
After a few months...
Sejak saat itu, hari-hari Pia di jalani nya dengan sangat bahagia walaupun yaa.. harus pisah sekolah dengan Dean. Ternyata Dean memilih melanjutkan *Sekolah Menengah Kejuruan di sekolah Islam terpadu lebih tepatnya dia mengambil jurusan Desain komunikasi Visual*, cukup keren untuk remaja laki-laki hehe..
Sementara Pia, dia memilih Sekolah Menengah Kejuruan juga tapi dia mengambil jurusan Kesehatan lebih tepatnya Farmasi. Gak kalah keren juga kan? jadi tukang jual obat resmi haha..
----------------
*Di WhatsApp
Pia uww🧚
"By besok jadi kan nonton bioskop?"
Dean
"Jadi dong, udah di tentuin mau nonton apa nona?"
Pia uww🧚
"Ya aku nggak tau, besok liat aja dulu ada film apa aja, oke?"
Dean
"Baikk nona ku, sayang ku.. sekarang kamu tidur ya istirahat, sampai ketemu besok. I love you."
Pia uww🧚
"Haha iyaa okeee, aku juga sayang kamu, selamat tidur."
----------------
__ADS_1
*Keesokan harinya
"Ih mana sih nih makhluk hidup kok batang idungnya nggak keliatan-keliatan, aku udah nunggu lama jugaa, kan malu di liatin satpam, udah 10 kali bolak balik kayaknya tuh satpam, kan cape senyum terus ke satpam." gerutu Pia dengan mulut yang sedikit dimayunkan tapi tidak terlihat karena Pia memakai masker.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang dan langsung berjongkok mengahadap ke arah Pia yang sedang duduk di bangku yang ada di lobby mall tersebut.
"Maaf maaf maaf.." ujar laki-laki itu dengan nada lembut, dan sambil memegang telinga kanan dan kirinya.
"Huh, kamu tuhh selalu aja telat, selalu aku yang nungguin kamu disini, ditempat ini." protes Pia dengan nada bicara yang di buat-buat, khas cewek-cewek manja ke pacarnya.
"Iyah maaf yaaa, maaf telat.. lagian kamu yang selalu kecepatan datang ke sininya sayang. Dan rumah ku juga kan jauh, kalo kamu kan-".
"Kan?? kan apaaa? Kamu malah nyalahin aku sih, huuuhh bete."
Belum selesai Dean menjelaskan, Pia langsung memotong ucapannya. Haduh memang dasar cewek satu iniii, jadi lebay kalo sama pacarnya.
----------------
"Gimana film nya? bagus nggak menurut mu sayang?" tanya Dean kepada pacarnya
"Oh iya kahh? Tapi yang aku lihat tadi, kamu kayak ketakutan bangett sampai memeluk aku, dan diakhir-akhir ending film kamu malah ketiduran." ledek Dean sambil tertawa puas dan tangan nya mencubit lembut hidung Pia.
Yang hidung nya di cubit merasa kesal dan mulai mengeluarkan jurus ngambeknya dengan kabur tanpa aba-aba. Akhirnya mau tidak mau Dean mengejarnya dengan berlari-lari kecil sambil tertawa karena tingkah aneh pacarnya.
*Ralat bukan aneh tapi lucu haha..
Setelah berhasil mengejar Pia, lalu dia membujuk pacarnya itu dengan cara mengajaknya makan, untungnya cara itu berhasil, entahlah bisa jadi karena Pia memang sedang lapar...
----------------
"Sudah puas kan hari ini? Sekarang ayo kita pulang, sudah mau malam sayangku." ujar Dean sambil mengecup pipi kanan Pia.
__ADS_1
"Huhhh aku kesalll, kenapa setiap aku lagi sama kamu waktu kayak cepat bangett." gerutu Pia dengan wajah sedihnya
"Haha nggak begitu cantik, waktunya memang sudah sangat panjang, tapi emang kamu nya aja yang selalu kangen sama aku." jawab Dean sambil tertawa jahil
"Sombong bangett, mentang-mentang di kangenin. Aku iri sama cewek-cewek di sekolah mu." ujar Pia
"Iri? Kenapa? Buat apa kamu iri cantik?"
"Cewek-cewek di sekolah kamu, dengan gampangnya bisa setiap hari melihat kamu, nyium wanginya aroma tubuh kamu, bisa ngeliat senyum kamu, bahkan bisa satu kelompok saat tugas. Sementara aku, pacar kamu hufft.. maaf ya." jelas Pia dengan wajah yang sedih dan kecewa.
"Heii cantikk, jangan seperti itu. Sudah jangan sedih ya." ucap Dean sambil meraih kedua telapak tangan Pia lalu menciumnya dengan lembut.
"Kalo ingin pulang, peluk aku dulu." pinta Pia kepada pacarnya.
"Baik sayang ku, sini biar aku peluk."
Cukup lama mereka berpelukan, karena Pia yang enggan melepas pelukan itu. Dean dengan kesabarannya terus mengatakan, "Tidak apa-apa sayang, ada aku di sini bersama mu." Sambil mengusap-usap kepala Pia, sesekali mengecup lembut puncuk kepala Pia. Akhirnya setelah beberapa menit berlalu Pia melepaskan pelukannya.
"Ayo pulang, ini udah malam aku mau istirahat aku kangen kasur ku, kamu juga kan harus istirahat."
"Haha dasar pacar ku yang lucu ini, sangat berbeda memang." sambil mencubit pelan pipi Pia lalu mengecup hidungnya.
"Emm terimakasih untuk hari ini, aku sangat bahagia, sangat senang, sangat happy, aku berharap kedepannya aku bisa mendapatkan banyak sekali waktu untuk ku habiskan bersama mu, aku menyayangimu. ujar Pia sambil tersenyum lalu memeluk Dean kesekian kalinya.
"Baiklah kalau itu request nona kesayangan ku, aku juga menyayangi mu, sampai dirumah tolong kabari aku ya cantik."
"Iyah, siapapun yang sampai rumah duluan, tolong langsung beri kabar." jelas Pia sambil tangan nya meraih tangan kanan Dean dan mencium punggung tangannya,
'Ya Tuhan jagalah dia, aku percaya kepadamu' ucapnya dalam hati.
Di dalam perjalanan Pia begitu senang, selepas sedih nya yang belum sepenuhnya hilang memang. Tapi dia tidak mungkin tidak senang saat bersama seseorang yang dia sayangi saat ini.
__ADS_1
'Ya Tuhan, Dia sempurna. Kau memberi ku hadiah yang begitu indah? Dengan apa aku harus membalas nya?'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...