Dia Dean

Dia Dean
Bab 4


__ADS_3

Setelah cukup puas bermain air, Pia memutuskan keluar kolam renang dan menuju tempat yang disediakan untuk menunggu atau tempat bersantai yang sudah di fasilitasi oleh tempat tersebut. Pia ingin memakan bekalnya, dan tentu saja ingin mengabari pacarnya juga. Walaupun sekarang Pia masih kesal dengan Dean, tetap tidak mengubah kalo Dean adalah Prioritas bagi Pia. Mungkin saja pacarnya menunggu kabar darinya, karena dari sebelum berangkat Pia belum mengirim pesan untuk sekedar memberitahu pacarnya.


Benar saja, saat Pia mengaktifkan data dihandphone nya ada banyak notifikasi masuk dari Dean. Tapi Pia tidak mau membaca pesannya. 'Lah kenapa gitu Thor?' Jadi gini, menurut Pia kalo dia baca pesannya pasti hal itu malah memperburuk keadaan, Pia mengira pesan dari Dean pasti tentang runtutan permintaan maafnya kepada Pia, dan mungkin ada beberapa alasan lainnya yang Dean berikan sebagai pembelaan diri. Pia itu sangat sensitif sekalii, dia paham betul dirinya sendiri, kalo dia baca pesan dari Dean pasti akan merusak suasana hatinya ditempat yang saharusnya dia bersenang-senang dengan temannya. Akhirnya Pia memutuskan tetap mengirim pesan kepada pacarnya, tanpa membalas pesan yang pacarnya kirim.


Hayo ngerti nggak nih para Reader? haha..


"Aku udah sampe, maaf baru ngabarin. Aku abis pengambilan nilai, sekarang udah selesai dan udah dibebasin mau ngapain aja, bahkan mau pulang juga udah boleh,"


"Oh iya, aku juga lagi makan bekal, abis itu aku mau lanjut berenang sebentar dan langsung bilasan kalo udah puas berenang." jawab Pia


Belum ada satu menit pesan itu terkirim, sudah terdengar suara notifikasi lagi, ya tentu saja Pia tau pesan itu dari siapa.


"Ih enak ya yang lagi berenang, pasti seruuuu. Pacarnya ditinggal huhu,"


Pia tersenyum membaca pesan dari pacarnya itu, lalu membalasnya


"Haha kalo gitu kenapa kamu nggak kesini aja? Kita romantic swim haha," ajak Pia yang sebenernya nggak terlalu serius, pikir Pia mana mungkin pacarnya mau datang ditengah hari yang sangat panas, hanya untuk menemaninya berenang?


Ya tapi ternyata hanya sekedar pikiran Pia, lain nyatanya...


"Ih boleh bangett, itu ide bagus sayang. Yaudah tunggu aku ya, aku mau siap-siap dulu,"


"Ehhh tapi beneran bolehkan sama pihak sekolahnya?"


"Eh, serius kamu?" jawab Pia dengan wajah terkejut membaca pesan balasan dari pacarnya


"Ya sebenarnya kayak yang aku udah bilang tadi, sekarang sih udah bebas mau ngapain aja, bahkan kalo ada yang mau pulang udah diizinin. Jadi kalo kamu mau berenang yaudah, aku tungguin deh biar kita berenang bareng," jawab Pia sambil memakan bekal buatan Moma, isinya mie goreng yang sudah kaku dan bentuknya pun sudah sama persis dengan kotak bekalnya haha...

__ADS_1


----------------


"Piaaa,"


"Makan muluuu, sini atuh gabunggg," teriak Ody dari dalam kolam renang, karena dia melihat Pia sedang asik makan bekalnya sendirian. 'Keterlaluan' gumam Ody


"Bawellll,"


"Bilang aja Lo dann Lo semuaa laperr kann? Tapi kalian maless naik kesini kannn,ngaku?! Dasar manusia-manusia lupa daratan." umpat Pia sambil menunjuk satu persatu teman-teman se circlenya itu kecuali Mey haha


"****** Lo, udah cepettt sini suapin kitaa," pinta Reni dengan gaya sok manjanya


"Najiss, jijikk gue! Ngerepotin gue mulu ya Lo pada," Pia mengumpat sambil berjalan menuju kolam, dimana teman-temannya berada. Pia duduk ditepian kolam, sambil menyuapi teman-temannya secara bergantian. Menurut Pia berbagi makanan sambil bercanda dan bertukar cerita dengan temannya adalah hal terseru dan terindah. Mungkin tidak akan Pia rasakan lagi saat nanti sudah lulus sekolah dan berpisah dari teman-temannya itu.


----------------


"Iya yaudah yuk guyss!" Setuju Reni dan di jawab dengan anggukan dari yang lainnya


"Eh abis ini gimana kalo kita main dikolam arus?" ajak Ody yang lagi-lagi hanya dijawab anggukan oleh Reni, Ana, dan Mey


"Piaaa?? Nggak ikut? Ayoo ikuuut," rengek Mey pada Pia. Dia sudah terbiasa dengan sikap manja teman yang sudah dia anggap seperti adiknya itu


"Iyah, nanti aku nyusul Mey,"


"Dean mau ikut berenang katanya. Jadi aku tunggu dia dateng dulu, kalo aku berenang duluan nanti takutnya malah jadi kedinginan duluan, nggak jaadiii dehhh nemenin doi hehe," jelas Pia


"Apaa? Nemeeninnn Deeeaann? Nggak terbalik yaah?" ejek Reni

__ADS_1


"Diamm aja deh Lo jomblo! Lagian gue ngomong sama Mey bukan sama Lo, kok Lo yang repot," jawab Pia menohok


"Udah sihh Renn, biarin aja dia mau ngebucin, kita duluan aja." ujar Ody yang sedari tadi risih melihat Reni yang terus menerus mengganggu Pia


"Iya yaudah yukk! Kita tunggu Lo disana ya Pia," jelas Ana sambil menunjuk kearah kolam arus


"Okeyy, terimakasih teman-temanku tersayang. Kalian pengertian sekali tidak seperti orang satu itu," sindir Pia sambil melirik kearah Reni.


*Yang disindir ternyata merasa guys..


"Halahhh, bacot Lo budak cinta, yukk lah guys males disini. Nanti bisa-bisa ketularan bucin kalo lama-lama disini." ejek Reni


"Nyenyenye, dasar sirikkk." balas Pia yang juga dibalas umpatan dari Reni, tapi Pia kurang mendengar karena posisinya Reni dan yang lainnya sudah berada jauh dari tempat Pia berada sekarang


Pia dan Reni adalah Definisi dari sahabat yang sesungguhnya.


Setuju nggak nih reader? Hahaha...


----------------


Haiiii teman-teman🧚


aku buat novel ini berharap kalian bacanya pake hati hihi..


kalo cuman dibaca aja nggak akan kerasa, serius dehh😌🤭 oo iyaaa aku juga butuh saran dan masukan atau kritik dari kalian yang mungkin baca novel aku ini hehe, karena aku juga belum bisa jadi Author yang karyanya menarik untuk dibaca. Kalian baca novel ini juga aku udh seneng♥️


Happy reading 🥰♥️✨

__ADS_1


__ADS_2