Di Takdirkan Untuk Slamnya

Di Takdirkan Untuk Slamnya
bab 7


__ADS_3

pagi hari Dita bangun dari tidur nya ia merasa berat pada perutnya ternyata itu adalah tangan abian. Dita pun menurunkan tangan Abian dari perut nya dengan hati hati supaya tidak membangun kan Abian. Dita pun beranjak dari ranjang nya menuju dapur, ia ingin memasak sarapan pagi untuk suaminya.


saat makanan sudah selesai ditapun menaruh nya di meja makan lalu pergi ke kamar untuk membangun kan Abian.


"kak bangun,"ucap Dita sambil menggoyang goyangkan tubuh abian. Abian pun membuka mata nya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. sementara Dita menunggu Abian di meja makan sambil memainkan ponselnya. saat Dita sedang asik menonton Youtub tiba tiba ada yg menelponnya dan itu dari putri sahabat nya sekaligus adik ipar nya. Dita pun menggeser tombol hijau.


"hallo,"ucap Dita di seberang tlpon


" Hay dit apa kabar?" ucap putri pada Dita di seberang tlpon.


" Alhamdulillah gua baik baik aja, loe sendiri gimana kabarnya?"ucap Dita.


" alhamdulillah gua baik baik aja, eh gimana loe udah malam pertamaan belum hahah ."


ucap putri sambil tertawa .


"ish paan sih loe, gajelas banget."Dita


"seriusan gua nanya sama loe ." putri sambil penasaran dan menahan tawa nya

__ADS_1


" yah belum lah, malu tau GK sih gua tidur seranjang sama dia aja jantung gua hampir mau copot, apalagi ngelakuin itu ya kali," ucap Dita sewot.


" eh ntar siang gua kerumah loe nya bareng Fira udah lama nih ngk kumpul bareng."putri


" ya udah gua tunggu kalian berdua yh eh udah dulu yh kak Abian dateng,"ucap Dita pada putri saat melihat Abian keluar kamarnya menuju dapur.


"telponan sama siapa?"ucap Abian saat sudah duduk di meja makan.


"ini dari putri," ucap Dita pada Abian lalu mengambilkan nasi untuk sarapan Abian dan juga lauk nya.


"oh yy , makasih " ucap Abian sambil tersenyum lalu menyantap makanan nya dengan lahap, masakan istrinya memang lah sangat enak.


" sekarang kamu adalah istriku, aku berjanji akan berusaha mencintaimu dan menyayangimu aku akan menjagamu kamu ngk boleh dimiliki oleh orang lain selain aku, aku mencintaimu." batin Abian.


" kak kamu knp senyum senyum gitu?" ucap Dita membuyarkan lamunan Abian.


" hah ngk papa sayang,"ia ingin membiasakan memanggil Dita dengan sebutan sayang karna mulai sekarang ia akan berusaha mencintai Dita.


Dita yang mendengar ucapan Abian pun terkejut, ada apa dengan nya tiba tiba memanggil nya dengan sebutan "sayang"?

__ADS_1


"emm ka apa aku tidak salah dengar?"ucap Dita.


"hahaha tidak sayang kamu tidak salah dengar, mulai sekarang aku akan mulai. mencintai dan menyayangi kamu,"ucap Abian sungguh sungguh.


Dita yang mendengar nya pun merasa terharu mata nya berkaca kaca ia berusaha menahan air matanya untuk tidak jatuh, tetapi air mata itu terus membendung nya hingga akhirnya air mata itu pun lolos dari pelupuk mata dita.


Abian yang melihat Dita pun langsung memeluk tubuh Dita dengan erat.dita terus menangis di pelukan Abian iya tidak menyangka akan ada org yang mencintainya dengan tulus.


"terimakasih karna kamu telah hadir dalam hidupku,ingin mencintaiku dengan tulus, aku pun akan membuka hati ku untukmu, aku berjanji akan menjadi istri yang terbaik untuk mu, aku tidak akan mengecawakanmu sekarang kau adalah suamiku, aku tidak ingin kau dimiliki oleh orang lain selain aku,"batin dita.


iapun menenggakan kepalanya " iyh mas aku juga akan membuka hati aku untukmu, dan mulai mencintaimu, dan akan menjadi istri yang baik untukmu."ucap Dita sungguh sungguh ia pun memeluk kembali Abian ia merasa bahagia hari ini.


Dita pun melepaskan pelukan nya ia memandangi wajah tampah suaminya dan tersenyum.


"emm mas... boleh ngk temen teman aku kesini?"ucap Dita dengan manjanya sambil menggelantung kan tangan nya di tangan kekar milik suaminya.


"iyh boleh siapa emang nya?"ucap Abian sambil mengusap kepala Dita.


"putri sama Fira mas ," ucap dita.

__ADS_1


"oh ya sudah kalo begitu mas mau keruang kerja dulu yh sayang ada kerjaan yang ingin mas kerjakan sebentar yh,"ucap Abian lalu mengecup kening Dita dan berdiri menuju ruang kerja dan meninggalkan Dita di sofa yang sedang menonton televisi.


__ADS_2