Diary Putih Biru

Diary Putih Biru
•Part 6


__ADS_3

Pagi hari tiba, Auris, Dareen, mommy, dan daddy nya sekarang sedang sarapan sambil menunggu Talia. Selesai sarapan, Auris dan Dareen menunggu Talia di ruang tamu, karena sekarang juga masih jam 05.45 AM.


Pukul 06.00, Talia sampai di rumah Auris.


"Eh, Talia. Langsung berangkat aja yuk! Oh iya lu udah sarapan belom?" Tanya Auris.


"Udah kok, ayo" ucap Talia.


Mereka pun berangkat sekolah bersama, Auris / Stella duduk di depan sedangkan di belakang, Dareen dan Talia.


"Lu masuk tujuh apa Tal?" Tanya Dareen.


"i, sampingan sama Stella" ucap Talia, dan di angguki Dareen.


----------


Sesampai nya di sekolah, seperti biasa di adakan pengecekan kuku dan kaos kaki.


Setelah itu, mereka pergi ke kelas masing-masing.


"Febi!" Panggil Stella.


"Eh Stel" balas Febi yang sedang duduk di meja nya.


"Kak Alva ada di depan" ucap Stella.


"Hah? Iya?" Ucap Febi antusias, kemudian pergi keluar kelas.


Mereka berdua pun duduk di depan kelas mereka.


"ganteng banget sih" ucap Febi.


"iya ih" ucap Stella.


"oh iya Feb, lu kan jadian ama Eka kan ya?" tanya Stella.


"iya. Kenapa?"


"kok suka sama kak Alva?"


"gapapa lah, lagian kan dia mondok. Hahaha.."


"parah parah. Oh iya, Laila mana ya?" tanya Stella.


"hey, gue di sini kali!" Laila dari belakang.


"eh, gue kira belom dateng" ucap Stella sambil cengengesan.


"ngapain sih temen-temen nya Kak Alva ngeliatin kita?" Febi bingung.


"ga tau deh, udah lah masuk kelas yuk! nanti di ghibah in lagi. Gue masuk dulu deh ya" Stella kemudian meninggalkan Febi yang masih memikir kan sesuatu.


"eh, tunggu in gue Stel" Febi kemudian menyusul Stella maduk ke kelas.


"ngobrol nya di dalem aja Feb, gue risih kalo di liatin gitu" Stella berkata sambil jalan menuju tempat duduk nya.


"Kak Alva itu kok kudet banget yah?!" Febi saat duduk di tempat nya.


"kudet gimana?" Stella bingung.


"yah itu, ga punya ig. Masa iya, gitu aja ga punya"


"hayo, pada ngomongin apa an?!" Laila, tiba-tiba mengagetkan mereka.


"lu ga bakalan suka!" Stella dan Febi bersamaan.


"oh, ok gue ngerti" Laila, kemudian duduk di sebelah Febi.


Kemudian bel sekolah berbunyi, menandakan jam pertama akan di mulai.


"Morning guys!" Bu Ranti saat memasuki kelas mereka.

__ADS_1


"Morning Miss!" Teman-teman sekelas Stella membalas sapaan Bu Ranti.


Bu Ranti, guru Bahasa Inggris pun mulai menerangkan materi yang akan mereka pelajari pada pertemuan berikut nya.


Bel istirahat berbunyi, murid-murid pun keluar dari kelas mereka dan mulai memadati kantin.


"Males banget deh ke kantin. Palingan juga rame" Stella mengeluh.


"Sama, mending ngikutin Kak Alva" Febi memberikan usul, dan Stella pun mengangguk antusias. Sedangkan Laila hanya memutar bola mata nya malas.


"Kalian tuh ya, Alva mulu. Dikit-dikit Alva, dikit-dikit Alva. Ga ada kata la~" Laila terpotong ucapan nya karena, jawaban dari Stella dan Febi.


"Ga ada, udah yuk Stel!" Febi menarik tangan Stella.


"Eh, ikut!!" Laila berteriak sambil mengejar Febi dan Stella yang masih memasang sepatu nya di depan.


(FYI, di kelas mereka harus copot sepatu, dan hanya memakai kaos kaki. Baik itu di kelas, perpus, lab IPA, atau pun kantin )


"Loh, kok malah ke kelas nya? Kata nya mau ngikutin kak A~" Febi berusaha membungkan mulut Laila, karena posisi nya mereka sekarang ada di depan kelas kak Alva untuk mengecek apakah sepatu nya ada di rak depan kelas nya.


"Sepatu nya ga ada Feb" Stella yang sibuk mencari sepatu kak Alva, namun hasil nya nihil.


"Emang dia absen berapa?" Febi bertanya sambil melepaskan tangan nya dari mulut Laila.


"Kejam banget lu!" Laila ngos-ngos an.


"Maap" Febi, sambil merapatkan kedua telapak tangan nya.


"Ga tau" Stella, tetap mencari sepatu nya.


"Kaya nya ga ada deh, kantin aja yuk!" Stella kemudian menarik tangan Febi dan Laila.


"Mau beli apa?" Febi membuka suara.


"Oreo doang kaya nya. Ga mood yang lain" Stella, kemudian membayar 2 bungkus oreo yang dia beli.


"Gue juga deh" Febi, kemudian ikut membayar oreo yang di beli nya.


Tidak ada jawaban dari Laila.


"La!" Stella, sambil mencolek lengan Laila.


"Eh, i-iya. Kenapa? Mau balik, ayo-ayo balik" Laila, gugup sambil memalingkan wajah nya ke arah Stella dan Febi.


"Ngliatin apa sih?!" Stella kepo, dan melihat ke titik yang tadi Laila lihat.


"Lu suka sama anak itu ya?!" Stella menebak, dan Febi sontak melihat ke arah yang sama.


"Yang mana?" Febi, kepo.


"Itu loh, kalo ga salah nama nya Ramadhan deh!" Stella menunjuk pada Ramadhan.


"Kata siapa? Lu kenal?" Laila kepo.


"Kalo ga salah, dia tuh temen sekelas nya Rita. Coba tanya deh" Stella memberi usul.


"By the way, di sini gaada kak Alva. Balik yuk!" Febi mengajak sambil menarik Stella dan Febi.


"Eh, bentar-bentar" Stella mencegah Febi dan Laila untuk melanjutkan langkah nya.


"Kenapa?" Febi bertanya.


"Itu kayak nya Kak Alva" Stella menunjuk ke arah kopsis.


"Eh iya, pantesan ga ada di kantin" Febi.


"Ngapain sih, nunggu di sini?!" Laila sebal.


"Iya, balik aja yuk Feb. Nanti, di kelas juga bisa liat lagi" Stella, kemudian berjalan lebih dulu meninggal kan mereka.


"Tunggu dong!" Febi dan Laila, kemudian men-sejajarkan langkah nya dengan Stella.

__ADS_1


Bel pun berbunyi. Menandakan berakhir nya jam istirahat.


Bu Tini pun memasuki kelas mereka sambil membawa tumpukan kertas.


"Assalamualaikum" Bu Tini, saat memasuki kelas.


"Waalaikumsalam" teman-teman sekelas Stella.


"Anak-anak, ini nanti ibu bagi kan brosur. Nanti kalian isi, mana ekskul yang menurut kalian cocok. Minimal dua, kalau sudah kasih ke ibu"


"Kalian pilih apa?" Stella menghadap ke belakang, bertanya pada Febi dan Laila.


"Males banget deh kalo di bagiin ginian" Laila mengeluh.


"Kalo gue kaya nya basket" Stella.


"Sama dong" Febi menjawab.


"Apa lagi ya??" Febi berfikir sambil menyanggah dagu nya dengan tangan.


"Pengen ikut ECC deh" Febi


"Apa tuh?" Laila.


"Kaya belajar bahasa Inggris gitu. Gue ga minat deh, bahasa Inggris mah gampang" Stella.


"Lu mah bule!" Febi dan Laila.


"Kaya nya gue ikut Jurnalis" Stella kemudian men-centang kolom yang bertuliskan basket, dan juga Jurnalistik.


"Gue sama ECC aja deh" Febi, kemudian men-centang kolom yang bertuliskan basket, dan ECC.


"Lu ikut apa La?" Stella mengalihkan pandangan dari brosur yang ia pegang pada Laila.


"Ga minat semua. Gue ga suka gini-gini an. Tapi biar ga kosong, gue ikut PMR" Laila, lalu Stella dan Febi mengangguk.


Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa siswi dari kelas Vll, Vlll, dan lX membersihkan wilayah kelas nya.


Selesai membersihkan, Stella dan Febi tidak mengikuti kak Alva lagi. Karena, sekarang Talia pulang nya juga bersama Stella. Jadi, tidak enak membuat nya menunggu.


"Tumben, ga nyari Alva?" Dareen heran.


"Ga, udah yuk Pak jalan!" Stella / Auris.


"Lu suka kak Alva Stel?" Talia bertanya.


"Ga tau. Oh iya, lu ikut ekskul apa?" Stella / Auris bertanya.


"Basket" Talia.


"Sama, gue juga. Sama apa lagi??" Stella / Auris.


"Udah" Talia.


"Oh, kalo gue sama Jurnalis" Stella, dan di angguki Talia.


_________


jangan lupa like, comment, favorite.


hope you like it and enjoy!


bantu follow kalo mau


@disya.ahz810


@bryanelina._


@fatners.mlng810


THANKS🌻

__ADS_1


__ADS_2