Diary Karamel

Diary Karamel
Diary_Karamel Episode 3


__ADS_3

"Rapat hari ini selesai. Dan untuk ketua OSIS berserta sekertaris harap ikut ibu untuk merekrut anggota OSIS baru di kelas X."


"Baik buk." Jawab Karamel dan Mita selaku ketua dan sekretaris.


Tiba lah mereka dikelas X IPS3 itu adalah kelasnya Raja.


"Permisi, maaf menggangu waktu belajarnya. Saya selaku ketua OSIS disini ingin melaksanakan tugas untuk merekrut anggota OSIS baru dari seluruh kelas X. Bagi yang berminat silahkan daftarkan nama Kelian pada Mita selaku sekretaris OSIS." Karamel memberikan penjelasan.


Setelah memberikan arahan siswa dan siswi dari lokal itu pun berbaris rapi untuk mendaftarkan diri. Termasuk Raja yang ikut serta mendaftar.


"Baiklah terimakasih atas partisipasinya bagi yang telah mendaftar nanti sore pukul 3 sore silahkan datang ke aula. Kerena, disana nanti akan diadakan seleksi.


"Baik kak".


#Di aula


Tepat pukul 3 sore seluruh siswa dan siswi kelas X yang telah mendaftarkan diri berbaris di aula.


"Okeh, sekarang. Kita bagi kelompoknya sesuai dengan bidang OSIS yang kalian pilih. Nantinya, akan ada salah satu anggota OSIS senior yang akan mendampingi kalian semua. Dan saya sendiri akan memberikan penilaian bersama anggota OSIS inti lainnya." Ujar Karamel.


"Ra! Sini! Panggil Adi anggota OSIS terpilih untuk mendampingi anggota OSIS dalam bidang olahraga.


"Iya, ada apa Di?" Tanya Karamel.


"Bantuin gue ngasih penilaian sekaligus gue juga mau cari calon ketua basket nih!" Jawab Adi.


"Okeh."

__ADS_1


Satu persatu anggota OSIS baru menunjukkan keahlian nya dalam bidang basket.


Saat nama Raja disebutkan dan sosok itu muncul. Karamel merasa tak asing dengan wajahnya apalagi di sikunya masih ada perban.


"Tunggu, bentar! karamel pun menghampiri Raja yang membuat Adi berserta anggota lainnya merasa heran.


"Ada apa Ra!" Tanya Adi.


"Shuuut! Lo diam aja Di!" Jawab Karamel


"Lo yakin. Mau ikutan kan tangan Lo masih sakit yang ada nanti malah tambah parah!" Ujar Karamel.


"Yakin lah. Kenapa Lo khawatir sama gue?" Tanya Raja.


"Iyalah gue khawatir sama Lo! Secara Lo itu masih tanggung jawab gue." Ujar Karamel kesal.


"Ya, ellah. Serah Lo aja deh. Yang penting gue udah peringatin Lo ya." Ujar Karamel beranjak pergi.


"Ra! Dia siapa kenapa ko khawatir banget!" Tanya Adi mengintrogasi.


"Dia cowok yang nggak sengaja gue tabrak tadi pagi!" Jawab Karamel.


"Ohhh, gitu kirain gebetan Lo Ra!" Balas Adi mengejek.


"Apa an sih Lo Di! Kalau ngomong pakai filter dikit dong! Lama-lama Lo ngeselin ya!" Jawab Karamel.


"Maaf Ra! Mending kita liat aja penampilan tuh cowok. Gue jadi penasaran deh!" Ujar Adi.

__ADS_1


Raja pun menunjukkan keahlian nya dalam memainkan bola basket dengan handal. Membuat para penonton bersorak dan bertepuk tangan sebagai apresiasi kekaguman terhadap Raja. Namun, saat Raja akan memasukan bola ke ring dan meloncat tiba-tiba saja tangannya yang terluka terasa sakit. Membuat Raja kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Melihat kejadian itu Karamel langsung berlali menghampiri Raja. Entah hal apa yang membuat seorang Karamel yang terkenal cuek dan tak perduli dengan orang lain. Malah care terhadap Raja. Cowok yang baru dia kenal tadi pagi tanpa segaja.


"Kan udah gue bilang tadi. Kan tambah sakit. Lo tuh bandel banget sih." Ujar Karamel yang membantu Raja berdiri.


"Iya maaf!" Jawab Raja singkat.


"Kalau udah seperti ini kan gue yang susah! Nambah ribet hidup gue aja Lo!" Ucap Karamel


"Ya, maaf lah." Sahut Raja lagi


"Lo tunggu disini. Gue mau ambil kota obat dulu." Kata Karamel kepada Raja


"Oke." Jawab Raja


Karamel datang dengan membawa perlengkapan kotak obat. Karamel membuka perban luka Raja dan menggantinya dengan yang baru.


"Lain kali kalau dikasih tau sama orang itu di dengerin! Jangan keras kepala mulu yang di gedein!" Ujar Karamel kesal.


"Iya ibu ketua OSIS!" Jawab Raja


"Hmmmz...."


"Lo mau kemana?" Tanya Raja.


"Mau balik kesana lagi lah. Kan tugas gue banyak!" Jawab Karamel.


"Btw, Makasih ya." Ujar Raja

__ADS_1


"Iya sama-sama."


__ADS_2