Di Takdirkan Untuk Slamnya

Di Takdirkan Untuk Slamnya
bab 4


__ADS_3

dita pun mendorong dada abian dan berusaha berlari menjauh dari abian, tetapi saat dita hendak kabur tangan nya di cekal oleh abian. ia berusaha menepis tangan abian tetapi tenaganya lebih kuat dari nya ia pun pasrah. semua siswa dan siswi yang berpapasan dengan nya melihat semua itu.


"LEPASKAN AKU! " Pinta dita pada abian dengan mata berkaca kaca, karena abian mencekal tangan nya terlalu keras hingga dita kesakitan.


"ikut dengan ku! " perintah abian pada dita lalu menarik nya keluar gerbang sekolah menuju parkiran dimana mobil nya berada.


dita pun masuk kedalam mobil abian, kini suasana semakin canggung dita melihat ke arah jendela sedangkan abian yang sedang fokus menyetir. dita pun memberanikan diri untuk bertanya.


"kita mau kemana ka? " ucap dita pada abian dengan memandang k arah abian.


"makan siang, " jawab abian singkat dan trs fokus mengemudi.


kini mereka berdua sudah sampai di restoran kokoro, ia memanggil pelayanan lalu memesan makanan.


"mau pesan apa? tanya abian pada dita, "


"samain aja sama k bian, " jawab dita singkat.

__ADS_1


abian mun memesan seafood dan jus alpukat begitu pula dengan dita. pelayan itu pun mencatat pesanan yang di pesan oleh abian dan dita lalu pergi.


"setelah makan kita ke WO ( wedding organizer) untuk mempersiapkan acara pernikahan kita besok, " ucap abian tiba tiba pada dita.


"tapi ka, aku kan blm pulang sekolah nanti aku kena marah, " rengek dita.


"aku sudah minta izin pada gurumu, " jelas abian pada dita. dita pun menganggukan kepala nya tanda setuju.


10 menit kemudian pesanan mereka pun datang. abian dan dita pun makan siang bersama. setelah mereka menghabiskan makanan nya , mereka langsung menemui Wedding organizer (WO).


KOSAN DITA


fira yang melihat dita melamun segera mendekati nya lalu duduk di samping dita.


"sudah larut malam apa kamu tidak mengantuk, " ucap fira yang membuyarkan lamunan dita.


dita pun menoleh ke arah fira lalu menatap kembali ke arah gaun pengantin yang ada di depan nya. bibir nya mulai bergetar isak tangis pun mulai terdengar , air mata pun lolos dari pelupuk mata nya.

__ADS_1


fira yang melihat sahabat nya menangis lalu memeluk nya dan mengusap punggung dita.


"sabar dit, sabar mungkin ini jalan yang terbaik untuk kamu, " ucap fira ada dita sambil membelai rambut dita layak nya seorang anak pada ibunya.


kini dita tidak punya siapa siapa lagi selain kedua sahabat nya, ia adalah seorang gadis yatim piatu sedangkan abian seorang yatim.


sedangkan di dalam kamar abian melamun ia tidak menyangka akan menikah secepat ini bahkan ia menikah dengan orang yang ia tidak cinta bahkan dia sendiri pun tidak knl


ia pun membuka pintu balkon kamar nya dan menghiruo dalam dalam udara segar pada malam hari ia pun ddk lalu melihat bintang bintang yang ada di langit biru begitupun dengan dita dan fira yang sedang memandang langit dan bintang di teras rumah nya.


sementara itu bu sofi di dalam kamar nya sedang menangis bahagia, lantaran anak laki laki nya bsk akan segera menikah ia bisa membayangkan betapa senang suaminya di alam sana ketika melihat anak nya menikah.


ia tau pernikahan ini secara tidak langsung memaksa tapi, ia tau betul sifat dita, ia sangat menyayangi dita seperti ia menyayany ke dua putra dan putri nya


dita adalah anak yang rajin. ia bisa mengerjakan semua hal. ia bukan lah gadis manja seperti teman teman nya.


karena cuaca yang semakin dingin dan sudah larut malam dita dan fina pun masuk ke dalam kosan nya dan masuk k dalam kamta untuk tidur. ia memasang alarm pukul 05.00 lantaran takut kesiangan.

__ADS_1


abian yang sedari tadi menghafal kan ijab kabul supaya tidak malu maluin saat hari H ia tidak mau membuat mamanya kecewa apalagi sampai menangis karna ulah nya.


***


__ADS_2