
Auristella Chalondra Aileen. Atau biasa di panggil Auris oleh keluarga nya dan Stella oleh teman-teman nya. Gadis berkulit putih yang sangat aktif. Memiliki seorang kakak laki-laki berjarak dua tahun dari nya. Bersekolah di International Junior High School.
Zayn Dareen Aileen. Abang dari Stella ini memiliki sikap cool, kalem, tidak banyak bicara. Kecuali dengan Keluarga atau sahabat nya.
Arabelle Ayunindya Aileen. Mommy dari Auris dan Dareen, biasa di panggil Abel. Kalem dalam menghadapi anak-anak nya yang bisa dibilang ABG. Sabar, dan penyayang.
Alexander Galen Aileen. Daddy dari Auris dan Dareen, atau biasa di panggil Alex. Sifat nya kurang lebih sama dengan Abel. Selalu memanjakan kedua anak nya, namun tegas dalam membimbing.
Adelia Indah Permata. Atau yang biasa di panggil Indah, adalah Sahabat Auris dari kelas 1 SD sampai sekarang, kurang lebih sifat nya sama dengan Auris, yang membedakan hanya sifat Indah yang sedikit kurang aktif.
Aqilla Citra Adena. Aqila juga sahabat Stella dari kelas 1 SD. Sifat Aqila sama dengan Auris, yang aktif dalam mengikuti kegiatan. Jika ada lomba yang di adakan sekolah, Auris dan Aqila langsung mendaftar mengikuti nya.
--------------
Cahaya matahari pagi menembus gorden kamar Stella. Hari ini adalah hari pertama nya mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa).
Stella bangun pukul 5 pagi, setelah mengerjakan ibadah Sholat Subuh, Stella mandi kemudian berganti pakaian SD nya dulu.
Setelah selesai mengganti baju, Stella turun ke bawah untuk sarapan.
"Morning Mom, Dad!" Sapa Stella pada orang tua nya yang sudah ada di meja makan.
"Morning baby" balas Alex (Daddy Stella)
"Morning sayang" balas Abel (Mommy Stella)
"Abang mana Mom?"
"Di kamar nya, masing tidur tuh" jawab Abel.
"Emmm, mentang-mentang libur sekolah ya!" Ucap Stella dan pergi ke kamar Dareen.
-----------
"Abang! Wake up, wake up!" Stella sambil melompat-lompat di kasur Dareen.
"Apa sih Ris?!" Kesal Dareen.
"Bangun lah, udah pagi!" Ucap Stella.
"Emang kenapa sih?"
"Lu tadi ga Sholat ya!" Ucap Stella asal, dan Dareen pun langsung mengganti posisi nya dan langsung duduk.
"Enak aja lu! Abang tadi sholat kali!"
"Gitu aja nge gas!"
"Iya ya udah deh sono, lu mau telat?!" Ucap Dareen, dan Sisca pun langsung menuju meja makan.
-----------
"Udah di bangunin sayang?" Tanya Abel.
"Udah, tapi ga bangun!" Ucap Stella dengan muka di tekuk, sedangkan Alex dan Abel hanya menahan tawa.
"Muka nya jangan di tekuk gitu dong, makan gih" ucap Abel.
__ADS_1
"Iya Mom"
Sisca pun memakan nasi goreng favorit nya.
-----------
"Alhamdulillah, kenyang Auris" ucap nya.
"Auris berangkat dulu ya Mom, Dad!" Ucap Auris kemudian menyalami tangan kedua orang tua nya.
"Iya, hati-hati sayang. Pak Anton(Sopir) udah di depan ya" ucap Abel.
"Iya Mom" balas nya.
------------
"Ayo Pak berangkat" ucap Auris pada Pak Anton, dan di balas anggukan oleh nya.
Selama di perjalanan, Auris hanya memainkan HP nya saja. Perjalanan dari rumah nya ke sekolah baru nya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit-an.
------------
Sekarang Auris berada di lapangan basket sekolah baru nya untuk melaksanakan apel pembukaan MOS.
Kepsek menjelaskan beberapa Visi Misi sekolah, dan peserta MOS mendengarkan dengan baik. Sesekali mereka bertepuk tangan atas beberapa gelar yang di raih sekolah baru mereka.
Yang terakhir, kepsek membaca kan nama-nama peserta yang akan masuk kelas apa. Dan nama Auris di panggil saat di urutan Cut Mutia atau kelas 7G.
Nama-nama yang sudah di sebut, langsung berjalan menuju kelas mereka di pandu oleh para OSIS sesuai sekbid.
Saat tiba di kelas, para OSIS pun memperkenalkan diri mereka.
"Hai, nama kakak Afifatul Izzah. Bisa di panggil kak Izzah" ucap Kak Izzah. Yang sejati nya memiliki sifat tegas. Karena dia juga mengikuti ekskul PRAMUKA.
"Hai, nama kakak Caca Indrawati. Kalian bisa panggil Kak Caca" ucap Kak Caca. Sifat nya hampir sama seperti Kak Pandu, hanya saja Sifat Kak Pandu lebih pendiam.
"Halo semua, perkenalkan nama kakak Alvaro Ivander. Kalian bisa panggil Kak Alva" ucap Kak Alva. Kak Alva merupakan salah satu most wanted yang banyak di kagumi para kaum hawa.
"Jadi sekarang saya akan menjelaskan sedikit tentang kebiasaan kita, murid IJHS. Jadi, setiap pagi, biasa nya kita melakukan literasi, lima belas menit sebelum bel sekolah berbunyi" ucap Kak Alva.
"Literasi di sini, nanti kalian akan di beri buku khusus untuk Literasi. Kemudian di situ kalian harus menulis tanggal, bulan, tahun, judul buku yang akan kalian ceritakan, dan nama penulis. Setelah kalian merangkum isi bacaan itu. Di bawah nya kita akan menuliskan amanat dari cerita yang tadi kalian baca. Kemudian, di bagian paling bawah kalian harus meminta tanda tangan dari guru yang mengajar pada hari itu" ucap kak Caca panjang lebar.
"Jika buku literasi kalian habis, kalian bisa membeli di kopsis (koprasi siswa)" tambah kak Pandu.
"Baik, ayo semuanya berdiri! Kita akan menyanyikan lagu Indonesia Raya" ucap Kak Izzah, kemudian mereka menyayikan lagu kebangsaan kita itu.
"Jadi, kita murid IJHS biasa nya setiap bel sekolah berbunyi. Kita akan menyanyikan lagu kebangsaan kita itu. Bertujuan agar kita lebih semangat menjalani pembelajaran"
Sekarang kak Pandu, Kak Caca, dan Kak Alva duduk di kelas 8, sedangkan Kak Izzah sekarang kelas 9.
Seketika mata Auris membulat, baru pertama kali saja dia sudah jatuh cinta pada Kak Alva. Begitu juga dengan sahabat Auris yang duduk di belakang nya. Indah.
"Oke, kita kan udah kenalan. Sekarang giliran kalian dong!" Ucap kak Izzah.
"Kalian sebutin Nama Lengkap, panggilan, sama asal SD kalian ya" tambah Kak Alva.
Semua siswa-siswi di kelas itu pun, memperkenal kan diri masing-masing dari tempat duduk nya sambil berdiri.
__ADS_1
------------
Setelah beberapa siswa / siswi memperkenalkan diri. Sekarang giliran Auris lah yang memperkenalkan diri.
"Nama saya Auristella Chalondra Aileen. Bisa di panggil Stella, dari SD Mutiara Harapan" ucap Stella memperkenalkan diri, kemudian kembali duduk.
Dan berlanjut lah acara perkenalan.
"Oke, sekarang kita akan bermain game, sekalian nge-tes daya ingat kalian" ucap Kak Alva.
"Sekarang kalian siapkan selembar kertas, dan di isi dengan Nama Panjang, panggilan, dan asal SD kalian di sana" ucap Kak Caca.
"Selanjut nya, kalian lipat kertas tersebut. Dan berikan pada salah satu dari kita yang akan mengambil kertas tersebut" tambah nya.
"Kalau sudah, nanti kita akan membagikan kertas itu kembali. Dan jangan sampai dapat nama kalian sendiri, kalau yang dapat nama kalian sendiri silahkan kalian angkat tangan" ucap Kak Pandu.
"Setelah itu, kalian akan di tunjuk maju oleh kita, dan perlihatkan siapa nama yang kalian dapat, kemudian tunjuk orang itu. Tapi kalo kalian tidak bisa menunjuk siapa nama orang yang kalian dapat. Kalian akan mendapat hukuman" ucap kak Alva panjang lebar.
Mereka pun segera menulis apa yang di perintahkan kakak-kakak OSIS itu. Dan mengumpulkan pada kakak OSIS yang mengambil kertas itu pada deretan masing-masing.
Kak Alva mengambil kertas-kertas itu di deretan bangku Auris. Auris merasa senang dapat melihat wajah kak Alva dari dekat.
----------
Kebetulan, Auris mendapat nama Zaenal. Dia adalah teman sekelas Auris saat SD, sekaligus musuh nya. Mengapa ia menyebut seperti itu? Dulu Auris sering di ejek oleh nya. Karena, dulu kulit Auris sedikit lebih gelap dari nya.
Auris sangat kecewa, sedih, bahkan sering melamun kan masalah sepele itu. Tapi, selama libur sekolah dia memilih untuk tidak kemana-mana, dan merawat kulit nya.
Abel pun setuju dengan keputusan Anak nya. Karena menurut Abel, anak seusia Auris sudah ingin membenahi diri menjadi lebih baik.
Dan, USAHA TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL. Kulit Auris sekarang menjadi lebih cerah, bahkan lebih dari Zaenal.
__________
Hai! Cerita baru nih, please klik Suka sama Favorit^_^
_
HOPE YOU LIKE IT AND ENJOY 💙
------
BANTU FOLLOW YUK^-^!
@disya.ahz810
@bryanelina._
•
•
•
•
•
__ADS_1
D I S Y A H🍀