Di Takdirkan Untuk Slamnya

Di Takdirkan Untuk Slamnya
bab 5


__ADS_3

HOTEL


Hari ini adalah hari pernikahan abian dan dita, acara pernikahan diadakan di hotel milik keluarga abian.


Dita sedang di rias oleh penata rias, kini dita memakai gaun pengantin berwarna putih sedangkan abian memakai kemeja putih dan jas hitam.


Di aula dasar hotel keluarga mempelai lelaki sedang menunggu mempelai wanita . sementara itu di ruang rias semuanya sudah siap dan segera ke aula dasar.


kini dita dan fira sudah sampai di aula dasar, fira membatu dita untuk duduk di sebelah abian. pak penghulu pun menjabat tangan abian dan mengucapkan ijab kabul, dan abian membalas nya. tidak sia sia ia menghafalkan ijab kabul pagi siang dan malam.


ijab kabul pun berjalan dengan lancar


" bagaimana para saksi ? " semua para saksi pun menjawab " sah " pak penghulu pun mengakhiri acara dengan do'a. akhirnya pernikahan pun selesai dan berjalan dengan lancar.


"bi... mama sudah belikan arpatemen untuk kalian, tinggal lah di sana," perintah bu sofi pada abian yang berada di depan nya.


"hufss.. oky tapi ma, aku harus pulang karna baju baju dan barang ku masih ada di sana, " jawab abian pada mamanya.


"tidak perlu, mama sudah menyuruh org untuk memindahkan barang barang mu, sekarang kami tinggal pergi ke sana bersama dengan dita, " ucap bu sofi pada abian sambil menepuk pundak abian dan pergi meninggal kan abian.


saat abian mencari dita tiba tiba putri datang dan mengucapkan selamat pada kk nya.


"selamat yh kak akhirnya kamu menikah

__ADS_1


juga, "


"Terimakasih" ucap abian pada putri sambil mbelai rambut putri.


"sama sama kak, " balas putri pada bian sambil tersenyum.


"oh ya put, apa kamu melihat istriku? "


"tuh di sana, " balas putri pada abian sambil menunjukkan ke arah dita berada.


"okey terimakasih, " balas abian singkat lalu meninggal kan putri dan menghampiri dita.


ARPATEMEN


setelah acara resepsi pernikahan yang di mulai dari pagi hingga Sore hari, akhirnya dita bisa beristirahat juga. kini statusnya sudah berubah menjadi istri dari abian Pratama.


"istirahatlah dulu, aku akan mandi" ucap abian saat sudah berada di dalam kamarnya.


"iyah ka, " balas dita lalu duduk di tepi tempat tidur abian.


ia bingung harus memanggil suaminya dengan sebutan apa, karna ia terbiasa memanggil abian dengan sebutan "ka abian"


sambil menunggu abian mandi dita merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur abian hingga tertidur lelap. ia merasa sangat cape karena acara resepsi pernikahan tadi siang.

__ADS_1


di dalam kamar mandi abian sedang berdiri di bawah siraman air shower, ia tidak habis pikir akan menikah secepat ini bahkan dengan wanita yang ia tidak kenal. ini semua gara gara kejadian waktu itu sampe sampe ia harus menikahi dita.


tetapi nasi sudah menjadi bubur.abian pun memutuskan untuk tidak menceraikan dita, meskipun tidak ada rasa saling suka, apalagi cinta. pikirnya pernikahan adalah hal yang sakral jadi ia ingin menikah sekali seumur hidup. begitu juga dengan dita.


setelah mandi dan memakai pakaian di dalam kamar mandi, abian pun keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosok rambut nya degan handuk yang ada di tangan kanan nya. saat abian keluar dari dalam kamar mandi, abian melihat dita yang tertidur pulas.


ia pun mendekat dan duduk di tepi tlat tidur hendak membangun kan dita.


"dita bangun apakah kamu tidak mandi? " tanya abian pada dita sambil menepuk pelan kedua pipi dita.


dita pun bangun dan mengernyitkan dahinya kepalanya agak sedikit pusing mungkin karena dita kelelahan.


"emm.. ka bian boleh saya minta tolong? " tanya dita pada abian sedikit ragu.


"mm boleh apa? " tanya abian balik pada dita sambil mengangkat halis nya.


"tolong turunkan resleting gaun saya, tangan saya tidak bisa menjangkaunya, tadi saya menunggu ka bian keluar dari dalam kamar mandi sampe sampe saya ketiduran, " jelas dita pada abian agak sedikit malu.


"berbalik lah! " bala reyhan.


abian pun membantu menurunkan resleting gaun yang di pakai dita. setelah resleting gaun itu turun, tampak lah punggung dita yang putih dan mulus dengan pengait bra berwarna putih. abian pun tercengang dan menelan ludah nya.


"Terima kasih ka ," ucap dita menyadarkan ketertegunan abian.

__ADS_1


"I — ya, sama — sama, " balas abian terbata bata karena gugup.


dita pun seger masuk ke dalam kamar mandi dan membawa handuk nya, saat dita selesai mandi dita lupa kalo dia tidak membawa pakaian.


__ADS_2