Dia Bukan Aku

Dia Bukan Aku
Chapter 2


__ADS_3

Alice tergagap ketika sebuah tangan menghentikan kursi rodanya..


"nona Alice mau kemana, biar saya antar "(sapa bi inem) syaraf Alice sedikit mengendor setelah tegang beberapa saat.. İa mengambil napas pelan, tanpa berkata apapun dia mendorong kursinya sendiri menuju kamarnya.


" nona aku akan mengantar kan mu ". Paksa bi inem sambil mendorong kursi rodanya Alice.


" biar akü saja sendiri ". Bentak Alice dengan geram, dan dengan perlahan bi inem yang mendengar suara Alice yang membesar membuat nyalinya menjadi ciut, dan dengan terpaksa melepaskan pegangannya pada kursi roda majikanya. Alice bergegas menuju kamarnya, dan terdengar suara pintu yang di tutup dengan keras.


" bagaimana rasanya ingin keluar? Apakah sangat menengagkan? " (aycil ternayata tengah menunggu di dalam kamarnya, tentu saja saudara kembarnya itu melihat aksinya ketika ingin kabur, entah kenapa gadis itu sangat tidak suka dengan satu sama lainnya, padahal mereka adalah saudara kembar , mereka terlahir dari rahim yang sama dan juga hari yang sama, namun seperti tidak ada ikatan batin antara keduanya.


" kamu ngapain di kamarku, cepat pergi ". Sarkas Alice dengan nada kasar sambil mendorong kursi rodanya menjauhi aycile, mendengar perkataan Alice, aycile bahkan tak bergeming dari tempatnya dan terus memandang Alice dengan senyuman sinis


" yha mau bagaimana lagi, aku juga harus terperangkap disini... Menemani gadis cacat seperti kakak ". Alice memgeratkan pegangan tangannya, seperti tengah menahan amarah yang siap meledak.


" kamu tau kan pintu keluar di mana, bisakah tinggalkan kamarku, kamu membuat mood ku menjadi jelek ". Kata Alice menatap geram pada adiknya itu, entah kenapa tatapan ya seolah mengatakan kalau dia sangat membenci orang yang ada di depannya ini. Dan dengan santai aycil keluar dari kamar kakeknya dengan tersenyum puas.


Alice melihat kembali ke depan cermin, menatap sosok dirinya yang sedang duduk di kursi roda.


"kalau aku tidak datang waktu itu, apakah aku akan baik-baik saja sekarang? Kalau ak tidak muncul malam itu mungkinkah saat ini aku sudah memenangkan tropi dan medali menari balet.. Bisakah aku kembali ke malam itu, aku ingin memperbaiki semuanya ". Gumam Alice sambil melihat pantulan dirinya yang kini terlihat tak Berdaya di atas kursi roda.

__ADS_1


Yha tidak ada yang tau pasti apa yang sebenarnya terjadi.. Aycile kehilangan memorinya, bahkan mereka tidak tau persis kenapa kaki kembarnya itu terluka.. Dan kenapa


juga orang tua mereka menyembunyikan segalanya dari mereka... Yha aycile ataupun Alice tidak tau atau mereka hanya pura-pura tak tau.


"andai saja aku punya mesin waktu".lirihnya pelan, namun yang pasti, Alice tahu kalau dia mengalami kelumpuhan sejak insiden yang menimpanya beberapa kali puluh tahun yang lalu saat dia berusia 15 tahun, dan saat itu kenangan atas segalanya mulai mengabur.


*****


Ferro masih penasaran dengan gadis yang dia lihat di kastil dalam hutan... Apakah dia hanya berkhayal atau malah penampakan.. Tiba-tiba dia merasa merindinng sendiri.


"kenapa sih lo,dari kemarin ngelamun mulu.. Tar kesambet loh ". Mendengar teguran dari keisya, Ferro menjawab hanya denga senyuman.


" idih pakek senyum segala.. Kenapa loh ".sungut Keisha yang aneh melihat tingkah temannya itu.


" gadis itu lagi.. Kamu halu kali fer ".ejek Keisha terkekeh, yang membuat raut wajah ferro berubah masam.


" yha makanya kalau aku ternyata nggk halu bagaimana? ".tanya ferro dengan serius lagi


" yha kamu mau kami ngerespon kayak gimana.. Nangis-nangis, Teriak Atau bilang Selamat ". Jawab keisya yang mulai dongol dengan Pernyataan temanya ini...

__ADS_1


Ferro yang melihat respon Leo yang terlihat tak nyaman membuatnya yakın kalau apa yang dia lihat kemarin malam itu memang benar, kalau tidak hantu... Pasti manusia, atau mungkin wanita dari dunia lain.


"kamu belum mengatakan sesuatu tentang kastil di hutan itu Leo ". Ferro memancing Leo untuk berbicara.


" gue nggk punya akses masuk kesana ". Jawab Leo singkat, lalu pergi melipir menjauhi teman-temannya.


" tu kan bener kalau di hutan itu ada kastil, jadi gadis yang gue lihat kemarin malam itu nyata dong ".sorak ferro gembira, Kata-kata inilah yang dia tunggu keluar dari mulut ferro


" siapa tau dia hantu penjaga kastil itu ".sungut kesyha yang mulai ikut penasaran, dengan cerita temannya itu.


" bagaimana kalau kita tanya kepala desa saja masalah ini, dia pasti tahu ". Imbuh keysa memberi saran lagi.


Leo yang ada di dalam nyeletuk tiba-tiba, dengan ekspresi yang tidak biasanya, bahkan teman-temannga tidak mengerti dengan ekspresi sahabatnya ini.


" kalian jangan aneh-aneh, sebentar lagi kita akan pulang ke jakarta.. Kalau kita menunda pekerjaan kita karena rasa halu dan penasaran kalian, lebih baik kita hentikan proyek kita sekarang ". Ferro dan keysa hanya bisa melengos mendengar pernnyataan Leo, yha mereka harus menyelesaikan proyek mereka di desa terpencil ini secepat mungkin.. Agar mereka bisa kembali ke jakarta lagi.


" kamu memang pria yang menyebalkan leo".lirih Keisha dan ferro bersamaan.


****

__ADS_1


Namun rasa Penasaran ferro sangat tinggi, ia juga merasa aneh dengan sikap Leo yang semakin ingin menyembunyikan tentang kastil itu, apa sebenarnya yang ada disana, kenapa mereka tidak pernah mendengar tentang kastil selama di desa ini, dan kenapa orang-orang di desa tidak pernah membahas kalau ada istana sebagus dan seindah itu di dalam hutan belantara dan jauh dari keramaian.


"hari ini gue harus datang ke kastil itu lagi ". Gumam ferro dengan wajah Penuh senyuman.dia yakin dengan apa yang dia lihat dan percaya dengan instingnya kalau di desa ini ada hal di sembunyikan


__ADS_2