Diary Karamel

Diary Karamel
Diary_Karamel Episode 1


__ADS_3

Tetes demi tetetesan air hujan turun secara beraturan kebumian. Awan mendung pun menyelimuti kota kecil ini dengan kegelapan sementara. Di balik selimut tebal seorang gadis remaja masih setia dengan bantal guling hingga mimpi itu kembali muncul bangunkan dirinya dengan keringat bercucuran berserta air mata.


"Itu terjadi lagi". Ujar Karamel.


Karamel bergegas turun dari ranjang memasuki kamar mandi di hidupkan nya keran air untuk menyegarkan kembali dan melupakan sejenak mimpi yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun tanpa henti. Mimpi yang ingin Karamel hentikan sekarang. Namun, dia tak punya kuasa untuk menghapus mimpi dari gambaran kisah masa lalu terbuang.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Karamel mengenakan seragam sekolah. Kemudian mengambil ponsel di atas meja belajarnya.


Betapa terkejutnya dirinya melihat pemberitahuan grup WhatsApp sekolah. Ya, sebagai ketua OSIS tentunya Karamel dituntut untuk selalu disiplin dan tepat waktu. Dan kali ini dia benar benar lupa dengan jadwal tahunan yang telah direncanakan bulan lalu.


"Astaga, kenapa lupa. Ya, ampun Karamel apa yang Lo pikirin sekarang." Ujar Karamel dalam hati.


Dengan segera diambilnya kunci motor kesayangannya. Secepat kilat dituruninya demi demi anak tangga hingga membawa ke ruang keluarga.


Panggilan seseorang membuat karamel berbalik arah kebelakang.


"Sini nak makan dulu." Sapa Dita ibu tiri Karamel.

__ADS_1


"Tidak terima kasih. Tapi, saya harus berangkat sekarang." Tolaknya halus.


"Ya, sudah hati-hati nak." Jawab Dita dengan nada kecewa.


"Terima kasih." Balas Karamel.


"Mau kemana kau. Sini duduk." Perintah Angga ayah Karamel.


"Maaf, tapi saya harus pergi sekarang." Jawab Karamel.


Angga memukul meja sontak hal itu membuat anggota keluarga lainnya terkejut.


"Saya tak merasa telah melawan anda lagian saya menolaknya dengan halus." Jawab Karamel.


"Dasar kau anak tak tau diri." Ujar Angga pada Karamel kalimat itu diutarakan.


Drama keributan anak dan ayah itu tak berujung kebaikan. Melah memperkeruh suasana pagi yang awalnya damai kini penuh amarah dan emosi tak terkendali.

__ADS_1


"Ya, memang aku ini anak yang tak tau diri. Dari dulu hingga sekarang aku hanya beban untuk anda bukan." Ujar Karamel.


"Seharusnya, aku membiarkan kau tetap berada di jalan itu. Jika, bukan karena Dita dan Fika mungkin aku sudah membuang kau anak tak tau diri. Kau sama seperti ibu mu cuman bikin beban dan hanya jadi beban." Jawab Angga.


"Banggakan terus mereka keluarga baru mu. Tak sadarkan jika anda lah yang telah membuang aku dan ibuku dulu." Ungkap Karamel.


Angga terus saja mengutarakan kalimat- kalimat menyakitkan dan menusuk hati tanpa henti. Dia tak perduli dengan perasaan Karamel anak semata wayangnya dari pernikahan pertamanya dengan Nisa yang berujung kandas karena masuk nya Dita orang ketiga dalam keluarga kecil itu dulu.


Dita adalah salah satu sahabat karib Nisa ibunya Karamel. Namun, tanpa disadari kedekatan Dita dan Angga membuat ruang bagi perasaan datang lambat lain cinta terlarang muncul diantara mereka bertiga.


Akhirnya Angga memilih menikahi Dita dan meninggalkan Nisa dan putrinya Karamel.


Setelah resmi berpisah Karamel hidup dalam keluarga yang hancur berantakan broken home. Nisa ibunya Karamel tak tahan menghadapi rumitnya kehidupan asmara yang kandas dengan perselingkuhan. Akhirnya dia mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum obat-obatan terlarang hingga over dosis dan meninggal dunia.


Setelah ibunya tiada. Karamel diangkat anak oleh Dita. Sekaligus, ungkap rasa penyesalan atas perbuatannya dimasa silam yang telelah merengut kebahagiaan Karamel yang saat itu telah berusia 8 tahun.


Tentu saja Karamel masih mengingat peristiwa bertahun tahun lalu itu. Peristiwa yang terus saja menjadi topik utama dari mimpi buruk yang terus menghantui kehidupan Karamel.

__ADS_1


Karamel hidup dalam kegelapan dan luka patah hati terdalam. Akibat dari ke egoisan ayah kandung nya sendiri.


__ADS_2