
Aycil mengucek matanya karena silau,gorden yang terbuka lebar membuat terpaan cahaya sinar matahari tepat mengenai wajahnya, wajar saja karena matahari sudah meninggi, namun aycil masih terlihat malas hanya untuk menanggalkan selimutnya.
"nona... Guru les anda sudah datang "
Aycil yang masih setengah tersadar, mendengar kata guru, membuatnya langsung merasa malas seketika.
" apa itu pak ong atau bu rima... Bukankah hari ini jadwalku untuk berlatih melukis, kenapa mereka datang"
Jawab aycil dengan nada malas.., pekerjaannya sampai ia berumur 25 tahun hanya belajar dan belajar, tanpa dia tahu di mana ia akan gunakan ilmunya yang ia pelajari.terkurung di kastilnya ini membuat nya merasa kalau tidak ada gunanya untuk mempelajari semua hal di luar sana.
" bukan nona...hari ini jadwal nona untuk latihan bernyanyi "
Aycil hanya menganggukkan kepala sambil berjalan menuju kamar mandi.
" aku juga harus latihan nyanyi juga ternyata "
Gumamnya pelan sambil tersenyum di paksakan.
Satu hal yang ia tak mengerti, ia mempelajari semuanya, tapi orang tuanya tak pernah membiarkannya keluar.. Untuk apa ia mempelajarinya kalau ia saja tak bisa menggunakannya.
" apa gunanya mempelajari semuanya, kalau aku saja tidak bisa keluar dari sini ".ketusnya dengan nada di tekankan.
" nona".imbuh bisa inem yang mengerti arti ucapan nona mudanya itu.
"kenapa.?.. Memangnya salah, aku tau bi inem juga bosan tinggal disini, sama halnya denganku, dan bukan aku yang sakit, kenapa aku juga harus menerima hukuman karena kk yang lumpuh ".keluh aycile sedih, entah berapa kali ia pikirkan, ia merasa tak menemukan alasan kenapa dia juga harus ikut terpenjara di kastil ini hanya karena saudara kembarnya yang tiba-tiba lumpuh.
"nona mungkin tidak tau... Di rumah ini adalah tempat ternyaman untuk nona dan disini juga aman, hal-hal yang pernah terjadi kepada nona Alice mangkin saja bisa terjadi pada nona".jawab bi inem dengan lembut, yang membuat aycile menyipitkan matanya curiga.
"bagaimana bi inem bisa tau tempat ini adalah tempat ternyaman.. Disini adalah neraka bagiku, setiap hari menemukan hal yang sama.. Bahkan debu di rumah ini pun aku sudah hafal".teriaknya yang tidak Terima dengan ucapan bi inem.
Bi inem diam terpaku, apapun yang di katakan oleh nona mudanya ini memang benar.... Mungkin kalau dia orang lain, sudah kabur entah kemana.. Tapi ini karena aycil adalah gadis penurut, lembut dan juga sopan.. Ia tak akan sanggup menyakiti hati orang tuanya hanya karena ia ingin bebas, dan tentu saja ia ingin kk nya itu segera sembuh.
namun siapa yang tahu hati manusia, bagaimana otak bekerja hanya tuhan dan sang pemilik tubuh yang tahu.
*******
"selamat siang nona, saya mia... Dari fakultas seni Norwegia, senang bertemu dengan nona "
__ADS_1
Aycil tidak merespon tapi malah asik memainkan polpenya, karena guru lesnya ini sudah memperkenalkan dirinya hampir setiap pertemuan, tentu membuatnya sangat bosan dan juga jengah
" apa nona sehat? ".tanya Mia dengan sopan, karena ia tahu kalau nona mudanya ini pasti sudah bosan bertemu dengannya, apalagi dari ekspresi aycile yang terlihat jelas guratan bosan di wajahnya.
" apa itu penting, aku sehat atau tidak... Kamu hanya perlu mengajariku "(aycil menjawab dengan kesal, dia sangat tidak suka ketika di tanya keadaannya, padahal mereka tahu dengan jelas keadaannya yang terperangkap di kastil ayahnya.
" maafkan saya nona"
Kata mia dengan pelan.
Setelah hampir seharian berlatih bernyanyi dan juga musik.. Membuat seluruh badannya merasa remuk sekali., rutinitas yang selalu hampir membunuhnya, dia selalu merasa tidak adil, karena bukan dialah yang sakit melainkan kakaknya, kenapa dia juga harus ikut terpenjara di sana.
"*******
Malam telah semakin larut, namun aycil masih tampak asik bermain biola di taman kecil di depan kamarnya di lantai 3,seseorang melempar sebuah batu ke arahnya dan tepat mengenai kakiknya.
"awwww, siapa sih iseng banget "
Dia melihat ke bawah, tampak seorang laki-laki yang tersenyum ke arahnya.. Lalu melambaikan tangannya, aycil membalas dengan senyuman namun segera tersadar kalau ayahnya pasti akan khawatir kalau dia di lihat oleh orang lain.
Aycil segera bergegas ke kamarnya, dia tidak ingin siapapun yang melambaikan tangan ke arahnya berakhir tragis di tangan ayahnya.
"siapa dia... Kenapa tersenyum ke arahku... Jangan-jangan dia hantu lagi.. Ih serem banget, tapi masa hantu secantik itu"
Gumamnya dalam hati.lalu pria itu bergegas pergi dari sana karena malam sudah semakin Larut.
aycile segera menutup pintu balkon dan juga menguncinya dengan segera.
"nona belum tidur? ".tanya bi inem yang sukses membuat aycile terperanjat saking terkejut nya.
" astaga bi inem mengagetkan saja".rintihnya yang mengurut dadanya yang terasa sesak karena terkejut. bi inem hanya tersenyum menanggapi perkataan Nona nya itu.
"saya mengantarkan vitamin untuk nona aycile".
" taruh saja disitu, nanti aku minum".perintahnya sambil menuju walk in closet untuk mengganti bajunya sebelum tidur.
******
__ADS_1
Fero tersenyum girang, karena akhirnya bisa melihat dan juga melambaikan tangannya pada gadis cantik yang tak sengaja ia lihat itu.
" kamu kenapa..? "
Tanya kenzo sahabatnya, yang melihat gelagat fero yang tidak seperti biasanya, sehabis dia dari entah berantah.
" kamu tahu nggak ternyata di kota ini ada gadis cantik banget.. Sumpah dah, cantiknya itu kayak bidadari ".jawabnya dengan semuringah.
(kenzo dan yang lainya hanya menggelengkan kepalanya menanggapi perkataan sahabatnya itu.... Di desa terpencil tempat mereka penelitian, bahkan sudah hampir 2 tahun mereka disana belum pernah bertemu dengan gadis yang sangat cantik seperti yang di gambarkan oleh ferro)
"halunya jangan berlebihan dong... Mentang-mentang shereen dan keisya udah ndak cantik di mata lu... Khayalan aneh muncul di kepala lo".ejek Kenzo yang di balas kelakar ketawa dari teman-temanya yang lain.
"beneran tau... Leo masa kamu nggak tau sih? ".laki-laki yang sedari tadi sibuk dengan bukunya kini menjadi pusat tatapan teman-temanya.
(Leo hanya diam saja.. Setelah itu berlalu begitu saja)
"Leo... Leo, bener kan.. Kamu kan anak sini, ya kali kalau nggk tau ada gadis cantik di desa ini.. "
(namun Leo hanya diam saja dan memilih untuk menghindar dari tempat itu dan juga menjauhi pertanyaan yang di lomtarkan teman-temannya.. Dia seperti menyembunyikan sesuatu yang tidak bisa ia katakan pada teman-temannya)
" dia kenapa.. Dari kemarin seperti itu.. Apa dia sedang pms ". sungut shereen dengan tatapan jengah , karena teman satu kelompoknya ini memang jarang bicara, apalagi dia seorang ketua kelompok.
" dia cowok anjir, mana bisa datang bulan ".kenzo dengan cepat menimpali perkataan shereen yang Mengada-ada.
" tapi beneran ya, di hutan sebelah selatan itu ada kastil, kemarin malam aku nggk sengaja masuk kesana dan ternyata kastil itu beneran ada ".
imbuh ferro yang di jawab anggukan oleh teman-temanya, karena mereka malas meladeni setiap perkataan ferro yang muali ngelantur.
sedangkan keisya sibuk berperang dengan isi Kepala nya yang sudah mulai tersita sejak leo meninggal kan tempat berkumpul, dia seperti menghindari sesuatu tapi entah apa itu, keisya menghela napas panjang membuat teman-temanya menatap ke arahnya.
"kenapa kalian menatapku seperti itu? ".katanya dengan heran lalu beranjak pergi dari sana.
melihat keisya yang sudah tidak ada di tempat membuat Sheren merasa aneh.
" aku rasa kita cukupkan saja bermain penelitian ini, mama sama papaku sepertinya sudah tidak apa-apa jika aku tidak ingin melanjutkan bisnisnya... apa sebaiknya kita pulang ke kota saja? " . pernyataan sekaligus pertanyaan yang sepertinya tidak akan bisa di jawab oleh teman-temanya yang lain.
Jangan lupa like komen dan saranya yha.. Happy reading ♥️♥️♥️
__ADS_1