
"Assalamualaikum!" Ucap Auris saat memasuki rumah nya.
"Waalaikumsalam!" Ucap Bi Surti (ART).
"Mommy mana Bi?" Tanya Auris.
"Ibu sama bapak keluar kota non" ucap Bi Surti.
"Loh, kok ga bilang Auris tadi?" Tanya Auris.
"Kata nya tadi dadakan non"
"Oh. Berapa hari?" Tanya Auris.
"Kalo ga salah tadi kata nya 3 hari an"
"Oh, yaudah Auris mau ke kamar dulu ya!" Ucap Auris, dan di angguki oleh Bi Surti.
Auris pun memasuki kamar nya, kemudian mandi, dan sholat Dhuhur. Setelah itu dia turun ke bawah untuk mengambil makanan kemudian kembali ke kamar nya, duduk di sofa yang ada di kamar nya, dan membuka laptop untuk menonton video secara random.
-----------
Selesai itu, Auris masuk ke kamar abang nya. Sisca hanya perlu berjalan beberapa langkah. Karena, terdapat pintu pembatas antara kamar Auris dan Dareen di sana.
"Bang!" Ucap Auris.
"Apa?"
"Kak Alva itu orang nya kaya gimana sih?" Tanya Auris.
"Tuh kan! Lu naksir ya" tebak Dareen.
"Sttt.." ucap Auris sambil membungkam mulut Dareen.
"Apa an sih" ucap Dareen sambil melepaskan tangan Auris.
"Lu suka sama dia ya" ucap Dareen.
"Ga tau. Oh iya, tadi tuh ada guru yang... gimana ya? Pokok nya tadi tuh banyak yang minta tanda tangan dia kan, terus dia tuh kaya malah jawab gini. Siapa kamu, saya ga kenal kamu kok kamu minta tanda tangan saya. Gitu!"
"Cewek apa cowok?"
"Cewek"
"Oh, kayak nya sih Bu Aris" ucap Dareen.
"Oh, kok gitu ya! Judes" ucap Auris.
"Iya sih, tapi kalo udah akrab seru banget kok. Dia juga sering bercanda"
"oh, terus guru yang killer siapa?"
"kalo killer killer banget sih kayanya ga ada, eh ada deng. Kalo lu masuk antara 7A sampe E, lu bakal di ajar sama Pak Selamet guru MTK. Nanti ya, kalo lu di tunjuk suruh ngerjain di depan terus lu ga mau kata nya bakal di hukum gitu sih kata nya. Tapi, gue ga tau ya. Gue kan dulu 7H" jelas Dareen.
"oh, kalo guru MTK nya 7F sampe J siapa?"
"Pak Bagas, killer sih nggak, tapi kalo dia nerangin kadang banyak yang ga paham. Kalo sama Pak Selamet tuh, kata nya bakal banyak yang paham gitu"
"lu pengen masuk kelas apa?" tanya Dareen.
"gue sih terserah aja" ucap Auris, dan di angguki oleh Dareen.
----------
"Stella!" panggil Indah.
"eh, Ndah. Kenapa?"
"ga papa sih, cuma pengen bareng aja ke kelas" ucap Indah, dan di angguki oleh Stella.
"besok terakhir MOS ya?" tanya Indah memastikan, saat mereka sampai di kelas.
"iya, eh by the way lu udah dapet tanda tangan berapa?" tanya Stella.
"gue sih baru enam belas. Kalo lu?"
"dua puluh an"
"oh, yaudah yuk cari lagi!" ajak Indah dan di angguki Stella.
Mereka pun pergi mencari tanda tangan pagi itu, sampai OSIS pembimbing masing-masing menyuruh mereka untuk masuk kelas.
Seperti kegiatan biasa, mereka berdo'a, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mereka di bebaskan untuk mencari tanda tangan lagi.
Setelah mencari tanda tangan, mereka diperbolehkan untuk istirahat, mereka juga bisa mencari tanda tangan saat itu.
"beli bakso yuk, gue laper!" ajak Aqila.
"nggak deh, gue di kelas aja" ucap Stella.
"gue juga di kelas deh!" ucap Indah.
"ya udah, gue dulu an ya!" ucap Aqila, kemudian pergi ke kantin.
----------
"eh, guys! tadi gue ketemu kak Alva!" ucap Aqila.
"terus - terus?" tanya Indah antusias.
Stella, dan Aqila tau kalau Indah suka sama Kal Alva. Tapi, Aqila dan Indah tidak tau kalau Stella juga suka sama Kak Alva.
__ADS_1
"terus ya, tadi gue bilang kalo Kak Alva di cari lo Ndah!" ucap Aqila.
"Wahh, the best dah lu" ucap Indah.
"terus dia jawab apa?" tanya Indah.
"kata nya sih, oh biarin aja. Gitu"
"emm" ucap Indah.
--------
Jam istirahat selesai, mereka di kumpulkan kembali di lab IPA yang super duper panas itu.
"ngapain sih kesini lagi" kesal Stella.
"tau tuh, ga tau apa engap. OSIS nya mah enak, di luar!" ucap Indah.
"ya udah yuk ah" ajak Aqila.
Mereka pun memasuki lab itu.
Setelah berjam-jam mereka ada di sana, dan akhir nya mereka pun di perboleh kan untuk pulang.
-----
"Assalamu'alaikum!" salam Auris
"Waalaikumsalam. Eh non Auris.
"iya Bi, Auris ke atas dulu ya. Oh iya, tolong bawain makanan ke kamar Auris juga ya! nanti taruh aja di meja" ucap Auris.
"siap non!" ucap Bi Surti, kemudian Auris naik ke atas untuk mandi, kemudian sholat Dhuhur.
Selesai Sholat Auris langsung duduk di sofa kamar nya untuk makan dan kemudian menyalakan laptop untuk Video Call dengan ke-2 sahabat nya.
"makan apa tuh?" tanya Aqila pada Auris / Stella yang sedang asik makan.
"rendang. Mau?" jawab Stella.
"mau mau!" jawab mereka antusias.
"ya udah sini. Di rumah cuma ada abang sama gue"
"Bi Surti sama Pak Anton?" tanya Indah.
"ada" jawab Stella.
"ya berarti di rumah lu bukan cuma ada lu sama Bang Dareen!" ucap Aqila kesal.
"hehe.. iya maap"
"iya, sumpek gue di sana!" ucap Stella.
"emm, udah dulu ya guys gue mau naruh ini di bawah dulu" ucap Stella.
"ok. Bye!" ucap Indah dan Aqila bergantian.
"bye!" ucap Auris kemudian menutup laptop nya.
---------
Auris yang sedari tadi hanya memainkan ponsel nya, kemudian beranjak dari kasur nya itu untuk pergi ke kamar abang nya.
"Hallo abang ku sayang!"
"tumben?" kaget Dareen.
"emang ga boleh?"
"ga boleh!" jawab Dareen ketus.
"cih, ya udah gue bilangin ke Mommy and Daddy!"
"bilangin aja, nanti gue bilangin ke Mommy and Daddy kalo lu suka sama anak kelas delapan, terus lu mangil gue pake Lu Gue!" ancam Dareen.
"yah. Ga asik nih, gue kan mau cerita!!" rengek Auris.
"ya udah cerita aja"
"jadi gini, kan gue tuh... emm, naksir sama Kak Alva. Terus si Indah juga naksir, gue gimana?"
"ya itu mah terserah lu, lagi pula emang Alva suka sama lu?"
"ga asik banget sih punya abang cowok!"
"hey, dimana-mana abang cowok kali. Masa cewek, kan ga lucu"
"yah, maksudnya.. gitu deh!" Sebal Auris, kemudian pergi ke kamar nya.
-----
Pagi hari pun tiba, kini Auris sedang sarapan di meja makan sendiri.
"Bi, bibi makan bareng Auris dong!" rengek Auris.
"emm, ga sopan non" jawab Bi Surti.
"udah, ga papa lah. Ngapain juga ga sopan, kan tinggal makan. Ya kan?"
"hehe, iya sih non. Tapi.."
__ADS_1
"udah, bibi duduk ya! mau makan apa? sini Auris ambilin" ucap Auris kemudian mengambilkan lauk untuk Bi Surti makan.
"makasih non"
"santai aja kali Bi hehe.."
----------
Sekarang Auris / Stella dkk sudah masuk ke kelas nya karena sudah di perintah oleh para OSIS.
"selamat pagi!" sapa Kak Izzah saat baru memasuki kelas 7G dan di ikuti oleh OSIS yang membimbing di 7G lain nya.
"pagi!" jawab mereka.
"sudah berdo'a?" tanya Kak Izzah.
"belum!" jawab mereka.
"ya sudah ayo berdo'a. Kemudian di lanjut menyanyikan Indonesia Raya ya!" kata Kak Chaca.
--------
"oke. Berhubung ini hari terakhir kita MOS, kami seluruh anggota OSIS ingin meminta maaf sebesar-besar nya kalo selama kita mengajar ada salah kata" ucap Kak Alva.
"jadi, sekarang kami ingin kalian membuat kesan dan pesan selama kami mengajar, pilih satu di antara kita ya! Terserah kalian mau pilih Kak Izzah, Kak Chaca, Kak Pandu, atau Kak Alva. Masing-masing boleh berbeda orang" ucap Kak Chaca.
"iya Kak!" jawab mereka.
"kalian mau bikin kesan pesan buat siapa?" tanya Stella pada Indah dan Aqila.
"kalo gue kak Alva sih!" ucap Indah.
"kalo gue kaya nya kak Chaca deh"
"oh, gue kak Izzah aja kalo gitu" ucap Stella.
"kenapa ga Kak Pandu?" tanya Aqila.
"nggak ah, kak Pandu jarang ngomong sih! kenapa ya?" ucap Stella. Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi ada yang mendengar perbincangan mereka.
"oh, kak Pandu ada yang tanya nih. Kenapa kok jarang ngomong?" ucap Kak Alva, seketika mata Stella membulat mendengar ucapan Kak Alva.
"nggak kok guys Kak Pandu itu bukan jarang ngomong. Kalo sama kalian aja dia diem, kalo sama kita-kita mah nyerocos mulu!" ucap Kak Izzah, dan mereka pun tertawa.
Saat mereka tertawa termasuk Stella, ia tidak sengaja menoleh ke arah Kak Alva, dan saat Stella menoleh seperti nya Kak Alva sudah dari tadi melihat nya. Seketika Stella pun menghentikan tertawa nya.
'ngapain sih ngeliatin, kan jadi GR!' ucap Stella dalam hati.
Dan akhir nya, Stella memutuskan untuk melanjutkan menulis kesan pesan untuk Kak Izzah.
Selesai menulis, mereka memberikan kesan pesan itu, kemudian istirahat. Selama istirahat, Stella lebih memilih untuk mengumpul kan tanda tangan guru. Sedangkan Aqila dan Indah pergi ke kantin.
--------
Selesai istirahat, mereka di kumpulkan kembali di lab IPA 2, dengan suasana yg sama. Panas!
Setelah sekian lama berada di lab IPA, mereka di kumpulkan di lap. Basket untuk penutupan MOS.
Setelah acara penutupan MOS selesai, mereka kembali ke kelas masing-masing untuk mengambil tas. Dan ternyata, Di jendela masing-masing kelas sudah tertulis nama murid yang akan menempati kelas itu.
Nama Stella dan Indah tidak ada di 7G, sedangkan nama Aqila ada di sana. Yang berarti, kelas tetap Aqila adalah di 7G, sedangkan Stella dan Indah masih belum tahu di mana kelas tetap mereka. Karena, saat mereka sedang mencari, para OSIS menyuruh mereka untuk masuk ke dalam kelas terlebih dahulu.
"kalian nyari kelas nya nanti saja ya! Dan selamat buat kalian sudah resmi menjadi murid International Junior High School" ucap Kak Izzah, dan mereka bertepuk tangan.
"oke, sekarang kalian serah kan buku yang berisi tanda tangan ya! Selesai ga selesai. Oke?" ucap Kak Chaca.
"iya kak!" ucap mereka.
deretan bangku Stella masih tetap yg mengambil adalah Kak Alva.
-----
Selesai berdo'a dan mereka di perbolehkan pulang, akhir nya Stella, Indah, dan Talia mencari kelas mereka. Mereka berlari melewati lapangan sepak bola yang sangat luas untuk sampai di kelas 7A, 7B, dan 7C. Karena, hanya 3 kelas itu lah yang terpisah dengan kelas 7 lain nya.
Kini Stella, dan Indah sudah ada di ujung kelas 7, dan Talia di sebelah nya. Dan ternyata, kelas Stella dan Indah ada di kelas 7J, dan Talia 7I. Dari MOS sampai sekarang kelas Stella selalu terpisah dengan Talia, walau hanya beda 1 kelas.
_______
SUKA sama FAVORIT
HOPE YOU LIKE IT and ENJOY 💙
•
•
•
•
•
D I S Y A H🍀
----------
Bantu FOLLOW yuk!
@disya.ahz810
@bryanelina._
__ADS_1