Diary Karamel

Diary Karamel
Diary_Karamel Episode 5


__ADS_3

Haii.... Sekarang novel Diary Karamel udah masuk ke episode yang ke- 5 yaa guys...


Mau tau lanjutan ceritanya??


Yukk langsung simak aja ya👇🏻👇🏻


Setelah beberapa kali handphone nya berdering, dan membuatnya kesal, akhitnya Karamel pun mengangkat panggilan telepon yang tak lain adalah dari Raja.


"Hallo!"


"Iya hallo!, Lama banget sih. Lo angkat penggilan telepon gue Ra!" Ujar Raja dengan kesal. Karena Karamel yang begitu lama mengangkat panggilan telepon darinya.


"Emangnya Lo siapa?" Tanya Karamel


"Ya ellah, gampang banget Lo lupa ya Ra! Ini tuh gue Raja!" Jawab Raja


"Owh..ada apa."


"Gpp Ra."


"Owh ya udah, ehhhh..tunggu dulu Lo dapat no hp gue dari mana?" Tanya Karamel


"Gue dapat nomor Lo dari grup WhatsApp."


"Owh gitu!"


"Btw, Lo lagi ngapain Ra!"


"Baca novel!"


"Ehhhh, Lo nggak pergi main gitu. Kan ini malam Minggu!"


"Nggak!"

__ADS_1


"Kenapa!"


"Ya, nggak kenapa-kenapa!"


"Ya, ellah."


"Apa!"


"Gpp, gimana malam minggu selanjutnya kita nonton di bioskop!"


"Serah Lo lah Ja!"


"Lo mau kan Ra!"


"Kan udah gue bilang terserah Lo Raja!"


"Okeh kalau gitu. Berarti udh fiks ya!"


"Iya! Gue tidur ya udah ngantuk."


"Ngarep Lo!"


Karamel pun memutuskan panggilan telpon dan melanjutkan ritual malamnya untuk tidur.


Saat Karamel akan menutup matanya tiba-tiba ada notifikasi pesan. Karamel membuka pesan tersebut dan ternyata itu dari Fika saudari tirinya.


"Kak, Ara. Besok Fika mau balik ke Indonesia. Fika juga bawain oleh-oleh buat kakak. Kak, Fika rindu. Sama kakak!".


Itu lah isi pesan dari Fika. Karamel tak membalas pesan tersebut. Karena, baginya tak ada gunanya dan jauh di dasar hatinya, Karamel masih menaruh sedikit rasa kesal terhadap Fika dan mamanya. Yang telah merenggut segalanya darinya bahkan menghancurkan kebahagiaan miliknya.


#Pagi harinya


Pagi hari di awali Karamel dengan suasana hati campur aduk penuh emosi dan kekesalan nyata. Melihat drama pertemuan keluarga yang membuat Karamel muak menjalani kehidupan dirumah yang sudah bagaikan neraka ini. Hari ini sesuai isi pesan yang dikirim kan Fika padanya semalam. Perihal kepulangan nya ke Indonesia, setelah menjalani pengobatan di Jepang. Dan kambali menjalani kehidupan bersama orang tuannya di Indonesia.

__ADS_1


"Aduhh, anak papa tambah cantik aja nih!" Puji Angga.


"Ihhh, apa sih papa kan Fika jadi malu!"


"Owh ya ma, kak Ara mana?" Tanya Fika pada mamanya.


"Tak usah kau perdulikan dia. Lagian dia bukan lah hal penting yang perlu kau bahas hari ini nak!" Ujar Angga.


"Tapi, kan pa! Fika udah Bawakin kak Ara oleh-oleh!" Ujar Fika


"Kau simpan saja itu untuk dirimu sendiri. lagian Ara tak membutuhkan itu!" Ketus Raja


Karamel yang mendengar percakapan antara Fika dan Angga merasa semakin kesal. Emosinya memuncak, segitu tak berharganya dirinya dimata Angga, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.


Seperti biasa, Karamel turun dari tangga tanpa menoleh ke arah ruang keluarga.


"Kak Ara!" Sapa Fika.


Karamel tak memperdulikan sapaan Fika dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan kata pamit.


"Apa kau tak memiliki telinga! Adik mu memanggil mu sedari tadi!!" Ujar Angga menahan langkah Karamel.


"Untuk apa saya menaggapi itu. Bukankah saya bukan bagian dari keluarga ini. Lagi pula disini saya tak pernah dianggap nyata bukan!" Ujar karamel kesal.


"Jaga, bicaramu! Ingat kau sedang berhadapan dengan siapa!" Bentak Angga ayahnya.


"Jika anda ingin saya menghargai anda. Sebaiknya anda introspeksi dulu. Layak atau tidak saya menghormati anda sebagai orang tua!" Bantah Karamel


"Kau sudah berani melawan saya!"


"Tentu, saja saya berani."


"Kurang ajar kau! Dasar anak tak tau diri!" Satu tamparan mendarat manis diwajah Karamel. Membuat karamel semakin manaruh dendam terhadap ayahnya itu.

__ADS_1


"Terus saja anda seperti ini. Kalau perlu bunuh saja. Agar anda merasa puas. Seluruh kehidupan saya sudah anda renggut."


__ADS_2