
Raut wajah Leo seketika memerah karena marah, ketika kesya dan kania memberitahunya kalau ferro sejak pagi pergi dari posko, dan akan mencari kastil yang tak segaja dia lihat 3 hari yang lalu.
"memangnya ada apa disana? ". Tanya kania Penasaran.
" sudah aku bilang kita jangan mendekat kesana, kenapa kalian tidak mendengarkanku". Bentak Leo yang terlihat frustasi.
"kamu juga harus memberitahukan alasan, kenapa dia tidak boleh kesana, kamu hanya marah tidak jelas sejak kemarin.. Sudah tahu perangai ferro seperti apa, semakin di larang.. Semakin dia penasaran ". Sungut keysa dengan kesal.
Tanpa berkata-kata lagi Leo langsung bergegas pergi untuk mencari ferro, sebelum terlambat.
" gimana ferro nggk penasaran kalau dia itu kayak gitu ". Sungut keysa marah, yang melihat sikap leo yang terus mengundang kecurigaan.
***********
Alice tengah berjemur di balkon depan rumahnya, sejak kemarin suasana hatinya tidak baik, beberapa kali dia di buat bingung dan sedikit frustasi dengan tingkat aycile . Dia menatap kakinya dengan tersenyum.. Ingin sekali dia melompat dari atas sana, mengakhiri penderitaan dan juga kepengapan harinya.
"aku tidak mau mati, tapi tidak ingin hidup juga, aneh sekali aku ini". Katanya sambil tersenyum. Seketika matanya membulat melihat ada laki-laki yang sedang berdiri menatapnya dengan tersenyum, laki-laki itu kemudian melambai ke arah Alice.. ..entah kenapa sekelebat bayangan seseorang menganggu pikiranya dan Seketika napas nya langsung seperti tercekik.. Badanya langsung mengeras karena ketakutan, dia sampai tergagap dan akhirnya jatuh dari kursi rodanya, lehernya seperti tercekik.
" ma.. Mama, tidak.. Tidak.. Mama tolong Alice ma". Panggil Alice dengan nafas yang hampir habis, bi inah yang sedang membereskan kamar nonanya itu terkejut, melihat sang nona seperti kesakitan dan jatuh dari kursi rodanya.
" nona.. Nona,tuan.. Tuan, nona tuan ". Teriak bi inah.. Dengan segera ayahnya Alice datang dan dengan segera membawa putrinya masuk lagi ke kamarnya.
" sayang tenaglah, papa ada disini sayang.. Kamu akan baik-baik saja sayang.. Bi inah cepat ". Perintah tuan agra dengan segera.
Melihat kondisi Alice, mau tidak mau papanya harus segera menenangkan putrinya, Setelah di suntikkan obat Penenang, Alice sedikit tenang.
" papa, Alice takut pa ".lirihnya pelan sambil menahan kantuk efek dari obat penenang yang di suntikkan oleh papanya.
" iya sayang, ada papa disini.. Kamu aman ,sekarang tidur yha". Kata papanya menghibur dengan pelan, hingga Alice pun tertidur, raut wajah Nugraha terlihat sangat cemas dan sedikit ketakutan setiap alice mendadak kumat dari penyakit nya.
Ayahnya Alice dengan segera langsung melihat ke arah balkon, dan melihat ke sekeliling, apakah ada orang yang sedang menakuti putrinya atau tidak, atau ada seseorang penyusup yang telah membuat putrinya ketakutan.
"apa ada orang tadi di luar? ". Tanya papanya Alice sambil mengedarkan pandangannya ke luar ruangan, dan memastikan kalau disekitar kamar putrinya itu aman.
" tidak ada tuan, tadi saya juga sudah melihat ke luar,, tapi tidak ada orang.. ".kata bi inah sedikit takut takut, takut kalau tuanya itu marah besar yang akan berakibat fatal untuk seluruh penghuni mansion.
__ADS_1
" lalu kenapa Alice bisa kambuh seperti tadi ?". cecar tuan nugraha pada bi inah,yang terlihat khawatir dengan keadaan putrinya.
" bi inah, jangan Biarkan Alice dan aycile melupakan obat rutinnya, bila perlu tunggu mereka menelan obatnya dulu baru tinggalkan kamarnya satu lagi jangan sampai istriku tahu kalau alice kambuh". Pungkasnnya memperingati bi inah dengan nada penekanan,lalu meninggalkan kamar putrinya.
*******
Ferro melihat laki-laki yang bergegas keluar dari dalam hutan, pakaianya terlihat mewah, dan dia tidak seperti dari desa.
"anda dari mana?". Tanya ferro yang melihat laki-laki yang hampir menabraknya itu.
Bukannya menjawab pertanyaan ferro laki-laki itu hanya berbalik menatap ferro dan tersenyum.. Lalu pergi dengan segera, seperti seseorang yang terbaru-buru, dan sedang melarikan diri dari sesuatu.
"aneh sekali ".gumam ferro pelan, sambil melihat punggung laki-laki yang sudah hampir hilang dari pandangan nya itu. namun enyum ferro terlihat mengembang.. Ketika atap kastil itu sudah kelihatan, dia semakin yakın kalau gadis yang dia lihat 3 malam yang lalu memang nyata, dan bukan halusinasi nya belaka.
"benar kan yang aku bilang, lihat saja nanti, aku akan memperlihatkan pada kalian kalau aku memang benar-benar melihat seorang gadis cantik".lirihnya dengan senyum bangga.
Hingga tiba di depan gerbang, dia melihat ada beberapa orang yang tengah membersihkan halaman.. Dia berniat berteriak, sebelum mulutnya di bekap öleh seseorang dari belakang.
"aaaa. Siapa ini, lepas kan ". Katanya berontak.
" kenapa sih ".sungutnya dengan nada kesal
" diam...". Bentak Leo dengan nada masih berbisik, mendengar perkataan Leo yang yang sangat serius tentu ferro langsung diam dengan enggan.. Tapi yang dia tidak paham adalah kenapa mereka harus bersembunyi di balik semak-semak, dan juga berbicara sangat pelan.
Selang beberapa detik, ada gerombolan orang datang dari arah kastil, lengkap dengan senjata tajam.. Mereka terlihat seperti tentara.
"cari ke setiap Sudut, kalau bisa sampai ke per batasan desa, seperti pesan tuan agra,kalau ada yang di curigai langsung saja eksekusi". Perintah salah satu dari mereka. Dan hanya di jawab dengan anggukan dari yang lain... Ferro sampai berkeringat dingin, dia terlihat ketakutan.
" apa yang mereka cari..? ". Tanya ferro penasaran, dengan sedikit berbisik.
" siapapun yang mendekati kastil itu, bisa jadi mereka melihat kamu.. Dan sedang mencarimu".. Sergah ferro dengan malas, yang tentu membuat ferro langsung membulatkan matanya terkejut.
"aku.. Mana mungkin, aku aja belum sampai gerbang itu ".tatapan Leo seperti tidak percaya apa yang baru saja temannya itu katakan.
" ayolah apa kamu tidak percaya? ".sambung ferro yang berusaha meyakinkan temannya itu.
__ADS_1
" ayok kita pergi ".sambung leo lagi, dia khawatir penjaga dan juga pengawal dari rumah besar itu kembali dan menangkap mereka Hidup-hidup bisa-bisa mereka di arak keliling kampung.
" tapi.. ".sanggah ferro yang terlihat tidak rela jika harus pergi dari sana
" apa kamu masih mau tinggal di sini ".ancam ferro dengan nada tajam.
dan dengan langkah gontai ferro mengikuti langkah ferro menjauhi rumah besar itu, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak rela kalau rasa penasarannya tidak terselesaikan dengan tuntas.
*******
Aycile keluar dari kamarnya setelah mendengar heboh di luar..
"ada apa? ". Tanya aycile pada salah satu pembantunya,yang dari tadi mondar mandir di depan kamarnya.
" nona Alice kambuh ". Mendengar kk kembarnya itu kambuh, aycile bergegas ke kamar Alice dan mendapati kalau Alice tengah tertidur.
" apa yang terjadi? Kenapa bisa kambuh? ".tanyanya penuh dengan tanda tanya pada ji inah yang tengah menunggu Alice tidur
" tadi nona Alice sedang berjemur seperti biasa di balkon, tapi entah kenapa tiba-tiba dia kejang-kejang dan jatuh dari kursi rodanya ". Tutur bi inah yang terlihat sedih. bukannya terlihat terkejut atau sedih ,aycile menatap penuh makna pada bi inah.
" papa mana? ".tanyanya lagi, yang benar-benar bi inah tidak mengerti dengan tatapan itu.
" tadi beliau keluar ". Mendengar jawaban bi inah aycile menarik napas berat, seolah-olah sesuatu yang buruk Sebentar lagi akan terjadi.
" apa ada orang disekitar kastil? ".lirih aycile pelan, lalu berlalu dari sana.
"bi inem aku ingin ke taman belakang sebentar, aku harus memastikan sesuatu".
" maaf non, semua pintu tidak boleh di buka, sampai tuan besar kembali".jawab bi inem takut-takut.
"termasuk pintu balkon? ".tanya aycile
" kalau itu tidak non".memdengar jawaban bi inem, aycile seperti biasa langsung tersenyum misterius.
Jangan lupa like, comment and baca terus ya cerita mince... ♥️♥️♥️♥️dan jangan lupa meninggalkan jejak cinta yha... See you in next episode..
__ADS_1