Dia Dean

Dia Dean
Awal yang menjadi akhir dari kisah mereka


__ADS_3

• Di WhatsApp


Pia uww🧚


"Jadi gimana? besok bisa kan? Sebelum kamu Keluar Kota kan ada baiknya kita ngabisin waktu berdua kak."


Abi


"Iya yaudah, besok aku jemput jam 11 siang gimana calon istri ku?"


Pia uww🧚


"Ihhh kak jangan panggil aku begitu."


Abi


"Heyyy, kamu kan calon istri aku Pia. Masa aku nggak boleh manggil kamu begitu? Haha jadi gimana jam segitu atau mau di ubah lagi?"


Pia uww 🧚


"Iya yaudah jam segitu aja deh, aku juga libur kuliah kok."


Abi


"Yaudah, sekarang aku mau keluar ada pengajian, kira-kira aku pulang jam 11 malem, kamu gausah khawatir, tidur aja yaaa kalo begadang bisa-bisa besok nggak jadi jalan-jalannya."


Pia uww 🧚


"Ihh kok gitu jahat amat, iyaa aku tidur kok kalo kaka udah berangkat, janji."


Abi


"Haha iya nanti kalo begadang kan ngantuk jadinya, besok aku samperr kamunya masih bobo, terus yang ada Moma nyuruh aku bangunin kamu. Kamu mau aku bangunin? Hemmm?" ledek Abi ke calon istrinya itu di WhatsApp.


Pia uww 🧚


"Haaaa dasarrr, iya yaudah. Sana ngaji."


Abi


"Hahaha okee deh makasih yaa, assalamualaikum calon istri ku."


Pia uww🧚


"Hihi waalaikumsalam kak, hati-hati ya."


 


----------------


"Ya Allah aku kesiangan, udah jam berapa ini?" Ucap Pia sambil melihat jam dinding yang berhadapan dengan kasurnya.


"Astagfirullah, udah jam 09.50 ihhh kann pasti kalo kata kak Abi telat, bakalan telat beneran kesel deh mulut nya itu lohhh, tokcer banget." celoteh Pia sambil buru-buru mandi dan tak lupa mulutnya masih terus ngedumel dan mengumpat.


*Di sisi lain


"Assalamualaikum, selamat pagi Bunda, Ayah." sapa Abi sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Waalaikumsalam, pagi nak.." balas Bunda dengan senyum termanisnya.


"Waalaikumsalam" jawab Ayah yang keliatannya sedang sibuk membaca koran, tanpa melihat ke arah Abi datang.


"Bun, aku izin mau keluar ya nanti jam 11 siang."


"Mau kemana sayang? Emang nggak kuliah kamu?" tanya Bunda sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anak semata wayangnya itu.


"Nggak sih, hari ini nggak ada matkul Bun, aku mau main sama Pia, emm aku kan sebentar lagi bakalan Keluar Kota Bun, kalo kerjaan disana udah semua aku handle baru aku bisa pulang kesini dan ngurusin buat acara pernikahan ku, tapi kan aku nggak tau itu seberapa lama, emm Bunda ngerti lah, aku pasti bakalan kangen Bun sama Pia."


"Emmm..." Bunda kaget, baru kali ini anaknya bisa berbicara sepanjang itu dengan nya, dan perkataan anaknya benar-benar terasa dari hati.


"Abii, dengerin Ayah.." kali ini Ayah yang mengambil alih pembicaraan, sambil melipat koran yang sedang ia baca.


"Ayah nggak masalah kok kamu hari ini ketemu Pia, main ataupun ngabisin waktu sama dia. Tapi kamu inget kan? Ayah selalu kasih tau ke kamu, untuk jangan pernah sekali-sekali kamu rusak dia, kalo kamu sayang tolong kamu jaga, udah itu saja selebihnya Ayah percaya kamu laki-laki Soleh yang bisa ngejaga perempuan yang kamu cintai. Karena sekarang Pia belum menjadi istri kamu, jadi tugas kamu menjaga dia."


"Insyaallah Ayah, Abi juga paham kok, Abi bakalan batesan diri Abi ke Pia, sampai nanti dia beneran jadi milik Abi baru batesan itu Abi ilangin."


*Ayah dan Bunda hanya bisa saling menatap sambil tersenyum simpul karena perkataan putra semata wayangnya yang sekarang sudah sangat dewasa karena mencintai anak perempuan yang jauh lebih muda di banding dirinya.


 


"Astagfirullah, gimana iniii? Baru selesai mandi, belum skincare-an belum makeup-an astagfirullah astagfirullah maafin aku ya calon suami ku sayang." celoteh Pia sambil tangan nya sibuk menuangkan toner lalu mengusap wajahnya tanpa menyadari apa yang dia ucap barusan..


"Eh apa tadi aku bilang? 'Calon suami ku sayang?' Ih astagfirullah apa-apaan sih kamu Piaa." protes Pia yang baru sadar dengan perkataannya.

__ADS_1


"Kakk? tuhh pangeran berkuda putih mu sudah datangggg." Moma tiba-tiba berdiri di depan pintu, sambil meledek Pia.


Deggg...


"Astagfirullah yaallah, iyaa tunggu sebentarrr lagiii... tolong bilangin ke dia ya Momaaa."


"Huuu lagian sih, kalo mandi tuh pake timer makanya, biar nggak telat." Ucap Moma sambil meninggalkan kamar Putrinya.


 


"Maaf ya kak, aku telat bangun tadi, jadinya-"


"Assalamualaikum calon istri ku." potong Abi


"Ehh emmm Wa-waalaikumsalam kak.."


"Nah gitu kan enak, masa dateng-dateng


udah nyerocos ini itu bukan nya salam, di biasain salam dulu ya cantik."


"Iya kak, maaf .."


"Uhhh iya nggak apa-apa, udah yuk berangkat, nanti keburu sore."


 


*Saat Di Mall


"Gimana sih? Katanya mau jalan-jalan tapi kok malah ke mall." tanya Abi


"Ihhh nggak apa-apa lahh lagian di sini juga nggak kalah seru tauu kak, kita main Time**ne, terus kita nonton bioskop, emmm sama makan, photo box juga ada, gimana?"


"Kayaknya ini udah di list dan jadi wishlist kamu ya?" tanya Abi lagi sambil tertawa


"Eh hehe, yaaa gitu deh. Hayuuu kak" Sambil menarik lengan baju Abi dan di tanggapi senyuman manis Abi


 


"Udah kan? tinggal maem aja yang belum, yuk maem dulu yukk kasian tuh cacing di dalem perut kamu haha."


"Ihhh kak jangan ngeledek aku begitu."


"Aku nggak ngeledek, yaudah yuk sekarang kamu mau maem di mana? di resto mana?"


"Masyaallah, jadi kamu ndak mau maem di restaurant dek? Mau maem di situ aja?"


"Iya kak, sama aja kan sama-sama jualan di mall." Kata Pia dengan polosnya.


*Abi hanya bisa tersenyum dan tertawa karena tingkah perempuan kecil yang ia cintai.


'Ini dia, ini yang aku minta, dan insyaallah aku bakalan jaga kamu selamanya Pia' ucap Abi dalam hatinya.


 


"Kak, Kaka cari tempat duduk aja yaa, biar aku yang pesen menu nya, kakak mau yang apa?"


"Samain aja kayak kamu ya. Tapi benerr mau kamu aja yang mesen? hemmm? nggak aku aja?"


"Ihh nggak apa-apa aku aja. Aku bisa kok, udah Kaka cari tempat yaa, jangan yang jauh-jauh."


 


"Mbak total nya jadi Rp. 135.000 ya, mau cash atau apa mbak?"


"Atau apa? apa yah maksudnya mas? haha Cash aja mas, nih ya uang nya."


"Baik saya terima ya uang nya, terimakasih kak." jawab mas kasir, yang sepertinya malu karena di ledekin Pia


"Sama-sama mas."


Buggghh..


"Aww astagfirullah yaallah, sakit banget duhhh untung makanannya nggak jatuh." kata Pia karena kaget, nggak sengaja berbenturan dengan seseorang.


"Eh maaf-maaf saya nggak-"


"Dean.." satu kata keluar dari mulut Pia


"Pia?? Astagfirullah maaf ya maaff maaff aku tadi buru-buru, kamu nggak kenapa-kenapa kan? Nggak ada yang sakit kan?" tanya Dean khawatir


"I-iiyaa nggak kenapa-kenapa kok, Nggak sakit juga aku cuman kaget aja." jawab Pia tanpa melihat ke arah Dean karena menyadari hatinya mulai nggak karuan.


"Mau kemana Pi?"

__ADS_1


"O-oo emm ini aku mau makan, terus mau ke sana, mau nyari tempat duduk hehe." kata Pia sambil menunjuk arah bangku dan meja tempat Abi berada.


"Masih suka sama menu yang ada di kedai ini Pi?" tanya Dean basa-basi.


"Haha nggak terlalu sih, cuman lagi kangen aja sama menu yang ada di kedai ini, emm Dean kamu kesini sama siapa?"


"Sama temen-temen ku Pi, kamu kalo misalnya sendiri ikut sama aku aja kumpul bareng, dari pada maem nya sendiri kan haha, tunggu aku ya."


"T-taapiii..."


*Belum selesai Pia ngomong Dean udah pergi ke kedai untuk memesan menu makanan yang dia mau.


 


*Dari kejauhan yang nggak jauh-jauh amattt sama kedai..


"Nahh meja yang inii pas nih, bangku nya dua meja nya satu haha. Ya iyalah meja nya satu kalo meja nya dua nggak romantis dong di liatnya."


"Duduk dulu deh sambil nunggu calon bini haha, jadi gini ya rasanya, ngerasain juga jadi kayak Ayah. Biasanya Ayah yang nunggu di meja, Bunda yang mesen makan atau nggak kalo di rumah, Ayah nunggu di meja makan Bunda yang masak." gumam Abi sambil senyum-senyum sendiri membayangkan jika nanti itu terjadi kepadanya dan Pia.


*Saat Abi sedang mengawasi Pia dari jarak yang cukup.. di bilang ga jauh dan ga deket, Abi sempat kaget saat calon istri nya di tabrak oleh seorang lelaki.


"Eh Astagfirullah, bini gueee... Aduhh hampir ajaaa bini guee mau jatoh ituuuh, siapa sih tuh laki."


'Tapi kenapa lama banget kalo cuman mau minta maaf?' batin Abi.


"Eh kok? Kenapa mereka jadi ngobrol gitu? Apa Pia lagi ngomel ke tuh laki? ahh tapi mukanya ga kayak muka orang marah, lebih kayak orang yang ga nyaman. Waduhh jangan-jangan.. bini guee..."


*Abi langsung berlari ke arah Pia dan lelaki itu, karena khawatir keadaan Pia.


"Pia, astagfirullah kamu nggak kenapa-kenapa kan sayang? Apa yang sakit hemmm? Ada yang luka?" Abi bertanya dengan perasaan panik.


"Ehhh ee-emmm aku nggak kenapa-kenapa kok kak." jawab Pia kikuk karena untuk pertama kalinya Abi memangil dirinya dengan sebutan sayang.


*Yang sudah selesai membeli makan dan melihat kejadian itu hanya bisa melihat dan mematung mungkin juga sambil bertanya-tanya di benaknya.


"Hah 'sayang'?? Siapa nih lelaki? Apa pacar nya Pia?" gumam Dean tidak yakin dengan pikirannya sendiri.


 


*Ketiganya pun duduk di satu meja yang sama, rencananya si Pia guyss supaya nggak ada salah paham di antara mereka hihi ...


"Pia, beneran kamu nggak kenapa-kenapa kan? terus siapa dia? kok kamu kayak deket banget sama dia?." Abi dengan banyak pertanyaan ber-anaknya.


"Kak sabar dong, tenang duluuu aku jelasin tapi kakak tenang yaaa, dan aku nggak kenapa-kenapa kok cuman sakit sedikit aja tapi itu tadiii, sekarang udah nggak sakit." kata Pia menenangkan Abi.


*Abi hanya bisa menghela nafas dan membuang nafas nya dengan kasar, matanya pun sedikit tidak bersahabat saat melihat lelaki yang duduk di hadapannya.


"Kak, inii Dean Nugraha diaa.. temen deket aku waktu aku Mts dulu." pelan-pelan Pia mengenalkan Dean pada Abi dan tidak ada respon apapun dari Abi selain tatapan datar ke arah Dean begitupun sebaliknya


"Deannn kenalin ini kak Abi insyaallah dia bakalan jadi suami aku."


"Calon Suami?" Dean terkejut dan langsung menatap mata Pia berusaha mencari kebohongan di mata gadis yang pernah menjadi bagian dari hidupnya dulu. Tapi sayangnya dia tidak menemukan kebohongan dimata Pia.


*Sementara Abi yang melihat itu semakin yakin kalau Dean bukan hanya sekedar teman lama dari perempuan yang ia cintai saat ini.


'Astagfirullah, perasaan apa ini? Panass banget hati gue, siapa sih laki-laki ini?' batin Abi.


 


"Aku cuman bisa nganterin sampe sini ya, salam buat Ayah dan Moma, aku juga kan harus mulai prepare buat keluar kota."


"Iya kakk, makasih buat hari inii emm nanti aku ikut yaa ke bandara, nemenin kamu sebelum pergi, boleh?"


"Iyah, liat nanti ya. Sekarang kamu masuk, bersih-bersih abis itu istirahat."


"Emm iya kak, bye hati-hati di jalan yaa."


*Abi hanya membalas dengan anggukan dan senyuman. Entahlah masih banyak pertanyaan dan hal-hal yang sebenernya dia ingin tanyakan pada kekasihnya tapi saat ini bukan waktu yang tepat.


'Aku tau kak, banyak yang mau kamu tanya ke aku, pasti bakalan aku jawab tapi pelan-pelan ya kak aku juga ga nyangka dia balik lagi'


ucap Pia dalam hatinya.


*Tiba-tiba Pia teringat tentang kejadian yang sudah lama berlalu, sedikit demi sedikit ingatannya kembali muncul begitu saja.


Ingatan mengenai kejadian di masa remajanya, masa-masa di mana percintaan, pertemanan, pengkhianat, kebencian, kebohongan, menyatu dan menyakitkan dirinya hingga dia mengalami trauma bahkan merasa tidak pantas untuk dicintai oleh siapapun...


masa dimana dia bertemu dan jatuh cinta untuk pertama kalinya oleh...


'Dean Nugraha'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2