DI LEMA SANG PEWARIS ILMU LELUHUR DAN RUMAH EYANG

DI LEMA SANG PEWARIS ILMU LELUHUR DAN RUMAH EYANG
BAB 2 RITUAL PEWARISAN ILMU WIJAYA KUSUMA


__ADS_3

Malampun tiba aku gelisah didalam kamarku membayangkan yang akan aku lakukan sebentar lagi , hatiku bimbang kalau aku melakukan hal ini , itu berarti aku membunuh eyang putri , tapi kalau tidak eyang putri akan tersiksa dan menderita belum lagi bagaimana tanggapan bapak dan ibu kalau tahu aku telah mewarisi ilmu eyang putri ,


Aku memang jarang pulang kerumah karena sejak kecil aku sudah ikut eyang , Karena eyang yang meminta kata eyang buat menemani eyang Kakung dan eyang putri karena eyang Kakung dan eyang putri hanya tinggal berdua bersama ,


Semakin dekat dengan saat saat acara ritual itu hatiku semakin gelisah ada rasa takut dan ngeri dalam hati kecilku menghadapi hal itu.


" Sekar keluarlah sudah waktunya kita mulai "!


Suara eyang Kakung membuyarkan lamunanku


" Iya eyang "! jawabku sambil bangkit dari tempat dudukku dan membuka pintu kamarku didepan pintu eyang Kakung sudah berdiri menungguku


kita mulai sekarang sekar "! kata eyang Kakung ketika melihatku keluar dari kamar ,


Eyang Kakung memberiku isyarat agar aku mengikuti eyang Kakung.


Akupun mengikuti eyang Kakung tanpa banyak bicara dan bertanya


Eyang Kakung masuk kekamar yang ditempati oleh eyang putri


" Sekarang kita akan memulai upacara pewarisan ilmu Wijaya Kusuma itu pada Sekar , maafkan aku bukannya aku tidak menyayangi dan mencintaimu tapi ini aku lakukan demi kamu karena aku tidak tega melihatmu tersiksa seperti ini "! kata eyang Kakung sendu sedang eyang putri tetap diam hanya bola matanya bergerak gerak seakan memberikan isyarat bahwa eyang putri sudah siap


Eyang Kakung kemudian mengangkat tubuh eyang putri keluar ketempat pemandian , ditempat pemandian eyang Kakung membaringkan tubuh eyang putri kebalai balai , setelah itu eyang Kakung menggores kulit eyang putri dengan pisau dan menampung darah yang mengalir keluar dari kulit eyang putri dengan mangkuk yang telah dipersiapkan eyang Kakung sebelumnya


" Eyaaaang "! jeritku rasanya tidak tega melihat eyang putri diperlakukan seperti itu tapi eyang Kakung cuma diam dan membiarkan isyarat agar aku diam .


Akupun hanya diam tak berani membantah karena tatapan eyang Kakung begitu tajam padaku ,


Eyang Kakung kemudian menuangkan darah eyang putri tadi kebak mandi yang sudah dicampur dengan bunga Wijaya Kusuma ,


Aku hanya bisa pasrah melihat hal itu ,


" Sekarang lepas semua pakaianmu dan berendamlah dibak mandi itu jangan keluar kalau tidak eyang perintah untuk keluar dan satu lagi jangan sampai kamu melakukan apa pun dan jangan pernah kamu keluar dan meninggalkan bak mandi apa pun yang terjadi Ingat itu Sekar , eyang akan bersemecadi dan tidak akan melihat tubuhmu yang telanjang


" Tapi eyang "! ucapku ragu


" tidak ada kata Tapi tapian lagi Sekar waktu kita sangat mendesak "! eyang berkata dengan nada tegas memrintah ,


Lagi lagi aku tidak berani membantah ucapan eyang yang penuh ketegasan


Aku tak berani menatap tatapan mata elang eyang yang tajam menatapku


Tanpa diperintah kedua kalinya aku melepaskan semua pakaianku dan segera berendam di bak mandi yang telah dicampur dengan bunga Wijaya Kusuma dan darah eyang putri,


Sementara itu eyang Kakung bersemedi di dekatku berendam matanya terpejam dan mulutnya komat Kamit membaca mantra entah mantra apa yang dibacanya tak berapa lama muncul cahaya kuning keemasan dan berhenti tak jauh dari tempat eyang Kakung bersemedi, cahaya kuning itu tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita cantik namun aura kekuatan hitam yang terpancar darinya terasa begitu kuat ,


Wanita itu memandang eyang putri yang dibaringkan diatas dipan tak jauh dari tempatku berendam dan eyang Kakung bersemedi

__ADS_1


" Rupanya ini pewarismu Laksmi aku suka "? ucap wanita itu kepada eyang putri sambil terawa ,


Aku bergidik ngeri mendengar tawanya


" Bangunlah dari semedimu Darmo Kusumo aku sudah datang memenuhi panggilanmu "! kata wanita itu kepada eyang Kakung


Eyang Kakung kemudian membuka mata mengakhiri semedinya ,


Melihat wanita itu eyang Kakung menyembah hormat kepada wanita itu sambil kata ,


" Ampun kanjeng ratu hamba mengganggu" !


" Aku tahu bahwa Laksmi telah mewariskan ilmunya kepada Sekar dan aku suka aku lihat sekar memang pantas menjadi pewaris ilmu Wijaya Kusuma "!


" Iya kanjeng ratu "!


" Iya aku sudah paham itu bimbinglah Sekar untuk menggunakan ilmu itu , sekarang aku akan kembali jangan lupa untuk memakaikan gelang yang di pakai Laksmi kepada Sekar karena dengan memakai gelang itu berarti kekuatan ilmu Wijaya Kusuma telah berpindah kepada Sekar "!


" Iya kanjeng ratu hamba mengerti "!


"Syukurlah kalau kamu mengerti "!


Setelah berkata begitu wanita itupun menghilang tanpa jejak


Setelah wanita itu menghilang


Setelah wanita itu menghilang eyang Kakung berkata


" Iya eyang " ! Aku menjawab dengan bibir bergetar karena rasa takut Dan rasa dingin yang luar biasa kurasakan ,


Eyang Kakung sudah masuk bersama eyang putri ,


Setelah eyang Kakung masuk kedalam aku segera memakai pakaianku lalu masuk kedalam rumah


Sesampainya didalam rumah eyang Kakung sudah menungguku


" Duduklah Sekar eyang akan menjelaskan semuanya padamu tentang ilmu Wijaya Kusuma" ! pinta eyang padaku ketika melihat aku sudah masuk


" Iya eyang"!


Akupun kemudian duduk di kursi yang ada didepan eyang ,


" Sekarang kamu sudah mewarisi ilmu eyang putri meski masih ada tahapan lagi yang harus kamu lakukan " !


" Apa itu eyang "?


" Menghafalkan mantra ilmu Wijaya Kusuma dan meminum air rebusan kembang Wijaya Kusuma " !

__ADS_1


" Apa eyang meminum rebusan air kembang Wijaya Kusuma "?


"Iya Sekar dan kamu tidak bisa mundur lagi karena kamu sudah menjalani beberapa ritual dan tinggal kedua hal itu jangan pernah berpikir bahwa kamu bisa mundur lagi Sekar Sekarang minumlah air rebusan kembang Wijaya Kusuma ini , cepat jangan membuat eyang marah "! ucapan eyang begitu dingin dan menusuk membuat ngeri


" cepat minum Sekar "! bentak eyang aku benar benar ngeri mendengarnya


Aku segera minum air rebusan meski rasanya tidak enak dan membuatku hampir muntah tapi karena eyang menatapku dengan tatapan tajam membuatku tidak berani membantah dan terpaksa menghabiskan air rebusan itu ,


" Bagus sekar sekarang kamu harus menghafal mantra ilmu kembang Wijaya Kusuma , dengarkan baik-baik sekar ini mantra yang harus kamu hafal dan kamu baca setiap kamu akan memikat hati para lelaki yang akan kamu ajak tidur setiap malam purnama


Ati seng ayem rungokno tembang Asmoro iki


Seng kekirim lewat angin wengi


Aku ngenteni tetese embun kang Tibo nelesi lemah


teles Ono ati kang garing iki


" Itu mantra yang harus kamu baca setiap kamu akan memikat hati laki laki yang akan kamu ajak tidur sekarang baca dan hafalkan itu


Akupun menghafalkan mantra itu sesuai arahan dari eyang


" Bagus sekar sekarang kamu sudah hafal dan sekarang pakailah gelang eyang putrimu , gelang ini sebagai kekuatan ilmu kembang Wijaya Kusuma "!


Eyang Kakung memakaikan gelang eyang putri padaku dengan hati hati ,


Setelah memakai gelang dari eyang putri seperti ada kekuatan yang mengalir kedalam tubuhku kekuatan yang membuat tubuhku terasa lebih ringan


" Kamu sekarang lebih cantik Sekar "! kata eyang saat memandangku


Aku hanya tersenyum mendengar pujian dari eyang


Aku menghela nafas berat Aku tak dapat membayangkan apa yang terjadi padaku setelah aku mewarisi ilmunya eyang putri


Terus terang ada rasa takut yang menyelinap dihatiku


" Sudah malam sekar tidurlah tapi ingat Sekar mulai bulan purnama depan dan seterusnya kamu harus mencari laki laki yang akan menjadi tumbalmu mengerti sekar " ?


Suara eyang menganggetkanku


" paham kamu Sekar "?


" Iiiiya saya paham eyang"! jawabku sedikit tergagap


" sekarang tidurlah eyang akan berjaga-jaga diluar "!


"Iya eyang "!

__ADS_1


Karena lelah aku segera menuruti perintah eyang aku segara masuk kedalam kamarku untuk beristirahat juga tidur kalau bisa


**********


__ADS_2