
" Eyang lihat kamu selalu gamang kalau soal mencari tumbal , ingat Sekar kalau kamu gamang dan ragu itu akan membahayakan dirimu sendiri Sekar "! kata eyang disuatu malam
" Maafkan saya eyang "!
" Sekar... sekarang yang harus kamu ingat hanya dirimu sendiri jangan ragu untuk menjadikan tumbal seseorang jika kamu semua bisa gagal dan itu akan membahayakan dirimu sendiri ngerti kamu sekar "! Suara eyang begitu tegas dan ada kemurkaan dalam nada suaranya
Eyang Kakung menarik nafas panjang dan kemudian berbicara lagi
" Eyang sudah tua sekar dan eyang berharap kamu bisa menjadi pewaris semua milik eyang termasuk rumah ini .
Eyang harap kamu bisa ngurus semua pusaka pusaka milik eyang " !
" Tidak eyang saya tidak bisa kalau harus mengurus pusaka bukankah masih banyak cucu eyang yang laki laki yang pantas eyang warisi pusaka pusaka milik eyang "! jawabku tegas berharap eyang tidak memaksaku lagi berusan dengan ilmu kejawen dan sejenisnya tapi eyang begitu marah saat mendengar aku menolak permintaannya tatapan eyang begitu garang saat menatapku
" Kamu akan berani menentang eyang Sekar "! ucapan eyang bergetar menahan marah
" Bukan begitu eyang "! aku berusaha menyabarkan eyang yang sedang emosi
" kamu tahu sendiri mas mas mu semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing lagi pula mereka bisa melakukan semua itu kecuali kamu " ! suara eyang semakin meninggi itu tandanya eyang benar benar marah "!
" Iya saya bersedia "! jawabku agar emosi eyang tidak semakin murka , semua orang tahu kalau eyang sudah marah seperti itu bisa lepas kendali dan bisa melakukan apa saja makanya tidak ada yang berani membantah keinginan eyang termasuk juga aku ,
" Bagus... kalau dari tadi kamu bersedia seperti ini eyang pasti tidak akan marah "!
__ADS_1
Aku hanya bisa pasrah apapun permintaan eyang ,
Setelah mendengar kesediaanku eyang mulai tenang
Melihat eyang mulai tenang aku pun ikut tenang tapi hatiku menangis
Aku merasa eyang egois hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain
Aku merasa eyang telah menjadikan aku sebagai boneka yang harus menuruti permintaannya saja tanpa boleh memilih dan menentukan apa aku inginkan aku mulai benci eyang ada rasa penyesalan dihatiku kenapa dulu menuruti permintaan eyang Kakung untuk menjadi pewaris ilmu eyang putri tentunya aku terikat dengan tumbal yang merenggut nyawa dengan perlahan lahan seperti Andri ,
Andri sebenarnya orang baik tapi sekarang telah tiada karena menjadi tumbalku ,
" Apa yang kamu pikirkan Sekar ,apa kamu akan menolak permintaan eyang haah coba tatap mata eyang Sekar "?
" Sekarang tak ada pilihan lain selain menuruti permintaan eyang "! perintah eyang tanpa basa-basi lagi
Aku hanya diam tak bereaksi .
" sekarang ingat Sekar apa yang harus kamu lakukan untuk rawat pusaka pusaka eyang kamu harus hafal dan bisa merawat pusaka pusaka itu dengan baik "!
Aku tetap tak reaksi Tanpa aku minta eyang menjelaskan bagaimana merawat pusaka pusaka itu ,aku tidak minat memperhatikan wejangan wejangan dari eyang hatiku benar benar sudah muak berusan hal hal semacam itu ,,
....
__ADS_1
kesehatan eyang semakin memburuk mungkin karena memang usia eyang sudah tua jadi rawan dan lemah
hanya aku dan mbok Minah yang merawatnya
setelah beberapa hari sakit akhirnya eyang Kakung pun menyusul eyang putri
Dan aku pun sendiri dirumah ini hanya ditemani mbook Minah dan pak Parman suami mbok Minah
" Mbok Minah dan pak Parman jangan pergi dari sini temani aku aku dirumah ini ya mbok "¡ pintaku pada mbok Minah waktu makan siang
" Apa mbak sekar tetap akan tinggal dirumah ini meski eyang sudah tidak ada "? tanya mbok Minah hati hati mungkin takut akan menyinggung perasaanku ,
" Aku belum tahu mbok , aku belum punya gambaran tentang itu mbok mungkin untuk sementara waktu aku akan tinggal disini dulu "! jawabku tak kalah hati hati
" Mbok mau kan menemaniku selama aku disini ?
" Kalau mbak sekar meminta simbok menemani mbak sekar disini simbok akan menemani mbak sekar disini "!
" Terimakasih mbok mbok memang orang yang baik "!
Aku memeluk mbok Minah dengan perasaan haru begitu juga dengan mbok Minah
perasaanku campur aduk tak karuan
__ADS_1
*********