
Aku sudah beraktivitas seperti biasanya
Akupun sudah berkerja lagi seperti biasa
Dan di tempat kerja aku melihat seorang laki-laki kelihatannya pegawai baru di sini
laki laki itu menatapku tak berkedip
" Hai "! sapanya padaku sambil tersenyum
" Hai juga "! balasku sambil tersenyum pula
" Namaku Andri "! namamu siapa "? tanyanya padaku
" Namaku sekar... sekar ayu Putri lengkapnya "!
" oiya nama yang sangat bagus , kalau nama lengkapku Andri Sofian "!
"Namamu panjangmu juga bagus kok "!
" Ah bisa saja kamu "!
Aku dan Andri langsung akrab seperti sudah lama kenal
" Masuk yuk bentar lagi kerja di mulai "!
" Oiya kalau begitu ayo masuk "!
Aku dan Andri pun masuk kedalam tempat kerja sepertinya Andri orang yang enak diajak ngobrol ,
....,..
pertemananku dengan Andri semakin akrab
dan tanpa aku duga Andri menyatakan perasaannya padaku aku terkejut mendengarnya
Dia pun mengajakku ketemuan
Tiba tiba aku ingat bahwa besok malam adalah malam purnama aku harus mencari tumbal untuk ku ajak tidur kalau tidak aku akan celaka
Disaat kebingungan tiba tiba aku berpikir kenapa tidak Andri saja yang aku jadikan tumbal pertamaku , kalau Andri aku rasa akan lebih mudah mengajaknya berkencan karena pada dasarnya Andri memang suka padaku ,
" Bagaimana sekar kamu mau kan kita ketemuan " ! tanya Andri lagi dia meminta kepastian kepadaku tampaknya dia begitu berharap untuk bisa ketemuan denganku ,
" Bagaimana kalau besok malam saja kita ketemuan ditempat biasa kita bertemu "! setelah beberapa lama berpikir dan mempertimbangkan semuanya , sebenarnya aku tidak tega kalau Andri harus menjadi korbanku yang akhirnya akan mati karena setiap kali berhubungan denganku energinya akan diserap oleh kekuatan ilmu Wijaya Kusuma , tapi aku terpaksa melakukannya demi ilmu itu karena kalau tidak Aku sendiri yang akan celaka ,
" Baiklah besok malam kita ketemuan "! Apa boleh aku menjemputmu kerumahmu "?
" OOO boleh saja eyangku orangnya baik kok "!
" Baiklah kalau begitu besok malam aku akan menjemputmu "! Andri tampak begitu senang mendengar jawabanku wajahnya jadi berubah ceria
" sekarang kita yuk ndri "! ajakku
__ADS_1
Andri pun menurut akhirnya aku dan Andri pun pulang bareng
...
Akhirnya malam pun tiba aku berdandan secantik mungkin agar Andri semakin terpikat padaku , selesai berdandan aku keluar dari kamar untuk menunggu Andri yang akan menjemputku ,
Diruang tengah aku lihat eyang sedang duduk dikursi ruang tengah menikmati secangkir kopi yang dibuatkan mbok Minah tadi
" Eyang saya akan pergi dulu bersama Andri ”! Sapaku pada eyang
Eyang menatapku dan menarik nafas panjang ,
" pergilah Sekar tapi ingat jangan sampai pagi sebelum subuh kamu sudah harus sampai dirumah ingat pesan eyang itu Sekar "!
" Iya eyang"! jawabku pada eyang rupanya sudah tahu kemana aku akan pergi ,
Tak berapa lama kemudian terdengar suara motor yang berhenti didepan rumah itu pasti Andri yang datang ,
" Saya pergi dulu eyang "! pamitku pada eyang sambil mencium tangannya takzim
Eyang hanya mengangguk ,
Aku pun segera keluar menemui Andri yang sudah menungguku diluar
Aku dan Andri segera berangkat tak berlama aku dan Andri sudah sampai ditempat tujuan
Aku pun segera turun
" Malam ini memang udaranya sangat dingin "! Balas Andri sambil memeluk tubuh rupanya Andri sudah terpengaruh kekuatan ilmu Wijaya Kusuma ,
Dia makin berani menggerayangi tubuhku dan lama kelamaan aku terangsang hingga akhirnya terjadi hal itu ,
Aku tersadar dari semuanya seperti pukulan berat bagiku saat menyadari semua yang terjadi
Tanpa sadar aku menangis mahkota yang seharusnya ku serahkan kepada suamiku yang sah Tapi karena aku mewarisi ilmu Wijaya Kusuma aku harus melakukannya , hatiku terasa tercabik-cabik naluriku meronta ronta menerima semua itu , tapi semua telah terlanjur aku sudah tidak mungkin mundur ,
" Maafkan aku Sekar aku khilaf "! ucap Andri penuh penyesalan saat melihatku menangis
Aku hanya diam tak mampu berkata kata hanya air mataku sebagai jawabannya
Melihat aku hanya menangis
Andri semakin menyesal tapi Andri tidak tahu bahwa yang aku sesali kenapa aku harus mewarisi ilmu eyang putri seandainya aku tidak bersedia mewarisi ilmu eyang putri aku tidak akan terbelit soal tumbal
" ayo pulang Sekar "! Andri mengajak aku pulang aku hanya menurut saja
*********
keadaan Andri semakin memburuk orang tua Andri begitu sedih dan khawatir dengan keadaan Andri yang semakin hari semakin kurus dan lemah
namun mereka tidak tau bahwa itu karena pengaruh ilmu kembang Wijaya Kusuma yang rapalkan Sekar
" bagaimana keadaan Andri pak "? tanya ibu Andri kepada ayah Andri yang sedang duduk di kursi teras depan rumah
__ADS_1
" aku sendiri juga bingung Bu penyakit Andri kok aneh bapak baru menunemui penyakit seperti itu
" kalau begitu kita tanyakan pada orang pintar aja"! saran ibu Andri pada pak Ayub ayah Andri
" iya Bu benar juga saran mu kalau begitu aku akan menemui Mbah somo orang pintar yang rumahnya di desa sebelah "! pamit pak Ayub pada istrinya
" iya pak aku juga khawatir dengan keadaan Andri yang semakin hari semakin kurus dan lemah
sesampainya di rumah Mbah somo pak Ayub segera menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah Mbah somo
Mbah somo tampak terkejut mendengar penuturan pak Ayub
"Ada apa Mbah sepertinya Mbah somo sangat terkejut " ?
" sepertinya anakmu itu menjadi tumbal ilmu Wijaya Kusuma "!
" tumbal ilmu Wijaya Kusuma.. ilmu apa itu Mbah "?
" sudah lah nanti aku jelaskan sekarang ayo kita lihat anakmu dulu "! kata Mbah somo
" iya Mbah "! jawab pak Ayub
mereka kemudian pergi meninggalkan rumah Mbah somo untuk pergi ke rumah pak Ayub
sesampainya di halaman rumah pak Ayub Mbah somo dan pak Ayub mendengar Bu Ayub menjerit-jerit keras memanggil nama Andri
" Andri.... jangan tinggalkan ibu nak. ibu tidak mau berpisah denganmu "!
mendengar jeritan Bu Ayub dan Mbah somo sangat terkejut mereka buru buru masuk kedalam rumah ingin tahu apa yang terjadi
setelah sampai di dalam Mbah somo dan pak Ayub melihat Bu Ayub sedang menangisi Andri di dalam kamar Andri
mereka segera melihat keadaan Andri di dalam kamar
ternyata Andri sudah meninggal
pak Ayub pun tak kuasa menahan tangisnya
"tenyata benar dugaanku siapa yang memiliki ilmu kembang Wijaya Kusuma "! ucap Mbah somo
tapi ucapan Mbah somo itu tidak ada yang memperhatikan karena mereka semua larut dalam kesedihan
mendengar jeritan pak Ayub dan Bu Ayub para tetangga sekitar rumah pak Ayub dan Bu Ayub langsung berdatangan untuk mengetahui ada apa
setelah tahu bahwa Andri meninggal mereka langsung saling membantu menyiapkan segala sesuatunya
itulah akibat tumbal ilmu Wijaya Kusuma
memang sangat mengerikan akibat
namun Sekar sendiri tidak mengetahui bahwa seperti itu akibatnya
*******
__ADS_1