Diary Karamel

Diary Karamel
Diary_Karamel Episode 2


__ADS_3

Melihat keributan yang tak berujung itu, membuat Dita ikut ambil adil untuk menengahi keduanya.


"Sudahlah, tak perlu perpanjangan lagi. Ini hari masih pagi lebih baik kerjakan saja rutinitas masing masing. Sudah Ra! Lebih baik kamu berangkat sekarang dari pada telat nanti." Ujar Dita.


"Baik Tante, saya pamit." Karamel mengucapkan salam kepada Dita tanpa menoleh ke arah ayahnya yang masih diselimuti emosi.


"Kenapa kau tetap membela nya, bukannya dia tak menghargai kehadiranmu?" Ujar Angga kepada Dita.


"Sudah lah jangan memperkeruh suasana lagian disini dia lah pihak yang tersakiti." Ungkap Dita.


"Tak perlu menyalahkan diri. Ini sudah takdir lagian sedari awal memang aku tak mencintai Nisa." Jawab Angga.


"Tak perlu dibahas lagi. Aku lelah dengan semua ini. Dan belajar lah kau untuk menerima kehadiran Karamel disini. Dia anak kandung mu bukan. Tidak seperti Fika." Balas Dita.


"Meskipun, Fika bukan anak kandung ku. Tapi, aku lebih menyanyi dirinya di banding anak kandung ku sendiri." Ujar Angga.


"Jangan seperti itu bersikap lah kau adil kepada kedua. Jangan biarkan ada ruang bagi rasa dendam di hati Karamel nantinya. Ingat anak itu sudah remaja dia sudah tau apa itu sakit dan dendam." Jelas Dita.


"Terserah kau saja. Lebih baik aku pergi kerja." Angga pun pergi ke kantor.


Sementara itu Karamel masih merasakan kesal di hatinya. Di membawa motor dengan emosi hingga tak melihat jalan. Tanpa sengaja di menabrak seseorang di parkiran sekolah tanpa sengaja.


"Woyyy! Lo punya mata nggak sih. Nabrak orang sembarangan tanggung jawab Lo" Ujar Raja cowok yang tak sengaja di tabrak Karamel.


"Maaf, dan gue denger itu. Tenang aja Lo gue bakal tanggung jawab." Ujar Karamel turun dari motornya.


"Nah, gitu. Sekarang Lo bawak gue ke UKS dan obatin luka gue. Paham Lo" bakal Raja.

__ADS_1


"Iya, tuh mulut nggak usah ngegas!" Jawab Karamel kesal.


Sesampainya di UKS karamel memanggil Dewi. Salah satu petugas disana.


"Wi, gue minta kotak obat donk! Sama air anget ya!"


"Bentar ya Ra! Gue siapin dulu." Ujar Dewi.


"Oke makasih". Jawab Karamel.


Beberapa menit kemudian Dewi datang dengan membawa perlengkapan lengkap tak lupa dengan air hangat.


"Ini Ra!"


"Oke makasih Wi."


"Mana yang luka sini gue obatain!" Tanya Karamel.


"Ini!" Raja menunjuk siku yang yang terluka.


Karamel membersihkan luka dan memperban luka Raja dengan rapi.


"Udah siap! Udah gue bersihin dan sekarang gue mau pergi. Gue banyak urusan!" Ujar Karamel beranjak dari tempat duduknya.


"Ehhhh, tunggu dulu! Raja menahan Karamel dengan menarik pergelangan tangan Karamel.


"Apa lagi? Kan udah gue obatin!

__ADS_1


"Enak aja mau pergi gitu aja. Lo harus tanggung jawab sampai luka gue sembuh paham Lo!"


"Ya ellah Lo lebay banget deh!


"Terserah gue!


Karamel merasa geram dengan ulah Raja yang berlebihan. Karamel pun mengambil kartu nama dari dalam tas dan memberikan nya kepada Raja.


"Ini kartu nama gue! Disitu ada no hp sama alamat rumah gue."


"Okeh, gue bakal simpan ini!


"Ya, udah lepasin tangan gue! Gue banyak urusan dan gara-gara Lo waktu gue terbuang!"


"Santai aja kali. Nggak usah ngegas."


Karamel pun pergi dari ruang UKS. Menuju ruang OSIS. Sudah dipastikan kali ini dia akan mendapatkan masalah besar.


Karamel mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan yang sudah dipenuhi oleh anggota OSIS lainnya berserta guru pembina.


"Ara! Kenapa kamu telat? Tanya Yusi guru pembina OSIS.


"Maaf buk! Tadi saya mengalami insiden saya tak sengaja menabrak anak orang. Sehingga, saya harus bertanggung jawab dulu." Karamel memberikan penjelasan atas keterlambatannya.


"Okeh! Kali ini ibu maafkan. Tapi, ingat kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Sebab kamu ketua OSIS yang menjadi panutan bagi yang lain kamu paham Ra!


"Iya saya paham dan mengerti."

__ADS_1


"Baiklah sekarang silahkan kamu duduk. Dan kita lanjutkan rapat hari ini."


__ADS_2