalah harus mencari tumbal seorang laki-laki dan harus diajak tidur untuk diserap energi hidupnya tapi mbak sekar tidak tega dan memilih tidak mencari tumbal apapun resikonya akan Mba sekar terima ,
" keparat bapak seharusnya Sekar tidak dekat dengan bapak seandainya Sekar tidak dekat dengan bapak mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi "! teriak bapak emosi setelah mendengar cerita dari mbok minah
" Sabar sekarang kita minta petunjuk pada paklik kusno apa yang sebaiknya kita lakukan "?
Tanpa menunggu persetujuan bapak , pakde Suryo menyuruh pak Parman agar memanggil paklik kusno
paklik kusno adalah adiknya eyang Kakung ,
Tak berapa lama pak Parman datang bersama paklik kusno. melihat kondisiku paklik kusno geleng geleng kepala
" Apa yang harus kita lakukan paklik untuk menolong Sekar "? tanya pakde Suryo kepada eyang kusno sementara itu bapak dan ibu pingsan karena mereka tidak mampu menerima kenyataan karena mereka tahu seberapa mengerikannya ilmu kembang Wijaya Kusuma itu bila melanggar syaratnya
Bapak dan ibu sekarang sedang diurus mbok Minah dan pak Parman
" Kita tidak bisa menutup nutupi Suryo bahwa keadaan sekar sudah tidak mungkin kita selamatkan lagi yang bisa kita lakukan sekarang hanya membuang ilmu kembang Wijaya Kusuma dari tubuh Sekar "! jelas eyang kusno pada pakde Suryo
Pakde Suryo hanya bisa menarik nafas panjang mendengar penjelasan eyang kusno
__ADS_1
" sekarang kita mulai saja membuang ilmu itu dari tubuh Sekar "! kata eyang kusno
" sekarang apa yang harus saya lakukan paklik "?
" Tolong cari daun Bidara sebanyak banyaknya untuk membaluri tubuh sekar "!
Tanpa disuruh dua kali pakde Suryo telah kembali dengan membawa Daun Bidara yang begitu banyak
Eyang kusno langsung menerima daun Bidara itu dan membalurkan keseluruh tubuhku sambil komat Kamit membaca mantra entah mantra apa yang dibacanya
Eyang kusno melepaskan gelang eyang putri yang melingkar dipergelangan tanganku bersama dengan itu aku menghembuskan nafas terakhirku ,
itulah akhir perjalanan hidupku
seorang gadis yang memiliki wajah cantik dan punya nama lengkap
Sekar Ayu Putri
********
__ADS_1