Dia Bukan Aku

Dia Bukan Aku
Aycil


__ADS_3

Namaku aycil gadis yang tak pernah melihat rupaku sendiri... Bermain dalam kesepian dan juga khayalan tentang dunia luar.


Rumahku memang seperti istana, namun tidak ada satupun yang memberitahukan apa yang sedang terjadi di rumah ini.


Tak ada kalender, tak ada cermin bahkan jam sekalipun.. Alat komunikasi tak tersedia di rumahku, bahkan tak pernah ada tamu yang ku lihat datang menghampiri rumah besar ini. Dan juga ayahku ataupun ibuku tidak pernah membiarkan orang-orang mendekati atau berbicara denganku.


Setiap ku tanya ayah selalu menjawab


"dunia luar terlalu berbahaya untukmu sayang, ayah tidak ingin kehilangan anggota keluarga lagi.. Kamu adalah satu-satunya putri ayah"

__ADS_1


Jawab nya selalu seperti itu, begitupun dengan mamaku, setiap dia melihatku keluar pintu dia akan menangis tanpa sebab, lalu mulai berteriak tidak jelas seperti orang gila tepatnya.


Satu hal lagi, aku tidak mengingat kejadian saat aku masih kecil, memoriku seperti terputus,hanya sampai usia 10 tahun,ingatanku sampai di sana.. Aku tidak pernah mengingat di mana masa kecilku, kapan terakhir kali aku bermain ayunan, bahkan perayaan ulang tahu ku sendiri aku tidak ingat.


Tak ada yang aku tahu selain apa yang aku baca dari buku, dan apa yang sudah aku pelajari .... Bahkan tak ada yang aku kenal selain pembantu di rumahku.


Bagaimana rasanya ketika keluar dari sangkar istana ini... Aku ingin mencobanya, yha aku harus mencobanya.berharap menemukan dunia baru yang lebih indah dan tak semenyeramkan apa yang di katakan ayah dan ibuku, dan kakiku adalah sumber masalahnya..


Aycil dan elice dua gadis kembar bak pinang di belah dua, hanya saja Alice mengalami kecelakaan sejak berumur 10 tahun yang menyebabkan kakinya lumpuh, dia sangat membenci saudara kembarnya dan tak mau bicara dengan siapapun itu.

__ADS_1


"ini untuk kakak " Alice tak menggubris hadiah kado pemberian aycil dan berlalu begitu saja mendorong kursi rodanya.


Mama dan papanya hanya bisa memberi semangat pada aycil untuk memaklumi kakaknya itu.


" semangat ya sayang, kakak kamu seperti itu karena dia pasti masih sedih "(rayu mamanya sambil membelai lembut rambut putrinya, dan ayahnya mengambil hadiah yang di lempar oleh alice) " gpp kan sayang, hadiahnya di kasih nanti saja, kalau kak Alice mood ya sudah balik ya" (aycile menjawab sambil meganggukan kepala dan pergi menuju kamarnya).entah kenapa rasa ibadah di hatinya kini tumbuh menjadi benci, kakaknya yang terluka tapi kenapa dia juga yang harus terkurung di rumah ini.


****


Selepas dari ruang tengah Alice melihat tak seorang pun yang berada di luar, tak ada pembantu ataupun penjagaan, dia melihat sekeliling ingin memastikan kalau di sekitarnya memang tidak ada siapa-siapa "wah orang-orang pada kemana" (sungutnya pelan, dan dengan sekuat tenaga ia langsung mendorong karsi rodanya dengan cepat, ia ingin lari dari rumah ini secepatnya, menjauh dari seluruh işi kelurga yang sangat aneh) namun sampai di gerbang depan rumahnya dia terperanjat ketika mengetahui bahwa rumahnya ini terletak di dalam hutan, pohon-pohon tinggi menjulang tinggi di sekitarnya, sinar matahari yang terang membias di mata Alice yang tak terbiasa terpapar sinar matahari secara langsung..

__ADS_1


Sebuah tangan menghentikannya, tangan itu menepuk bahunya..


__ADS_2