
"Horeeeee.." teriak kompak senada siswa/i dari suatu Mts Angkatan 36 yang sedang mengadakan acara Wisuda Kelulusan dan sepertinya mereka semua tampak bahagia.
----------------
Dari kejauhan dan hirup pikuk ramainya teriakan siswa/i ada seorang perempuan yang berdiri dan hanya bisa memandang teman-teman seangkatannya dengan wajah yang sepertinya tidak nyaman.
"Hufft.. akhirnya lulus juga gue"
kata cewek remaja yang ternyata bernama Pia.
Pia adalah cewek yang bisa di bilang agak sedikit berbeda, dia nggak suka keramaian, dia susah untuk bergaul, entah dengan manusia yang ada di sekitarnya atau lingkungan sekitarnya. Meskipun begitu Pia adalah cewek yang cukup serius dan setia dalam masalah percintaan atau pertemanan. Baginya tak apa hanya memiliki teman sedikit asal teman itu sejalan dengannya, dari pada harus memiliki banyak teman yang membuat dirinya jauh dari diri aslinya. Ya begitulah biografi singkat dari cewek yang bernama Pia. Dia Unik atau Ribet menjadi pendapat kalian masing-masing.
----------------
Secara tiba-tiba pergelangan tangan kanan Pia ditarik oleh seorang cowok, entah dari mana dia datang, yang pasti karena kaget dan karena badan Pia kurus dia tidak bisa berontak dia hanya bisa mengikuti langkah cepat si cowok itu dari belakang.
'Eh kok di liat dari postur tubuhnya, gue kayak kenal ya..' ucap Pia dalam hati, karena dia hanya bisa melihat postur tubuh cowok itu dari belakang, dia hanya mengira-ngira saja. Ya efek kaget juga karena tiba-tiba langsung di tarik..
"Dean.." ucap Pia dengan nada lembut yang membuat langkah cowok di depannya itu berhenti dan berbalik badan menghadap Pia.
__ADS_1
"Kamu ngapain sih narik tangan aku, buat aku kaget aja, kirain siapa?"
"Kirain siapa apanya? Kamu masa nggak ngenalin aku sih?" protes cowok itu yang ternyata benar, dugaan Pia.
"Ya bukan gitu, abisnya kamu ngagetin aku, tiba-tiba narik tangan aku, aku kan jadi kaget."
"Iya yaudah maaf ya, aku sengaja narik tangan kamu, soalnya ada yang mau aku omongin ke kamu Pia.."
Deeggggg..
Pia merasa jantung nya sedang tidak baik-baik saja, detaknya begitu kencang membuat Pia refleks memegang dadanya.
"Hah? oo-ohh.. nggak kok aku ga kenapa-kenapa Dean, kamu mau ngomong soal apa?" tanya Pia yang membuat jantung nya malah semakin tidak berteman dengannya.
"Emm iyaa jadi.. aku gatau mulainya dari mana, sejak kapan, gimana bisa ini terjadi. Tapii mungkin emang ini jawaban buat kamu, jawaban untuk semua perjuangan kamu ke aku selama ini Pia."
"Maksudnya gimana?" tanya Pia yang entah bagaimana ekspresi wajah yang dia tunjukan ke Dean pada saat itu, mungkin memerah atau sudah ingin menangis karena takut akan jawaban yang ia tanyakan.
"Pia, aku rasa aku udah bisa buka hati aku lagi.. aku luluh sama cara kamu suka ke aku, cara kamu sayang ke aku, cara kamu mencintai aku, aku nyaman sm cara kamu bersikap ke aku, aku siap Pia mulai hubungan inii bareng kamu. Pia.. mau atau nggak kamu jadi pacar aku?"
__ADS_1
Degggg...
Entahlah bagaimana keadaan jantung Pia pada saat itu, tapi yang pasti tanpa Pia sadari Pia mengeluarkan air mata, tentu aja air mata kebahagiaan. Perasaan yang sangat campur aduk. Bahagia, sedih, lega, terharu membuat dirinya tak bisa langsung menjawab pertanyaan dari Dean, mungkin mulutnya susah untuk mengeluarkan kata-kata dan hanya bisa menangis bahagia dan dia refleks memeluk Dean. Terasa hangat dan nyaman, semua perasaan dia tumpahkan dalam pelukan Dean sambil menangis. Tentu aja Pia bahagia dengan pengakuan Dean, memang benar Pia sudah penuh perjuangan untuk mendapatkan Dean. Bagi Pia, Dean adalah cintanya, dan Pia selalu serius dalam urusan percintaan, sekali dia mencintai artinya berjuang dan dapatkan.
Baginya mencintai dan dicintai memang memiliki makna yang berbeda, tapi keduanya sama-sama suatu hak, suatu fitrah setiap makhluk, dan itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri.
"Pia.. udah dong nangis nya, kamu mau aku nangis juga? Malu tau nanti kalo di liat temen-temen." ledek Dean sambil tersenyum yang membuat gigi-gigi tidak ratanya itu terlihat dan malah membuat dirinya semakin tampan dan menarik. Lalu kedua tangannya bergerak memegang kedua pipi Pia, menghapus air matanya dan mengusap-usap kepala Pia dengan lembut.
Pia hanya bisa terpaku dan terdiam karena sikap Dean terhadapnya. Mungkin saja pipinya sudah memerah karena menahan malu.
"Pia.. gimana? aku butuh jawaban kamu, atau mungkin kamu butuh waktu? Bilang aja ya aku nggak apa-apa kok, aku bisa nunggu jawaban kamu." jelas Dean sambil menatap kedua bola mata Pia yang berwarna coklat sendu dan masih terlihat berkaca-kaca karena menangis.
'Begitu indah nya makhluk ciptaan Tuhan yang lagi berdiri di hadapan gue' gumam Dean dalam hati.
"Kenapa kamu masih butuh jawaban aku Dean? Apa alasannya aku nolak? kalo aku tolak buat apa aku berjuang selama ini? buat apa aku nunggu kamu?? Aku harap ini udah jadi jawaban buat kamu."
"Kalo gitu artinya kamu pacar aku mulai hari ini."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1